Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2026Versi 1

PELAKSANAAN TRADISI BASOKAT PERSPEKTIF FIQIH ZAKAT DI NAGARI SIJUNJUNG KECAMATAN SIJUNJUNG KABUPATEN SIJUNJUNG

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah)•10 dilihat · 2 unduhan

Abstrak

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Pelaksanaan Basokat Perspektif Hukum Zakat di Nagari Sijunjung Kecamatan Sijunjung Kabupaten Sijunjung”, yang ditulis oleh Rendi Valentino, NIM 1122041, Program Studi Hukum Keluarga Islam (Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Skripsi ini ditulis karena adanya tradisi basokat yang dilakukan masyarakat Nagari Sijunjung dalam pelaksanaan zakat pertanian. Tradisi ini dilaksanakan ketika hasil panen padi telah mencapai nisab zakat. Dalam praktiknya, zakat pertanian yang sebelumnya diberikan langsung kepada mustahik dalam bentuk padi kemudian diubah menjadi uang setelah hasil padi dijual. Uang tersebut selanjutnya dibagikan kepada masyarakat yang hadir dalam pelaksanaan basokat tanpa mempertimbangkan apakah penerima termasuk golongan mustahik atau bukan. Selain itu, terdapat perbedaan jumlah bagian yang diterima oleh kelompok tertentu seperti urang siak dan ninik mamak yang memperoleh bagian lebih besar dibandingkan masyarakat umum. Keadaan tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan basokat lebih mengedepankan nilai sosial, adat, dan kebersamaan masyarakat dibandingkan ketentuan pendistribusian zakat menurut hukum Islam. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan basokat di Nagari Sijunjung, faktor yang menyebabkan tradisi tersebut masih dipertahankan, serta untuk menganalisis pelaksanaan basokat dalam perspektif hukum zakat Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam di lapangan. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah ninik mamak dan alim ulama. Sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari dokumen pendukung. Adapun dalam menganalisis data, penulis menggunakan metode deskriptif untuk menggambarkan fenomena yang diteliti dan menggunakan analisis induktif untuk pengambilan kesimpulan dari hal-hal yang bersifat khusus. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pelaksanaan basokat dilakukan setelah hasil panen padi masyarakat mencapai 1.000 gantang padi atau setara dengan 1.500 kilogram padi. Zakat yang dikeluarkan sebesar 10% dari hasil panen. Dalam praktiknya, padi zakat dijual terlebih dahulu, kemudian hasil penjualannya dibagikan kepada masyarakat yang hadir dalam pelaksanaan basokat di rumah muzakki. Kegiatan ini diawali dengan musyawarah, memasak bersama, makan bersama, dan diakhiri dengan pembagian hasil zakat. Tradisi basokat masih dipertahankan karena dianggap sebagai bentuk kebersamaan, penghormatan terhadap adat, serta sarana mempererat hubungan sosial masyarakat Nagari Sijunjung. Namun, dalam perspektif hukum zakat Islam, pelaksanaan basokat belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan syariat karena pendistribusian zakat tidak hanya diberikan kepada golongan mustahik sebagaimana yang ditetapkan dalam Al-Qur’an surah At-Taubah ayat 60. Selain itu, ketentuannya sebagai nisab lebih tinggi dari pada nisab dalam hukum zakat ,serta pembagian yang berbeda kepada kelompok tertentu menunjukkan kuatnya pengaruh adat dalam pelaksanaan basokat.

Kata kunci

Basokat, zakat Peirtanian, Hukum Islam, Tradisi Adat, Distribusi Zakat

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1PELAKSANAAN TRADISI BASOKAT PERSPEKTIF FIQIH ZAKAT DI NAGARI SIJUNJUNG KECAMATAN SIJUNJUNG KABUPATEN SIJUNJUNG2026 · oai:ais:skripsi:20267