Abstrak
Skripsi ini dibuat oleh Muhammad Ikhsan, 2616.163 dengan judul Upaya Mencapai Kebahagiaan Oleh Remaja Broken Home Kelurahan Pasar Baru Kota Padang Panjang. Program Studi Bimbingan Dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi Tahun 2023 Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalah yang penulis temukan keluarahan Pasar Baru Kota Padang Panjang yaitu terlihat bahwa ada orang anak dari keluara broken home yang mana orang tua mereka bercerai dan anak-anak tersebut tidak tinggal dengan kedua orang tua. Setelah orang tua mereka bercerai kewajiban untuk menafkahi anak-anak tidak dilaksanakan, anak-anak tersebut merasa tidak bahagia seperti teman-teman lainnya yang memliki orang tua yang utuh. Anak-anak dari keluarga broken home ini tidak bisa bergaul dan menghabiskan waktu sehari-hari seperti anak-anak lainnya yang memiliki orang tua yang utuh. Anak-anak tersebut juga memiliki prestasi yang rendah di sekolah bahkan sering tidak pergi ke sekolah. Peneliti juga menemukan bahwa anak-anak dari keluarga broken home ini tidak lagi memiliki keinginan untuk melanjutkan sekolah karena ingin bekerja membantu perekonomian ibunya, karena tidak adanya nafkah yang diberikan oleh ayahnya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif, yaitu dengan menggambarkan kejadian yang ada di lapangan secara sistematis. Informan atau orang yang bertindak sebagai pemberi informasi dalam penelitian ini remaja broken home di Kelurahan Pasar Baru Kota Padang Panjang. Penulis mengumpulkan data dengan teknik wawancara kemudian data-data yang diperoleh diolah dengan menggunakan teknik analisa data deskriptif kualitatif dan triangulasi data, yaitu dengan membandingkan data yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa beberapa Upaya yang dilakukan untuk mencapai kebahagiaan oleh remaja broken home yaitu pertama dengan menjalin hubungan yang baik dengan orang lain. Dalam hal ini remaja broken home memiliki hubungan yang kurang baik dengan orang tua yang terlihat pada jarangnya berkomunikasi sebagaimana seharusnya dikarenakan orang tua mereka sudah berpisah dan tinggal berjauahan. Upaya kedua adalah dengan melibatkan diri dalam semua aspek kehidupan (keteribatan penuh). Diketahui bahwa mereka tidak terlibat penuh baik dalam pengambilan keputusan terhadap diri mereka, maupun keadaan diluar diri mereka. Remaja diharuskan menerima semua yang sudah dipilihkan dan diatur oleh orang tua. Remaja juga tidak terlibat dalam kegiatan-kegiatan di. Upaya ketiga adalah dengan menemukan makna hidup, diketahui bahwa mereka tidak ada yang menginginkan terlahir dari keluarga yang tidak harmonis. Mereka hanya berharap dan bercita-cita untuk membantu Ibu yang telah membesarkan mereka.