Abstrak
Tesis ini berjudul konsep kebahagian Dalam Prespektif Al-Ghazali dan Epictetus dan Imlementasinya bagi kehidupan Modren di susun oleh Romi Riski, NIM , 4022006 Program Studi Aqidah dan Filsaat Islam, Fakultas Ushuliddin, Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan konsep kebahagiaan menurut dua pemikir besar: Al-Ghazali, seorang teolog dan filosof Islam, dan Epictetus, seorang filsuf Stoik. Al-Ghazali memandang kebahagiaan sebagai tujuan hidup yang terikat pada hubungan spiritual dengan Tuhan. Ia menekankan bahwa kebahagiaan sejati dicapai melalui moralitas, etika, dan penghindaran dari materialisme. Dalam karyanya, Al-Ghazali menggaris bawahi pentingnya pengetahuan dan kesadaran spiritual dalam menemukan kebahagiaan. Di sisi lain, Epictetus berfokus pada kebahagiaan sebagai kondisi mental yang diperoleh melalui pengendalian diri dan penerimaan terhadap hal-hal yang tidak dapat diubah. Ia mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak bergantung pada faktor eksternal, melainkan pada sikap dan reaksi individu terhadap pengalaman hidup. Epictetus menekankan kebajikan sebagai kunci untuk mencapai kebahagiaan, dan bahwa kebahagiaan dapat dicapai melalui latihan mental dan refleksi. Melalui pendekatan kualitatif dan analisis komparatif, penelitian ini menemukan bahwa meskipun terdapat perbedaan signifikan dalam pandangan mereka, kedua pemikir ini sepakat mengenai pentingnya nilai-nilai moral dan ketidakpuasan terhadap materialisme. Implikasi dari temuan ini menunjukkan relevansi nilai-nilai kebahagiaan mereka dalam konteks kehidupan modern, di tengah tantangan materialisme dan tekanan sosial yang semakin meningkat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang kebahagiaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.