Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Strategi Dakwah Pejuang Subuh Dalam MeningkatkanSholat Subuh Berjama’ah Di Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir” yang disusun oleh Oktaria Nolanda NIM 4319016 Pada Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin Adab Dan Dakwah, Universitas Negeri Islam (UIN) Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi,2023. Pejuang subuh merupakan suatu komunitas dakwah yang di bentuk oleh pemuda sebagai suatu gerakan untuk menggalakkan sholat subuh berjema‟ah di mesjid dan beberapa kegiatan keagamaan yang berkaitan dengan pergerakan dakwah di Tembilahan. Perjalanan dakwah pejuang subuh di tengah masyarakat tidak hanya berfokus dalam dakwah bil-lisan dan bil-kitabah saja, namun berhubungan dan ketergantungan antar tujuan yang dapat bekerja sama dengan dakwah. Dakwah bahkan bisa menjadi katalis gerakan sosial yang memberikan pengaruh positif di tengah aktivitas masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana strategi dakwah pejuang subuh dalam meningkatkan shalat subuh berjama‟ah di Tembilahan kabupaten Indragiri Hilir serta bagaimana faktor pendukung dan penghambat strategi dakwah pejuang subuh dalam meningkatkan shalat subuh berjama‟ah di Tembilahan kabupaten Indragiri Hilir. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian dengan pendekatan kualitatif deskriptif, metode pengumpulan data yang dingginkan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi jika diperlukan berkas- berkas dalam pengumpulan data, dokumentasi. Hasil penelitian dapat disimpulkan, pejuang subuh Tembilahan dilihat dari segi Strategi Theory Fred R.David yaitu memiliki visi dan misi, menemukan peluang dan ancaman dari luar organisasi, menentukan kekuatan dan kelemahan internal organisasi, menetapkan tujuan jangka panjang, mengembangkan strategi alternatif, dan menentukan sasaran yang tepat. Tantangan yang dihadapi adalah bagaimana mengenalkan dan memotivasi bahwa shalat subuh merupakan hal yang penting, kewajiban bagi setiap umat Islam dan mengapa umat Islam harus melakukan shalat Subuh. Serta yang menjadi Faktor pendukung dan penghambat, baik itu yang terdapat dalam internal (pengurus) maupun eksternal(masyarakat).