Abstrak
Skripsi ini berjudul “Strategi Pemasaran Produk Tabungan Wadiah PT. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Gajahtongga Kotopiliang Bagi Pedagang Pasar Inpres Silungkang Kota Sawahlunto” yang disusun oleh Yurila Arda NIM 3319137 Program Studi S1 Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya keinginan pedagang pasar inpres Silungkang untuk menggunakan produk tabungan wadiah PT. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Gajahtongga Kotopiliang, masih kurangnya pengetahuan pedagang mengenai produk tabungan wadiah PT. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Gajahtongga Kotopiliang, dan masih kurangnya tenaga pemasar dalam mempromosikan produk tabungan wadiah bagi para pedagang pasar inpres Silungkang. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk merumuskan strategi pemasaran produk tabungan wadiah bagi para pedagang pasar inpres Silungkang. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif, adapun jenis dan sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi, dan teknik analisis data dalam penilitian ini menggunakan metode analisis SWOT, analisis IFE (Internal Factor Evaluation) dan EFE (Eksternal Faktor Evaluation, matriks SWOT, dan analisis bobot skor. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa alternatif yang dipilih untuk strategi pemasaran adalah strategi S-O (Strenghts-Opportunities), yang memiliki total skor terbanyak yaitu 3,82. Berdasarkan analisa data yang sudah dilakukan sebelumnya, maka strategi untuk calon nasabah produk tabungan wadiah dari pedagang pasar inpres Silungkang kota Sawahlunto yaitu menggunakan strategi S-O (Strenghts-Opportunities), yaitu : Lokasi bank yang dekat dengan pasar menjadikan bank mempunyai lokasi yang strategis untuk memasarkan produk tabungan wadiah bagi pedagang pasar Inpres Silungkang; Dengan mayoritas pedagang pasar muslim lebih meningkatkan minat nasabah karena produk-produk yang ditawarkan sesuai prinsip syariah dan juga setoran awal yang terjangkau; Adanya jaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), tidak ada penarikan biaya administrasi dan juga dengan sistem bagi hasil/ tidak bunga, sangat disukai oleh pedagang; Pelayanan dengan proses yang cepat dengan mendatangi nasabah langsung ke pasar (jemput bola); Meningkatkan kualitas karyawan dengan pelatihan-pelatihan supaya tidak kalah saing dengan SDM bank konvensiaonal; Lebih gencar lagi dalam menawarkan produk tabungan wadiah kepada pedagang terutama pedagang asli daerah tersebut, karena pesaing dari bank syariah masih sedikit.