Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini atas nama MUHAMMAD RIDWAN, NIM : 2115. 143, Prodi Pendidikan Agama Islam, dengan judul “Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Secara Daring Bagi Anak Tunarungu Di SLB Baso Kabupaten Agam”. Anak tunarungu adalah anak yang mengalami keterbatasan dalam pendengaran serta memerlukan penanganan khusus dalam proses pelaksanaan pembelajaran secara daring. Maksud judul skripsi ini untuk melihat bagaimana pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam secara daring dan melihat kendala yang dihadapi oleh guru Pendidikan Agama Islam dalam pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam secara daring bagi anak tunarungu. Adapun yang melatarbelakangi penelitian ini adalah fenomena yang penulis temui di SLB Baso Kabupaten Agam yaitu : kurang efektifnya pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam secara daring, anak tunarungu tidak semangat dalam mengikuti proses pembelajaran, dan nilai mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) rata- rata di bawah KKM. Adapun tujuan penelitian ini adalah : (1) untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam secara daring bagi anak tunarung, (2) untuk megetahui kendala yang dihadapi oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada anak tunarungu. Metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), yang bersifat kualitatif dengan mendeskripsikan, dengan informen penelitian ini adalah guru pendidikan agama Islam sebagai informen kunci, kepala sekolah SLB, anak tunarungu, dan wali murid anak tunarungu sebagai informen pendukung. Alat pengumpul data yang penulis gunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SLB Baso Kabupaten Agam sudah sesuai dengan langkah- langkah yang terdiri dari tahap perencanaan dan tahap pelaksaaan (langkah pembukaan, langkah penyajian, dan langkah penutup), namun dalam tahap penyampaian materi belum semua indikator dapat di sampaikan oleh guru Pendidikan Agama Islam, karena anak tunarungu harus sering mengulang-ulang pembelajaran, dan masih terdapat kendala yang dihadapi oleh guru Pendidikan Agama Islam dalam pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam secara daring, antara lain siswa kurang disiplin dan tidak fokus dalam mendengarkan materi yang disampaikan oleh guru saat pelaksanaan pembelajaran daring, siswa masih sulit memahami konsep bahasa yang bersifat abstrak, dan kondisi jaringan yang tidak stabil sehingga mengakibatkan proses pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam secara daring kurang maksimal. Kata Kunci : Pelaksanaan Pembelajaran, PAI, Daring (e-learning), Anak Tunarungu, SLB