Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2021Versi 1

Tradisi Menggendong Ayam Bagi Mempelai Wanita Ketika Walimatul Al-Ursy Tinjauan Filosofis Hukum Islam (Studi Kasus Masyarakat Nagari Sontang Cubadak Kec. Padang Gelugur )

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah)•5 dilihat · 4 unduhan

Abstrak

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Tradisi Menggendong Ayam Bagi Mempelai Wanita Ketika Walimatul Al-Ursy Tinjauan Filosofis Hukum Islam ( Studi Kasus Masyarakat Nagari Sontang Cubadak Kec. Padang Gelugur ). Skripsi ini ditulis oleh Septi Irawani, Nim. 1117.011, Prodi Hukum Keluarga. Adapun yang dimaksud dari judul di atas adalah untuk mengetahui bagaimana tinjauan filosofis hukum Islam terhadap tradisi menggendong ayam bagi mempelai wanita ketika walimatul al-ursy di Nagari Sontang Cubadak. Faktor yang memotifasi penulis dalam memilih judul ini karena adanya kebiasaan di Nagari Sontang Cubadak menggendong ayam pada saat walimatul ‘ursy bagi mempelai wanita, ada apa dibalik tradisi tersebut sehingga ayam dijadikan bagian dari adat dalam proses walimatul ursy Oleh sebab itu penelitian ini difokuskan bagaimana tinjauan filosofis hukum Islam terhadap tradisi menggendong ayam bagi mempelai wanita ketika walimatul al-ursy di Nagari Sontang Cubadak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan (field research) dan penelitian kepustakaan (library research), dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini penulis lakukan di Sontang Cubadak Kecamatan Padang Gelugur. Dalam mengumpulkan data yang dibutuhkan, penulis menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Dari hasil penelitian yang penulis lakukan, penulis mendapatkan kesimpulan bahwa tradisi manggendong ayam pada saat walimatul ursy bagi mempelai wanita di Sontang Cubadak di tinjau filosofis hukum Islam terdapat kebaikan atau manfaat yaitu adanya pelatihan mental sekaligus pendidikan non formal untuk pemeliharaan keturunan hal demikian itu masuk dalam maqashid syari’ah yaitu hifz nasab (menjaga keturunan), di samping itu ada antisipasi terhadap kedua mempelai dari masyarakat adat jikalau kedua mempelai dalam menjalani kehidupan rumah tangga ada menghadapi kesulitan ekonomi, sebagai jalan keluar terhadap permasalahan tersebut adalah ada ayam yang sudah hampir bertelor yang di gendong ketika walimatul ursy. Kebaikkan atau manfat yang ada dalam menjalakan tradisi menggendong ayam dalam literatur fiqh dikenal dengan mashlahah.

Kata kunci

Tradisi, menggendong Ayam, Walimatul Al-Ursy

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Tradisi Menggendong Ayam Bagi Mempelai Wanita Ketika Walimatul Al-Ursy Tinjauan Filosofis Hukum Islam (Studi Kasus Masyarakat Nagari Sontang Cubadak Kec. Padang Gelugur )2021 · oai:ais:skripsi:8059

Publikasi terkait