Abstrak
Skripsi ini diberi judul “Analisis faktor preferensi pengusaha hotel bernuansa syariah menggunakan layanan bank konvensional dibandingkan bank syariah (studi kasus hotel mersi bukittinggi) ” yang disusun oleh Nailatul Fadillah dengan NIM 3316.319 Prodi S1 Perbankan Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi.Latar belakang masalah pada penelitian ini adalah saat ini di Kota Wisata Bukittinggi semakin banyak didapati lembaga – lembaga keuangan berbau syariah, baik itu berupa bank, lembaga pembiayaan, pegadaian, asuransi dan lembaga lainnya. Hal ini diiringi dengan semakin banyaknya pula Hotel – hotel bernuansa syariah yang bermunculan, baik itu hotel baru, maupun hotel yang mengkonversikan dirinya menjadi Hotel bernuansa syariah. Hal ini menarik perhatian peneliti untuk melihat hubungan antara Bank Syariah dengan Hotel bernuansa syariah. Jenis dari penelitian ini adalah kualitatif yang dilakukan dilapangan dengan membandingkan permasalah dengan teori yang ada. Sifat penelitian ini adalah deskriptif yaitu menggambarkan kejadian dan fakta yang ada saat penelitian. Jenis data dalam penelitian ini primer, dimana teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi literatur, observasi, dan wawancara. Sedangkan instrumen penelitian yang digunakan berupa pedoman wawancara yang berisikan pertanyaan guna kepentingan penelitian Hasil dari penelitian ini adalah profit atau bunga yang identik dengan bank konvensional bukanlah menjadi daya tarik utama Hotel bernuansa syariah menggunakan Bank Konvensional, karena berdasarkan hasil wawancara, profit atau bunga yang didapatkan hotel tidak begitu mempengaruhi keuntungan yang diperoleh Hotel bernuansa syariah. Faktor yang menjadi daya tarik utama adalah pelayanan yang diberikan oleh Bank Syariah, pelayanan tersebut dapat berupa kemudahan dalam bertransaksi, fasilitas yang diberikan, kunjungan kerja, serta keringan dimasan kritis. Selain pelayanan faktor lainnya adalah pemenuhan kebutuhan tamu hotel, kurangnya perhatian pengusaha hotel bernuansa syariah terhadap fatwa MUI, kurangnya pemahaman akan bank syariah serta pihak Bank Syariah yang tidak melakukan promosi maupun mengajukan kerjasama dengan pihak Hotel bernuansa syariah menjasi beberapa faktor kecedrungan tersebut terjadi. Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa untuk saat ini Hotel Mersi belum memiliki rencana untuk menukar layanan bank guna transaksi hotel maupun dengan tamu hotel.