Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini atas nama Mela Eka Kusna, Nim 2115.106 Jurusan Pendidikan Agama Islam yang berjudul “Implementasi Metode Pembinaan Karakter Mahasiswi di Ma’had al-Jami’ah IAIN Bukittinggi”. Kata Kunci: Implementasi, Metode, Karakter, Mahasiswi Latar belakang penulis mengangkat judul skripsi ini adalah dikarenakan penulis melihat adanya mahasiswi yang lalai dalam mengerjakan sholat fardhu seperti adzan sudah berkumandang, namun masih sibuk dengan smartphone, tugas kuliah. Mengobrol bahkan tertawa ketika tadarusan (baca al-quran). sering absen pada kegiatan Ma’had (kultum, muhadharah, tutorial), tidak patuh terhadap aturan dalam asrama seperti tidak meminta izin ketika keluar 24 jam dari asrama.Selain itu dalam proses pembinaan, terlihat beberapa metode yamg digunakan seperti pemberian nasihat, pembiasaan, hukuman, dan keteladanan. Dari beberapa metode tersebut, metode yang sering digunakan ialah metode pembiasaan dan pemberian nasihat. Metode yang diterapkan nampak kurang maksimal pelaksanaannya, seperti kurang memperhatikan cara memberi nasehat, tidak memperhatiakn situasi dan kondisi dalam menasehati. Sanksi yang diberikan kurang tegas terhadap mahasiswi yang sering melanggar atau tidak melaksanakan program ma’had. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilakukan di Ma’had al-Jami’ah IAIN Bukittinggi, lebuih tepatnya di asrama putri. Menggunakan jenis penelitin kualitatif. Penelitian ini menggunakan observasi dan wawancara dalam pengumpulan data. Teknik analisa data dalam penelitian ini yaitu dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber yang didapat dari observasi dan wawancara. Triangulasi data atau untuk mencek keabsahan data dilakukan perbandingan antra hasil observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian penulis dapat mengambil kesimpulan yaitu implementasi metode nasihat dilakukan dengan cara memberikatan kata-kata motivasi, teguran, dengan bahasa yang baik, namun dalam hal memberikan nasehat dengan bahasa yang tepat masih masih kurang penerapannya, karena musyrifah menggunakan ancaman dan penekanan agar melakukan semua program asrama. Dalam hal memberikan nasehat pada waktu yang tepat telah dilakukan yaitu pada saat setelah sholat shubuh/maghrib. Memberikan nasehat tidak bisa dimana saja, harus memperhatikan tempat yang tepat agar orang yang dinasehati merasa dihargai, hal itu belum diperhatikan musyrifah dalam menasehati. Selanjutnya implementasi metode pembiasaan sudah dilaksanakan dengan baik dengan cara menjalankan program asrama yang berkaitan dengan pembinaan karakter. Membiasakan beribadah wajib dan sunnah, membiasakan peduli lingkungan dengan cara piket harian dan Goro mingguan, peduli teman, disiplin dengan cara membiasakan tepat waktu dalam melaksanakan program asrama, bertanggungjawab terhadap amanah yang diberikan, saling menghargai dan tolong menolong.