Abstrak
Skripsi ini berjudul “Strategi Pengembangan Objek Wisata Museum Tuanku Imam Bonjol dalam Meningkatkan PAD di Kabupaten Pasaman” yang disusun oleh M.Arifin dengan NIM. 3214.189, Jurusan Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, atas bimbingan Bapak Yuwarman Mansur, SE, MM dan Ibuk Hj. Zulhelmi, SE, MM. Latar belakang penelitian ini adalah melihat begitu pentingnya peranan objek wisata museum Tuanku Imam Bonjol yang dapat meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) sehingga dapat mensejahterakan masyarakatnya. Adanya objek wisata museum Tuanku Imam Bonjol diharapkan berkembang dan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat. Pada dua tahun terakhir terjadi penurunan jumlah pengunjung yaitu tahun 2015 sebanyak 94,94%, dan tahun 2016 sebanyak 84,95%. Hal ini membawa akibat terjadinya penurunan kontribusi sektor pariwisata pada PAD di Kabupaten Pasaman. Penelitian ini berupaya menjelaskan apa strategi yang dilakukan objek wisata museum Tuanku Imam Bonjol dalam meningkatkan PAD di Kabupaten Pasaman. Penelitian ini menggunakan metode Pengumpulan data dengan observasi langsung kelapangan yaitu mengunjungi dan mengamati kegiatan objek wisata museum Tuanku Imam Bonjol, serta menggunakan analisis SWOT berupa IFE (Internal Faktor Evaluation) dan EFE ( Eksternal Faktor Evaluation), setelah itu diformulasikan dalam bentuk matrik SWOT dan disempurnakan dengan total bobot skor. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan analisis SWOT strategi yang digunakan adalah strategi S-O (Strenghts-Opportunity) dengan nilai 5,00 menggunakan kekuatan untuk merebut peluang yang ada yaitu : 1) Meningkatkan Promosi dan sosialisasi kepada masyarakat Kabupaten Pasaman, maupun diluar daerah Kabupaten Pasaman, 2) Perlu ditetapkannya SOP (Standar Operating Procedur) sebagai pedoman bagi karyawan dalam melaksanakan Tugas, 3) Meningkatkan sarana dan prasarana yang menunjang seperti membangun tempat-tempat hiburan seperti : Panggung Festival, dan Taman bermain anak-anak dan fasilitas-fasilitas penunjang lainya, 4) Melakukan inovasi-inovasi untuk berkmbang dengan baik dan menciptakan kreasi-kreasi baru dalam menarik minat para pengunjung, 5) Melakukan pendekatan dengan pemerintah, laporan secara berkala tentang kinerja, dan perkembangan museum, 6) Tenaga kerja museum yang dibutuhkan hendaknya memenuhi lima komponen utama, yaitu : ketatausahaan museum,pengadaan koleksi, perawatan koleksi, penyajian museum, bimbingan edukasi.