Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

PURWANTO

43 karya publik ditemukan.

2025: 22023: 22022: 22020: 12019: 22018: 72017: 122016: 112015: 4

Peran Majelis Ilmu Dzikir Dan Sholawat Mahabbatur Rosul Dalam Membentuk Moral Keagamaan Remaja Di Dusun 3 Padang Sari Kenagarian Limau Purut Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya masalah-masalah yang di lakukan oleh remaja di lingkungan desa Padang Sari, dalam maraknya prilaku menyimpang ini keberadaan majelis ilmu dzikir dan sholawat Mahabbatru Rosul menjadi wadah penyejuk dan media penanaman nilai-nilai moral bagi remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research), dan menggunakan pendekatan etnografi. Data dalam penelitian didapatkan melalui wawancara, dokumentasi serta observasi langsung ke lapangan. Lokasi penelitian ini di rumah majelis ilmu dzikir dan sholawat Mahabbatur Rosul. Hasil penelitian menujukan bahwa partisipasi aktif dalam majelis ilmu dzikir dan sholawat Mahabbatur Rosul berperan dalam pembentukan moral keagamaan remaja melalui kegiatan yang dilaksanakan yaitu: (1) pembelajaran baca al-qur’an dan tajwid, (2) pembelajaran fiqh ala safinah, (3) rutinan malam jum’at. Dari segala kegiatan ini moral keagamaan remaja akan terbentuk sehingga remaja lebih berhati-hati dalam bertindak. Penelitian ini meyimpulkan bahwa majeis ilmu dzikir dan sholawat Mahabbatur Rosul berperan dalam pembentukan moral keagamaan remaja melalui segala kegiatan yang dilakukan. Moral keagmaan yang terbentuk yaitu menambah keimanan kepada Allah dan Rosul, kejujuran, tanggung jawab dan disiplin

Pengantar Ekonomi Mikro

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Ekonomi dalam kajian keilmuan dapat dikelompokkan ke dalam ekonomi mikro dan ekonomi makro. Ekonomi mikro mempelajari bagaimana perilaku tiaptiap individu dalam setiap unit ekonomi, yang dapat berperan sebagai konsumen, pekerja, investor, pemiliki tanah, ataupun perilaku dari sebuah industri. Ekonomi mikro menjelaskan how dan why sebuah pengambilan keputusan dalam tiap unit ekonomi. Contohnya, ekonomi mikro menjelaskan bagaimana seorang konsumen membuat keputusan dan pemilihan terhadap suatu produk ketika ada perubahan pada harga atau pendapatan. Ekonomi mikro juga dapat menjelaskan perilaku industri dalam menentukan jumlah tenaga kerja, kuantitas, dan harga yang terbaik. Permasalahan ekonomi mikro konvensional didasarkan pada perilaku individu-individu yang secara nyata terjadi di setiap unit ekonomi. Karena tidak adanya batasan syariah yang digunakan, maka perilaku dari setiap individu dalam unit ekonomi tersebut akan bertindak dan berperilaku sesuai dengan norma dan aturan menurut persepsinya masing-masing. Oleh karena itu, ekonomi mikro konvensional memandang bahwa memasukkan tatanan norma tertentu dalam pembahasan perilaku dalam memenuhi kebutuhan ekonominya menjadi tidak relevan. Dalam keperluan itulah, buku Pengantar Ekonomi Mikro ini sengaja penulis hadirkan untuk pembaca. Tujuan buku ini adalah sebagai panduan bagi setiap orang yang ingin mempelajari dan memperdalam ilmu pengetahuan. Buku ini juga untuk memberikan pencerahan kepada para pendidik, peserta didik, pelaku pendidikan, pengelola lembaga pendidikan dan masyarakat pada umumnya, dalam rangka menciptakan generasi emas yang memiliki ilmu pengetahuan serta wawasan yang luas.

Konsep guru ideal perspektif imam al-Ghazali dan muhammad athiyah al-abrasyi (studi analisis perbandingan)

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

BSTRAK PURWANTO MAHA, NIM 20119024 Tesis dengan Judul “Konsep Guru Ideal Perspektif Imam Al-Ghazali dan Muhammad Athiyah Al-Abrasyi (Studi Analisis Perbandingan)” Prodi S2 Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi Latar belakang permasalahan penelitian ini adalah banyak nya problematika yang dihadapi oleh guru, salah satunya ialah rendahnya kompetensi yang dimiliki guru. Hal tersebut diperparah dengan hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) yang menunjukkan bahwa nilai rata-rata nasional berada di angka 56.69 kategori rendah. Fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah: Bagaimana kriteria guru ideal menurut Imam Al-Ghazali dan M. Athiyah Al-Abrasyi serta bagaimana perbandingan kriteria guru menurut Al-Ghazali dan M. Athiyah Al-Abrasyi. Tujuan Penelitian ini untuk menjelaskan bagaimana kriteria guru menurut Imam Al-Ghazali dan M. Athiyah Al-Abrasyi, serta untuk menjelaskan bagaimana perbandingan kriteria guru menurut Imam Al-Ghazali dan M. Athiyah Al-Abrasyi. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research), dengan sumbe data primer berupa buku-buku, makalah-makalah maupun artikel-artikel karya Al-Ghazali dan M. Athiyah Al-Abrasyi, sedangkan data skunder berupa buku-buku terkait dengan konsep guru ideal Al-Ghazali dan M. Athiyah Al-Abrasyi, dan juga buku-buku yang menunjang baik serta berkaitan konsep guru ideal secara umum. Tehnik analisis data menggunakan analisis konten (analisis isi) dengan pendekatan historis. Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk menjadi guru ideal membutuhkan kriteria yaitu: 1). Kriteria imam Al-Ghazali adalah: pengetahuan, keterampilan, sikap kasih sayang dan ikhlas, teladan, serta etika. Sedangkan 2). Kriteria M. Athiyah Al-Abrasyi yaitu bersifat zuhud, memiliki jiwa yang bersih dari sifat akhlak yang tercela, ikhlas dalam melaksanakan tugasnya, bersifat pemaaf dan sabar, mencintai siswa seperti anak sendiri, mengenali bakat dan karakter siswanya, dan menguasai bidang studi yang akan diajarkan. Adapun hasil perbandingan kriteria Al-Ghazali dan M. Athiyah Al-Abrasyi. 3). Kesamaan pemikiran Al-Ghazali dan M. Athiyah Al-Abrasyi yaitu: perlunya seorang guru memiliki pengetahuan yang luas dalam pemahaman materi pembelajaran, keikhlasan dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik, menyanyangi peserta didik seperti anak sendiri, mampu memahami bakat dan perkembangan peserta didik, serta memiliki akhlak yang terpuji. Perbedaan pemikiran Al-Ghazali dan M. Athiyah Al-Abrasyi yaitu: M. Athiyah Al-Abrasyi memiliki pemikiran bahwasannya seorang guru harus memiliki sifat pemaaf dan sabar sedangkan Al-Ghazali membahas bahwasannya seorang guru harus memiliki keteladanan atau menjadi suri tauladan bagi peserta didiknya. Kata Kunci : Kriteria Al-Ghazali dan Muhammad Athiyah Al-Abrasyi

metode pembinaa akhlak siswa di MDTA (madrasah diniyah takmiliyah awaliyah) Sawah Dangka Tigo Kampuang Nagari Gadut Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam

2018 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Nama Purwanto Maha, NIM 2113.023, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi Tahun 1438 H/ 2017 M. Skripsi dengan judul “Metode Pembinaan Akhlak Siswa Di MDTA ( Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah ) Sawah Dangka Tigo Kampuang Nagari Gadut Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang Metode Pembinaan Akhlak Siswa Di MDTA ( Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah ) Sawah Dangka Tigo Kampuang Nagari Gadut Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Metode Pembinaan Akhlak Siswa Di MDTA ( Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah ) Sawah Dangka Tigo Kampuang Nagari Gadut Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam. Penelitian yang dilakukan di MDTA Sawah Dangka ini mengenai metode pembinaan akhlak , dan kendala dalam pembinaan akhlak. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu mengambarkan kajadian-kejadian yang terjadi dilapangan atau peneliti mencoba menggambarkan, menuliskan dan menafsirkan suatu fenomena yang berkembang pada masa sekarang, untuk menjamin ke absahan data dilakukan triangulasi data. Dalam pengambilan data ini yang menjadi informan kuncinya adalah guru MDTA Sawah dangka dan informan pendukungnya adalah satu orang siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa Metode Pembinaan Akhlak Siswa Di MDTA ( Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah ) Sawah Dangka Tigo Kampuang Nagari Gadut Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten. Bahwa tujuan anak diberikan pembinaan akhlak anak dapat menjadi lebih baik kemudian guru mengajarkan kepada anak metode pembinaan akhlak dimana guru menerapkan berbagai metode pembinaan akhlak mulai dari pembinaan keteladanan, pembinaan dengan nasehat, pembinaan dengan hukuman, pembinaan dengan cerita dan pembinaan dengan pembiasaan. Dalam hal guru juga mengalami kendala dalam pembinaan akhlak anak karena tidak semua anak yang berakhlak baik ada juga beberapa anak yang perlu asuhan dari guru supaya menjadi lebih baik.