Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

DELVIA

11 karya publik ditemukan.

2026: 32025: 22023: 12022: 22020: 22017: 1

Pengaruh Lingkungan Keluarga Terhadap Perilaku Bullying di SMK Negeri 1 Bukittinggi

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skiripsi ini berjudul “Pengaruh Lingkungan Keluarga Terhada Perilaku Bullying di SMK Negeri 1 Bukittinggi” yang disusun oleh Dila Delvianti 2622051. Program studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memberikan gambaran mengenai pengaruh lingkungan keluarga terhadap perilaku bullying siswa serta menjadi bahan masukan bagi sekolah, guru bimbingan dan konseling (BK), orang tua dan peneliti selanjutnya dalam upaya mencegah dan mengurangi perilaku bullying di lingkungan sekolah. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi perilaku bullying adalah lingkungan keluarga. Keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian, sikap, dan perilaku anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran lingkungan keluarga, gambaran perilaku bullying, serta pengaruh lingkungan keluarga terhadap perilaku bullying siswa di SMK Negeri 1 Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan skala likert sebagai alat pengumpulan data, dengan menggunakan metode regresi linear sederhana. Populasi penelitian adalah siswa kelas X dan XI SMK Negeri 1 Bukittinggi, sedangkan sampel penelitian berjumlah 130 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, uji regresi linear sederhana, dan koefisien determinasi (R²) dengan bantuan program SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberfungsian lingkungan keluarga siswa berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 73,76, perilaku bullying siswa berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 88,46, dan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara lingkungan keluarga terhadap perilaku bullying siswa. Hasil analisis regresi menghasilkan persamaan Y = 63,234 + 0,342XY, dengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,292 dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,085, yang berarti lingkungan keluarga memberikan kontribusi sebesar 8,5% terhadap perilaku bullying, sedangkan 91,5% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin baik lingkungan keluarga, maka kecenderungan perilaku bullying pada siswa semakin rendah.

Implementasi Pencabutan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan(PKH) Menurut Permensos Nomor 1 Tahun 2018 Ditinjau Dari Fiqh Siyasah Tanfidziyah (Studi Di Kelurahan Aur Tajungkang Tengah Sawah Kota Bukittinggi)

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Implementasi Pencabutan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Menurut Permensos Nomor 1 Tahun 2018 Ditinjau dari Fiqh Siyasah Tanfidziyah (Studi Di Kelurahan Aur Tajungkang Tengah Sawah Kota Bukittinggi)”, yang ditulis oleh Delvia, NIM 1322023, Program Studi Hukum Tatanegara, Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Skripsi ini dilatarbelakangi oleh adanya pelaksanaan pencabutan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kelurahan Aur Tajungkang Tengah Sawah Kota Bukittinggi terhadap keluarga yang berdasarkan hasil verifikasi, evaluasi, dan pemutakhiran data tidak lagi memenuhi ketentuan kepesertaan PKH. Berdasarkan hal tersebut, penulis ingin mengetahui: 1) Bagaimana implementasi pencabutan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) menurut permensos nomor 1 tahun 2018 di Kelurahan Aur Tajungkang Tengah Sawah. 2) Bagaimana tinjauan siyasah tanfidziyah terhadap implementasi pencabutan Keluarga Penrima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harpan (PKH) di Kelurahan Aur Tajungkang Tengah Sawah menurut Permensos Nomor 1 Tahun 2018? Penelitian ini menggunakan metode field research dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi secara langsung di Kelurahan Aur Tajungkang Tengah Sawah Kota Bukittinggi. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah pihak kelurahan, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), dan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH, sedangkan sumber data sekunder diperoleh melalui buku, jurnal, peraturan perundang-undangan, dan dokumen yang berkaitan dengan Program Keluarga Harapan. Adapun dalam menganalisis data, penulis menggunakan analisis deskriptif, deduktif, dan induktif untuk memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan pencabutan KPM PKH serta kesesuaiannya dengan ketentuan yang berlaku. Berdasarkan hasil penelitian 1) Pencabutan KPM PKH di Kelurahan Aur Tajungkang Tengah Sawah dilakukan melalui verifikasi, evaluasi, dan pemutakhiran data terhadap penerima yang tidak lagi memenuhi ketentuan kepesertaan, sesuai dengan tugas dan kewenangan pihak terkait untuk mewujudkan penyaluran bantuan yang tepat sasaran. Masyarakat pada umumnya memahami dan menerima kebijakan tersebut. 2) Ditinjau dari Fiqh Siyasah Tanfidziyah, pelaksanaan pencabutan KPM PKH telah mencerminkan prinsip amanah, keadilan, dan kemaslahatan serta pada prinsipnya sejalan dengan ketentuan Permensos Nomor 1 Tahun 2018 dalam mewujudkan penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat.

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Meaningful Instructional Design terhadap Pemahaman Konsep pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak di MAN 3 Pasaman Barat

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berjudul "Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Meaningful Instructional Design terhadap Pemahaman Konsep pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak di MAN 3 Pasaman Barat." Penelitian ini disusun oleh Delvia Putri, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Latar belakang penelitian ini adalah masih rendahnya pemahaman konsep peserta didik pada mata pelajaran Akidah Akhlak. Proses pembelajaran masih didominasi oleh metode ceramah sehingga peserta didik kurang aktif dalam membangun pemahamannya. Akibatnya, peserta didik cenderung menghafal materi tanpa memahami konsep secara mendalam. Oleh karena itu, diperlukan penerapan model pembelajaran yang mampu menghubungkan pengetahuan awal peserta didik dengan materi yang dipelajari sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Salah satu model yang dapat digunakan adalah Meaningful Instructional Design (MID). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Meaningful Instructional Design terhadap pemahaman konsep peserta didik pada mata pelajaran Akidah Akhlak di MAN 3 Pasaman Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experimental), menggunakan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran menggunakan model Meaningful Instructional Design dan kelas kontrol yang memperoleh pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes pemahaman konsep berupa pretest dan posttest. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Independent Samples t-Test dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pemahaman konsep peserta didik yang belajar menggunakan model pembelajaran Meaningful Instructional Design dengan peserta didik yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional. Nilai rata-rata pemahaman konsep peserta didik pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Meaningful Instructional Design berpengaruh signifikan terhadap pemahaman konsep peserta didik pada mata pelajaran Akidah Akhlak di MAN 3 Pasaman Barat.

Hubungan Pengguasan Keterampilan Guru Membimbing Diskusi Kelompok Kecil Dengan Keaktifan Belajar Fikih Siswa kelas IX Di MTS Adat Dan Syara'

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

This thesis was compiled by Suci Delviana Sari NIM 2121121. Islamic Religious Education Study Program. Faculty of Tarbiyah and Teacher Training. State Islamic University (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi with the title The Relationship Between Teachers' Mastery of Skills in Guiding Small Group Discussions with the Activeness of Jurisprudence Learning of Grade IX Students at MTS Adat and Syara'. Based on the background, it shows some students' behavior is less active, where activeness is one of the important things in the learning process. Low student activeness in participating in the teaching and learning process will certainly result in low student learning outcomes. The purpose of this study is to determine the relationship between the skills of guiding small group discussions and the activeness of fiqh learning in grade IX students at MTS Adat dan Syara'. The method used in this study was a quantitative correlation, with data collection techniques involving the distribution of research questionnaires and documentation. The sample size was 64 students from grades IX A, B, and C. Validity, reliability, normality, linearity, descriptive analysis, and Pearson correlation tests were used. The correlation coefficient (R) = 0.521 indicates a positive but moderate relationship between teacher mastery of skills in guiding small group discussions. The coefficient of determination (R Square) = 0.271, meaning that only 2.71% of the change in students' fiqh learning activity can be explained by teacher mastery of skills in guiding small group discussions. The significance value (p-value) = 0.001 is smaller than 0.05, so the relationship found is not statistically significant. Because the significance value (0.001) 0.05, the decision taken is: H₀ is accepted and Hₐ is rejected. Thus, it can be concluded that there is no significant effect between the relationship between mastery of skills in guiding small group discussions and student learning activity. Although the relationship is positive (r=0.521), the effect is moderate and not strong enough to be considered significant. Therefore, mastering small group discussion leadership skills is necessary to increase student learning engagement.

Efektivitas Pengelolaan Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Nagari Balingka Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Delvia NIM 3219311 Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Bisnis dan Islam UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Skripsi ini berjudul “Efektivitas Pengelolaan Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Di Nagari Balingka Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam” Kemiskinan merupakan permasalahan terbesar dalam suatu Negara. Kaum Wanita juga Mayoritas penduduk miskin di dunia. Mayoritas penduduk miskin lainnya kebanyakan juga tinggal di perdesaan mencapai 13,10% di bandingkan yang tinggal di perkotaan. Pemerintah mengembangkan kebijakan atau program untuk mengatasi masalah ini. Salah satunya itu termasuk bantuan langsung tunai atau yang biasa disebut BLT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Pengelolaan Program BLT Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Di Nagari Balingka Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam sudah efektif untuk mengurangi angka kemiskinan yang terjadi dipedesaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pengelolaan Program BLT di Nagari Balingka dikatakan belum efektif karena hal ini tidak sesuai aturan dan prosedur yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Yaitu ketepatan menentukan calon penerima BLT, ketepatan sasaran dan pengawasan Program yang sudah dirasakan oleh masyarakat adanya ketidakadilan dalam proses pendataan calon penerima BLT. Penggunaan dana BLT juga belum efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan hal ini terbukti dengan dana yang selalu cepat habis untuk keperluan kebutuhan pokok lainnya. Saran dari peneliti Perlu adanya pelatihan secara ulang bagi pendata Sosialisasi program BLT dilaksanakan oleh pihak pemerintah melalui organisasi masyarakat dan seharusnya meningkatkan pengawasan menyedikan nomor yang bisa dihubungi terkait dengan kesalahan dalam program BLT. Pemerintah hendaknya meningkatkan kemandirian masyrakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Kata Kunci: Efektivitas, Bantuan Langsung Tunai, Kesejahteraan Masyarakat

Tinjauan Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah terhadap Perlindungan Konsumen dalam Jual Beli Pakaian Preloved (Studi kasus di Pasar Tanjung Ampalu Kecamatan Koto VII Kabupaten Sijunjung)

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Tinjauan Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah terhadap Perlindungan Konsumen Dalam Jual Beli Pakaian Preloved” (Studi kasus di Pasar Tanjung Ampalu, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung), yang ditulis oleh Festi Delviana, Nim 1218048, Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) Fakultas Syariah Universitas Islam Negri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi oleh perkembangan zaman yang membuat masyarakat untuk berlomba-lomba dalam dunia fashion. Sehingga banyak masyarakat melakukan transaksi jual beli pakaian preloved, karena kualitas pakaiannya masih sangat bagus dan bermerek. Barang preloved adalah barang bekas pakai yang kondisinya masih bagus dan layak untuk digunakan kembali. Umumnya barang preloved yang dijual merupakan barang yang berasal dari merk terkenal (branded). Dalam pengamatan penulis, praktek jual beli pakaian preloved terdapat hak-hak yang tidak menjamin perlindungan konsumen. Adapun rumusan masalah dalam tulisan ini adalah bagaimana praktek jual beli pakaian preloved di Pasar Tanjung Ampalu dan untuk mengetahui bagaimana perlindungan konsumen terhadap jual beli pakaian preloved di Pasar Tanjung Ampalu menurut prespekti Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah. Penyusunan skripsi ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara, observasi, untuk menghasilkan data mengenai bentuk perlindungan konsumen dalam jual beli pakaian preloved di Pasar Tanjung Ampalu. Adapun dalam menganalisis data, penulis menggunakan metode deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, praktek jual beli pakaian preloved antara agen dengan pedagang tidak memenuhi syarat sah jual beli, karena pedagang memesan melalui telepon atau whatsapp dengan menyebutkan kode barang kemudian uangnya ditransfer, sehingga pedagang tidak dapat memeriksa barang tersebut secara langsung karena jarak antara agen dengan pedagang yang sangat jauh. Setelah pakaian tersebut sampai, barulah pedagang dapat memeriksa pakaian tersebut. Sedangkan praktek jual beli pakaian preloved anatara pedagang dengan pembeli sebagian sudah memenuhi rukun dan syarat sah jual beli. Dimana di saat transaksi jual beli, pembeli dapat memeriksa pakaian preloved yang akan dibeli, sehingga jual beli tersebut sudah memenuhi rukun dan syarat sah jual beli. Sedangkan jual beli pakaian preloved yang sudah dibungkus dalam satu paket, tidaklah memenuhi syarat sah jual beli, dimana pembeli tidak dapat memeriksa pakaian yang akan dibelinya. Dimana perlindungan konsumen dalam jual beli pakaian preloved sudah sejalan dengan perlindungan konsumen menurut hukum islam. seperti ada nya hak khiyar bagi pembeli dan penjual. Perlindungan konsumen di dalam jual beli pakaian preloved antara agen dengan pedagang belum terlaksanakan, karena dalam Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah konsumen memiliki hak khiyar. Sedangkan dalam prakteknya, pedagang tidak dapat memeriksa barang yang dibelinya dari agen tersebut, dikarenakan jarak antara agen dengan pedagang sangat jauh. Sedangkan perlindungan konsumen antara pedagang dengan pembeli belum sepenuhnya dijalankan, karena jual beli pakaian preloved yang dibungkus dalam satu paket tidak sesuai dengan syarat sah jual beli dan pembeli memiliki jangka waktu 3 hari untuk memutuskan akad, sedangkan praktek di lapanganan tidak sesuai, karena pedagang tidak memberikan hak khiyar kepada pembeli. Sedangkan jual beli pakaian preloved yang dijual dengan eceran sudah sejalan dengan perlindungan konsumen, karena disaat transaksi jual beli, pedagang sudah memberikan hak kepada pembeli untuk memeriksa barang tersebut sebelum dibelinya.

Persepsi Masyarakat Nagari Pasilihan Mengenai Baralek di Rumah Gadang (Studi Kasus di Nagari Pasilihan Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok)

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Persepsi Masyarakat Nagari Pasilihan Mengenai Baralek di Rumah Gadang (Studi Kasus di Nagari Pasilihan Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok)”. Yang disusun oleh Ratih Delviana Masta, Nim: 1117.089. Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syari’ah IAIN Bukittinggi. Faktor yang melatarbelakangi penulis dalam membahas skripsi ini adalah pada umumnya dari dahulunya rumah gadang itu sebagai symbol rumah adat minangkabau dan memiliki banyak fungsi seperti tempat tinggal keluarga, merawat keluarga yang sakit, pusat melaksanakan berbagai acara upacara adat, upacara turun mandi, khitan, kematian, pengangkatan datuak dalam prosesi batagak gala, tempat bermusyawarah bagi seluruh anggota kaum dalam membicarakan masalah bersama dalam sebuah suku, sebagai tempat pendidikan adat, agama dan sebagainya. Namun dengan seiringnya perkembangan zaman dan teknologi, di Nagari Pasilihan fungsi rumah gadang hanya sebagai tempat upacara adat pernikahan. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah pelaksanaan walimatul urs di rumah gadang dan faktornya di Nagari Pasilihan Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok dan bagaimana persepsi masyarakat Nagari Pasilihan Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok mengenai walimatul urs di rumah gadang. Jenis penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian lapangan (feld research) yang dilakukan di Nagari Pasilihan Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok. Informan dalam penelitian ini adalah tokoh adat, tokoh ulama, tokoh masyarakat dan masyarakat biasa. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini adalah setelah data terkumpul, diedit, dikelompokkan, diolah dan dianalisa dengan menggunakan analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan walimatul urs mesti dilaksanakan di rumah gadang tersebut dengan tujuan untuk memperkenalkan seseorang terhadap budaya dan adat istiadat nagari. Karena adat itu berlaku salingka nagari, sehinga dapat menjalin persaudaraan antara dua pihak keluarga. Selain itu juga dapat menjalin silaturrahmi dengan masyarakat dan melebur menjadi bagian masyarakat Nagari Pasilihan.

THE EFFECT OF EXTENSIVE READING TOWARDS STUDENTS' VOCABULARY MASTERY AT TENTH GRADE OF MTI KOTO TINGGI

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRACT Delvia Buana, 2314.122 “the effect of extensive reading towards students’ vocabulary mastery at tenth grade of mti koto tinggi”. In this study researcher found some problems that faced by students of class X in MAS TI koto Tinggi. The problems were: first, Students did not understand the meaning of vocabulary in the reading text. Secondly, Students seemed to have lack of willingness and interest in learn English. Thirdly, Students’ ability in English was still average especially in vocabulary and grammar. The study aimed to find out: (1) To find out whether there is a significant effect of using extensive reading towards students’ vocabulary mastery, (2) To find out whether there is a significant difference of students who are using extensive reading and students who are not using extensive reading, (3) To know whether students’ reading taught by using extensive reading is better than students who are not taught by it. The research was held at the MAS TI Koto Tinggi in X class with sample 24 students. The class research was consisted of two classes, the first was experiment class with 12 students and the second was control class with 12 students. The research carried out conducted from August to October 2020. The first to measure the students’ vocabulary mastery in reading text, the researcher did pre-test in both class, then the researcher gave treatment in experiment class by using extensive reading method than did post-test in both class to know the result. Data that has been collected was processed by using SPSS. 20 The results showed that most of the average score of pre-test in experiment class 55.67. The average score of post-test in experiment class was 81. That was means that the class category of student’s vocabulary mastery in reading skill after did treatment by using extensive method was increase from fair category into Very good category. The average score of pre test in control class was 58.67, then the average of post-test in control class was 66.67. it’s mean that the class category of student’s vocabulary mastery in reading skill after taught by using conventional method was increase in score, but the category was still in fair category, it was not creased the category. The results were known that T-Count (0.000) was smaller than T-table (0.005). It can be concluded that there was a significant difference of students who were using extensive reading against students who were not using extensive reading. Keywords: Extensive Reading, Vocabulary Mastery, Conventional Reading, The effect ABSTRAK Delvia Buana, 2314.122 “the effect of extensive reading towards students’ vocabulary mastery at tenth grade of mti koto tinggi”. Pada penelitian ini ditemukan beberapa masalah yang dihadapi oleh siswa kelas X di MAS TI koto Tinggi. Permasalahan tersebut ialah, pertama siswa tidak paham dengan kosa kata yang ada di dalam tekx reading, kedua para siswa tidak memiliki ketertarikan dalam belajar bahasa inggris, dan ketiga kemampuan siswa dalam bahasa inggris masih dibawah rata-rata terutama dalam hal vocabulary maupun grammatical. Tujuan dari penelitian ini ada tiga, yaitu : (1) untuk mengetahui apakah ada pengaruh dalam menggunakan metode extensive reading terhadap kemampuan siswa dalam vocabulary, (2) kedua, untuk mengetahui apakah adanya perbedaan yang signifikan terhadap siswa yang belajar menggunakan extensive reading terhadap siswa yang belajar dengan cara konvensional, (3). Untuk mengetahui apakah siswa yang diajarkan melalui extensive reading mendapatkan nilai yang lebih baik daripada siswa yang diajarkan dengan menggunakan cara konvensional. Penelitian dilaksanakan pada sekolah di MAS TI Koto Tinggi di kelas X dengan jumlah sample 24 orang siswa. Kelas terbagi menjadi dua bagian, kelas experiment class dengan jumlah sample 12 siswa, dan kelas control dengan jumlah siswa 12 orang. Waktu penelitian dilaksanakan dari bulan Agustus sampai Oktober 2020. Peneliti melakukan test pre-test di masing masing kelas, dan kemudian memberikan treatment menggunakan metode extensive reading untuk kelas experiment, sedangkan kelas control diajarkan menggunakan cara konvensional. Selanjutnya, data yang telah dikumpulkan di olah menggunakan program SPSS.20 Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test yang dilakukan oleh siswa di kelas experiment yaitu 55.67, sedangkan untuk rata-rata post-test ialah 81. Oleh karena itu berarti adanya peningkatan nilai yang didapatkan oleh siswa di kelas experiment, dan terjadi peningkatan kategori penilaian dari sedang menjadi sangat baik. Sedangkan untuk rata-rata nilai pre-test siswa di kelas kontrol ialah 58.67 dan nilai rata-rata post-test ialah 66.67. dari hasil penilaian kelas control menunjukan bahwa terjadi peningkatan nilai siswa namun category penilai tidak meninggkat. Hasil analisis data diketahui bahwa T hitung 0.000 lebih kecil dari T-table 0.05. kesimpulannya diketahui bahwa ada perbedaan signifikan antara hasil belajar siswa menggunakan metode extensive reading terhadap nilai siswa yang belajar dengan metode biasa. Kata kunci: extensive reading, Kosa kata, konvensional reading, pengaruh

IDENTITAS DAN NILAI-NILAI KEPESANTRENAN DI PONPES YATI KAMANG MUDIAK KECAMATAN KAMANG MAGEK KABUPATEN AGAM

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Tesis yang berjudul “Identitas dan Nilai-Nilai Kepesantrenan di Ponpes Yati Kamang Mudiak”ini ditulis oleh Delvianti, NIM. 201.18.021. Permasalahan yang diangkat dalam tesis ini beranjak dari fenomena memudarnya identitas dan nilai-nilai kepesantrenan di Ponpes YATI Kamang Mudiak. Untuk membuat penelitian lebih terfokus maka penulis memberikan batasan permasalahan menjadi tiga aspek yaitu mengenai aspek sejarah pendirian dan perkembangan Ponpes YATI Kamang Mudiak, model pendidikan dan distingsi keilmuan di Ponpes YATI Kamang Mduiak, dan kultur dan tradisi yang menjadi karakter Ponpes YATI Kamang Mudiak. Melalui rangkaian penelitian kualitatif penulis mengungkap beberapa fakta yang menarik di dalamnya. Hasil penelitian itu dapat diklasifikasikan menjadi tiga bagian. Pertama, Ponpes YATI didirikan oleh Buya H. Manshur Dt. Nagari Basa pada 03 Maret 1930. Pesantren ini secara ideologi berafiliasi pada organisasi Tarbiyah Islamiyah (saat ini Tarbiyah-Perti). Sejak didirikan pada tahun 1930 Ponpes YATI sudah melahirkan banyak ulama dan kalangan cendikiawan di tingkat lokal maupun nasional. Akan tetapi, dalam perkembangannya terutama sekali di era modern ini Ponpes YATI mengalami degradasi akibat tantangan zaman. Selain itu, persoalan internal yayasan juga membuat pesantren ini sulit menghadapi berbagai kemelut yang terjadi. Kedua, Ponpes YATI termasuk ke dalam kategori pesantren tradisional. Hal itu dapat dilihat dari model pembelajarannya masih menggunakan metode klasik. Adapun distingsi keilmuan yang dimiliki pesantren ini adalah terkenal dalam bidang fikih dan tasawuf. Namun pasca kematian Buya H. Manshur Dt. Nagari Basa distingsi keilmuan tersebut mengalami pergeseran. Kajian fikih dan tasawuf tidak lagi menjadi program unggulan pesantren. Program unggulan yang sedang dikembangkan Ponpes YATI saat ini adalah di bidang tahfizh al-Qur’an. Ketiga, sebagai pesantren tradisional, Ponpes YATI Kamang Mudiak tetap mempertahankan tradisi-tradisi yang sudah diwariskan oleh para guru-guru sebelumnya. Di antara tradisi atau kultur tersebut antara lain menjaga adab sebagai seorang santri, baik kepada Allah, guru, teman dan lingkungan sekitar. Konsep moral santri Ponpes YATI itu terkristal dalam ikrar atau janji santri Ponpes YATI Kamang Mudiak yang dibacakan setiap hari senin ketika upacara bendera. Tradisi lainnya yang masih dirawat adalah suluk, muhasabah, musabaqah, safari dakwah, dan tabligh akbar.

THE EFFECT OF USING FISHBOWL TECHNIQUE TOWARD STUDENTS' SPEAKING ACTIVITIES AT THE FIRST GRADE OF MAN MANINJAU IN ACADEMIC YEAR 2016/2017

2017 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

<p align="center"> <strong>ABSTRACT</strong></p> <p> &nbsp;</p> <p> <strong>Delvia Deliana, 2312.064. The Effect of Using Fishbowl Technique Toward Students&rsquo; Speaking Activities at the first grade Students of MAN Maninjau 2016/2017 Academic Year. A Thesis, State Islamic Institute (IAIN) Bukittinggi 2017.</strong></p> <p> &nbsp;</p> <p> This research was due to discover the effect of using fishbowl technique toward students&rsquo;speaking activities. It has been done at MAN Maninjau because most of the students of Senior High School still encounter problems in mastering English especially in speaking. Most of the students were not able to speak English because of personality and language factors. Then, the teacher still used the conventional technique such as the materials (dialogues) that was given to them was written on the whiteboard and then asked the students to act in front of the class or perform it. As a result, only some of the students got involved in the classroom activity.</p> <p> This research used experimental research. The researcher used a quasi-experimental design by using the pretest-posttest control group design. The population of this research was the first grade of MAN Maninjau. The sample was X IPA which was treated as experimental class and taught by using fishbowl technique and X IPS 2 was treated as control class and taught by using conventional technique. To determine the sample, the researcher used purposive sampling technique. The data was got through pretest and posttest to experimental and control classes. To analyze the data, the researcher used the normality by using Lilliefors test and the homogeneity test by using F test and to test the hypothesis, the researcher used t-test formula and consulted the result into t-table with level of the significance <img height="20" src="file:///C:\Users\Toshiba\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image002.png" width="10" />0.05/2= <img height="20" src="file:///C:\Users\Toshiba\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image002.png" width="10" />&nbsp;0.025 for the first and the second hypothesis, and the third hypothesis is (<img height="20" src="file:///C:\Users\Toshiba\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image002.png" width="10" />) = 0.05</p> <p> From the result and accounting the pre-test and post-test scores of the experimental class, it was found that the t-obtained (129.7) was higher than the t-table (2.000) with the degree of freedom (df) = 30+30-2 = 58 and level of significance (<img height="20" src="file:///C:\Users\Toshiba\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image004.png" width="16" />= 0.05/2<img height="20" src="file:///C:\Users\Toshiba\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image006.png" width="55" />. So that, the alternative hypothesis (Ha) was accepted which it means that there was significant effect of fishbowl technique in students&rsquo;speaking activities. Then, the calculation of post-test both classes: experimental and control classes was obtained the t-obtained (8.43) which was higher than the t-table (2.017) with the degree of freedom (df) = 30+15-2 = 43 and level of significance (<img height="20" src="file:///C:\Users\Toshiba\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image004.png" width="16" />= 0.05/2<img height="20" src="file:///C:\Users\Toshiba\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image006.png" width="55" />. So that, the alternative hypothesis (Ha) was accepted which it means that there is significant difference between using fishbowl technique and using conventional technique. Then, the t-obtained in post-test both classes was obtained t-obtained (8.43) which was higher than t-table (1.861) with degree of freedom (df) = 30+15-2 = 43 and level of significance (<img height="20" src="file:///C:\Users\Toshiba\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image002.png" width="10" />) = 0.05. So, it can be concluded that the entire hypothesis is accepted. It is proved that using fishbowl technique in students&rsquo; speaking activities can help the students in their speaking skill.</p> <p> &nbsp;</p> <p> <strong>Keywords: Fishbowl Technique, Speaking Activities</strong></p> <p align="center"> <strong>ABSTRAK</strong></p> <p> &nbsp;</p> <p> <strong>Delvia Deliana,2312</strong><strong>.</strong><strong>064. Pengaruh </strong><strong>Penggunaan</strong><strong> Fishbowl Teknik </strong><strong>terhadap </strong><strong>Aktivitas Berbicara Siswa di kelas </strong><strong>1</strong><strong> MAN Maninjau </strong><strong>Tahun Akademik </strong><strong>2016/2017. Skripsi, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi 2017.</strong></p> <p> &nbsp;</p> <p> Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pengaruh penggunaan teknik akuarium dalam kegiatan berbicara siswa. Penelitian telah dilakukan di MAN Maninjau karena sebagian besar siswa MAN masih mengalami masalah dalam menguasai bahasa Inggris terutama dalam berbicara. Sebagian besar siswa tidak mampu berbahasa Inggris karena kepribadian dan faktor bahasa. Guru masih menggunakan teknik lama materi(dialog) diberikan kepada mereka dan&nbsp; menuliskannya di papan tulis, kemudian meminta siswa untuk berbicara/mempraktekkannya di depan kelas. Akibatnya, hanya beberapa siswa terlibat dalam kegiatan kelas.</p> <p> &nbsp;</p> <p> Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental. Peneliti menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan menggunakan pretest-posttest control group design. Populasi penelitian ini adalah kelas pertama MAN Maninjau. sampel adalah X IPA yang diperlakukan sebagai kelas eksperimen dan diajarkan dengan menggunakan teknik akuarium dan X IPS 2 diperlakukan sebagai kelas kontrol dan diajarkan dengan menggunakan teknik konvensional. Untuk menentukan sampel, peneliti menggunakan teknik purposive sampling. Data itu mendapat melalui pretest dan posttest untuk eksperimen dan kontrol kelas. Untuk menganalisis data, peneliti menggunakan normalitas dengan menggunakan uji Lilliefors dan uji homogenitas dengan menggunakan uji F dan untuk menguji hipotesis, peneliti menggunakan rumus t-test dan berkonsultasi hasilnya ke t-tabel dengan tingkat signifikansi (&alpha; ) 0.05 / 2 = 0,025 untuk hipotesis pertama dan kedua dan &alpha; 0,05 untuk ketiga.</p> <p> &nbsp;</p> <p> Dari hasil dan akuntansi skor pre-test dan post-test kelas eksperimen, ditemukan bahwa t-memperoleh (129.7) lebih tinggi dari t-tabel (2.000) dengan derajat kebebasan (df) = 30 + 30 -2 = 58 dan tingkat signifikan (&alpha;) = 0,05 / 2 = 0.025. Sehingga, hipotesis alternatif (Ha) diterima yang artinya bahwa ada pengaruh yang signifikan dari teknik akuarium dalam kegiatan berbicara siswa. Kemudian, perhitungan post-test kedua kelas: eksperimen dan kontrol kelas diperoleh t-diperoleh (8.43) yang lebih tinggi dari t-tabel (2,017) dengan derajat kebebasan (df) = 30 + 15-2 = 43 dan tingkat signifikansi (&alpha;) = 0,05 / 2 &alpha;) 0,025. Sehingga, hipotesis alternatif (Ha) diterima yang artinya bahwa ada perbedaan yang signifikan antara menggunakan teknik akuarium dan menggunakan teknik konvensional. Kemudian, t-diperoleh di pos-tes kedua kelas diperoleh t-diperoleh (8.43) yang lebih tinggi dari t-tabel (1.861) dengan derajat kebebasan (df) = 30 + 15-2 = 43 dan tingkat signifikansi ( &alpha;) = 0,05. Jadi,dapat disimpulkan bahwa seluruh hipotesis diterima. Hal ini membuktikan bahwa menggunakan teknik akuarium dalam kegiatan berbicara siswa dapat membantu siswa dalam keterampilan berbicara mereka.</p> <p> &nbsp;</p> <p> Kata kunci: Teknik Fishbowl, AktivitasBerbicara</p>