ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perancangan sistem informasi untuk pelanggaran siswa menawarkan solusi yang efektif bagi masalah pencatatan data pelangaran yang selama ini dikelola secara manual. Keluhan dari guru BK yang kesulitan dalam mengelola data poin pelangaran, serta kekhawatiran orang tua terkait kurangnya informasi tentang kedisiplinan anak mereka di sekolah, menjadi alasan utama di balik pembuatan sistem ini. Tujuan utama dari penciptaan sistem informasi ini adalah untuk menyederhanakan pengelolaan pelanggaran disiplin di lingkungan sekolah. Dalam kaitannya dengan penelitian ini, metode Penelitian dan Pengembangan, (R&D) dipilih sebagai kerangka kerja dalam pengembangan produk, yang pada akhirnya diuji keefektifannya. Proses pengembangan dilaksanakan melalui model prototyping, yang terbagi ke dalam lima tahap utama: Communication, Quick Plan, Model Quick Desain, Construction, Deplyoment, Delivery & Feedback. Untuk memastikan kelayakan produk, dilakukan serangkaian pengujian yang meliputi uji validitas (terdiri dari validitas produk, konten, konstruk, dan bahasa), uji praktikalitas, serta uji efektivitas. Berhasilnya pembuatan Sistem Informasi Pelanggaran Tata Tertib Siswa di MTsS Panyinggahan Maninjau dengan menggunakan framework Codeigniter terbukti melalui hasil validasi. Produk ini memperoleh rata-rata nilai validitas sebesar 0.86, menandakan bahwa sistem tersebut sangat valid. Dalam hal praktikalitas, sistem dinilai sangat tinggi oleh satu guru BK dan tiga guru lainnya, dengan skor mencapai 0.97. Adapun uji efektivitas yang dilakukan terhadap tiga puluh siswa menghasilkan nilai 0.88, masuk dalam kategori tinggi. Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa sistem yang dirancang layak dan bermanfaat untuk digunakan dalam memantau dan mengelola data pelanggaran siswa di sekolah tersebut.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Teknologi informasi dan komunikasi yang semakin berkembang dari waktu ke waktu menyebabkan hampir semua aspek kehidupan sudah melibatkan teknologi informasi untuk memudahkan aktifitas yang dilakukan. Salah satunya adalah sistem informasi yang telah digunakan di berbagai bidang, terutama bidang pendidikan, dimana pendidikan merupakan dimana segala upaya manusia untuk merubah dirinya dan mendapatkan ilmu untuk masa depannya. Dunia pendidikan adalah dunia bagi remaja dalam mencari ilmu dan jati dirinya, dimana sebagian besar waktu remaja banyak dihabiskan di sekolah, oleh sebab itu diperlukan bimbingan dan perhatian yang dapat membantu pelajar mengatasi setiap permasalahan yang terjadi. Hal inilah yang melatar belakangi penulis melakukan perancangan sistem informasi ini, agar bisa membantu siswa dalam melakukan konsultasi dengan guru bimbingan konseling serta memudahkan guru bimbingan dalam perekapan data bimbingan konseling agar terarsipkan dengan baik dan aman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan Research and Development (R&D). Penelitian ini juga dilakukan dengan memanfaatakan fasilitas konputer dalam perancangan, pengujian, dan pengoptimalan hasil dari penelitian yang telah penulis lakukan. Hasil dari penelitian ini adalah : (1) desain sistem menggunakan model pengembangan Fountain dengan 5 tahap yaitu, Analysis, Requirements Specification, Design, Coding, Testing and Integration, Operation, Maintenance and Evaluation. (2) Terciptanya sebuah sistem informasi yang mampu membantu konsultasi guru bimbingan konseling dengan siswa di SMKN 1 Tanjung Raya serta membantu guru bimbingan konseling dalam rekap data sehingga praktis dan aman. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan diperoleh hasil uji validitas produk sebesar 0.76 dengan kriteria valid, praktikalitas produk sebesar 0,81 dengan kategori sangat tinggi, efektivitas produk sebesar 0,90 dengan kriteria tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem informasi yang penulis rancang diharapkan mampu untuk menjadi fasilitas yang dapat membantu konsultasi bimbingan konseling antara guru bimbingan konseling dengan siswa serta dapat membantu guru bidang studi dlam pelaporan pelanggaran siswa sehingga guru bimbingan konseling dapat memberikan tindakan dan bimbingan pada siswa dan proses konsultasi dapat berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Reka Sabna Citra,2517.036 “Perancangan Sistem Informasi Bimbingan Konseling Siswa di SMAN 1 Batang Kapas Menggunakan Framework Codeigniter(CI)”. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri(IAIN) Bukittinggi. Sekolah merupakan sarana pendidikan formal yang harus bisa memberikan pelayanan maupun fasilitas yang terbaik untuk siswanya. Sekolahpun hendaknya memberikan informasi tentang bagaimana perkembangan belajar setiap siswa dan perilaku siswa, sehingga dalam hal ini dibutuhkan bimbingan dan konseling (BK). Bidang bimbingan konseling SMA Negeri 1 Batang Kapas sebagai instasi yang berhubungan langsung dengan siswa terkait dengan kedisiplinan siswa memerlukan sistem informasi berbasis komputerisasi untuk mengelolah data agar lebih optimal. Hal tersebut dilakukan karena bidang bimbingan konseling belum memanfaatkan sistem yang terkomputerisasi dalam melakukan kegiatan kerjanya, pihak sekolah masih menggunakan sistem konversional seperti dalam membuat laporan absensi dan data pelanggaran. Hal inilah yang melatarbelakangi peneliti untuk merancang sebuah sistem informasi bimbingan konseling siswa dengan menggunakan framework codeigniter(CI). Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) yang merupakan metode penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan serta menguji keefektifan produk, model yang lebih unggul, baru, efektif, dan efesien. Model penelitian yang digunakan adalah model 4D dan model pengembangan sistem SDLC waterfall. Bahasa pemograman yang digunakan adalah bahasa PHP dibantu dengan database MySQL dengan framework codeigniter. Dari hasil uji validitas produk yang dilakukan dengan 3 orang dosen ahli teknologi informasi, sistem dinyatakan sangat valid dengan rata-rata 0,91. Selanjutnya uji praktikalitas yang dilakukan kepada dua orang guru bk dan satu walas, sistem dinyatakan sangat praktis dengan rata-rata 0,91. Terakhir uji efektifitas yang dilakukan kepada dua orang walas, dua guru mapel, dan tiga orang siswa, sistem memiliki nilai efektifitas sangat tinggi dengan rata-rata 0,91