Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

49 hasil
Subjek: Film
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA IBU DAN ANAK DALAM FILM KOMANG KARYA NAYA ANINDITA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Komunikasi Interpersonal Antara Ibu dan Anak dalam Film Komang Karya Naya Anindita”, disusun oleh Miftahul Jannah dengan NIM 4322031, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk komunikasi interpersonal antara ibu dan anak dalam film Komang karya Naya Anindita berdasarkan lima kategori dimensi komunikasi interpersonal menurut Joseph A. DeVito, yaitu keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif dan kesetaraan. Film Komang dipilih karena menampilkan hubungan ibu dan anak yang dipengaruhi oleh perbedaan pandangan, pilihan hidup, dan nilai-nilai budaya Bali. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi. Objek penelitian adalah film Komang karya Naya Anindita yang diliris tahun 2025. Data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi terhadap adegan, dialog, ekspesi, serta komunikasi verbal dan nonverbal yang berkaitan dengan lima dimensi komunikadi interpersonal Joseph A. DeVito. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal antara Meme dan Komang mengalami perubahan dari awal hingga akhir cerita. Dimensi keterbukaan diperlihatkan melalui perkembangan komunikasi dari penyampaian informasi sehari-hari menuju penggungkapan perasaan yang lebih mendalam antara Meme dan Komang. Dimensi empati diperlihatkan melalui perubahan sikap Meme yang pada awalnya lebih mengutamakan rasa khawatir, pengalaman hidup, dan nilai-nilai budaya daripada mengutamakan kondisi emosional anak, hingga akhirnya mampu memahami perasaaan anaknya. Dimensi dukungan diperlihatkan dengan perubahan sikap Meme yang semula cenderung mengontrol pilihan hidup Komang menjadi memberikan dukungan dan restu terhadap keputusan Komang. Dimensi sikap positif diperlihatkan dengan hubungan yang sempat dipenuhi ketegangan akibat konflik, kemudian berkembang menjadi komunikasi yang lebih hangat melalui sikap saling menerima dan menghargai. Kemudian, dimensi kesetaraan diperlihatkan dengan perubahan sikap Meme yang mulai memberi ruang kepada Komang untuk menyampaikan pendapat serta menentukan pilihan hidupnya sendiri. Dengan demikian, film Komang menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang efektif berkembang melalui keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif, dan kesetaraan sehingga mampu memperkuat hubungan ibu dan anak.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Komunikasi Persuasif Tokoh Walid dalam film bidaah Season 1 Analisis Semiotika Roland Barthes

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Film sebagai media komunikasi massa tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga mampu membentuk cara pandang, sikap, dan perilaku masyarakat melalui berbagai pesan yang disampaikan. Serial Bidaah menampilkan tokoh Walid sebagai pemimpin kelompok yang memanfaatkan komunikasi persuasif untuk memengaruhi perempuan melalui penyampaian ajaran, simbol, dan narasi keagamaan. Fenomena tersebut menarik untuk dikaji karena memperlihatkan bagaimana simbol, bahasa, dan narasi keagamaan digunakan sebagai alat legitimasi dalam membangun kepatuhan dan loyalitas pengikut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk komunikasi persuasif tokoh Walid terhadap perempuan serta mengungkap makna tanda dan simbol yang digunakan berdasarkan analisis semiotika Roland Barthes. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat secara teoritis sebagai pengembangan kajian komunikasi persuasif dan semiotika media, serta secara praktis menjadi referensi bagi akademisi dan masyarakat dalam memahami bentuk manipulasi komunikasi yang berkedok agama. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data primer diperoleh dari film Bidaah season 1, sedangkan data sekunder berasal dari buku, jurnal, dan literatur yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan teori semiotika Roland Barthes melalui tahapan makna denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Walid memanfaatkan lima teknik komunikasi persuasif, yaitu asosiasi, integrasi, pay-off and fear arousing, icing, dan red herring, yang dikemas melalui simbol-simbol religius, janji keselamatan, ancaman spiritual, serta pencitraan sebagai pemimpin yang memiliki legitimasi agama. Simpulannya, komunikasi persuasif yang dibangun Walid berhasil menciptakan kepatuhan dan loyalitas pengikut melalui konstruksi makna yang manipulatif, sehingga film Bidaah menjadi representasi kritik terhadap penyalahgunaan simbol agama sebagai alat eksploitasi perempuan dan legitimasi kekuasaan

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS NILAI NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM FILM RANAH TIGA WARNA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berjudul Analisis Nilai- Nilai Pendidikan Islam dalam Film Ranah Tiga Warna, ditulis oleh Putri Wulan Dari 2122323 program studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini membahas tentang Nilai- Nilai Pendidikan yang terdapat dalam film Ranah Tiga Warna. Penelitian ini di latar belakangi pentingnya penanaman nilai- nilai pendidikan Islam kepada kepada generasi muda melalui media yang menarik salah satunya film. Film di pilih sebagai objek penelitian karena merupakan media audiovisual yang memiliki kemampuan menyampaikan pesan pendidikan secara efektif dan dekat dengan kehidupan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan ( library research). Sumber data utama penelitian ini adalah film Ranah Tiga Warna. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi terhadap dialog, adegan dalam film tersebut. Data di analisis menggunakan metode Cotent Analysis Klaus Krippendorff. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Ranah Tiga Warna merepresentasikan nilai- nilai pendidikan Islam yang terdiri atas nilai akidah, ibadah, dan akhlak. Nilai akidah yang di temukan meliputi Iman kepada Allah, syukur kepada Allah, tawakal kepada Allah. Nilai ibadah yang di temukan meliputi Shalat, Membaca Al-Quran, doa dan zikir. Nilai akhlak yang di temukan meliputi menghormati orang tua, tolong menolong, sabar dan pantang menyerah. Dari ketiga kategori tersebut, nilai akhlak merupakan kategori yang paling dominan ditampilkan dalam film. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa film Ranah Tiga Warna merepresentasikan nilai- nilai pendidikan Islam secara utuh yang di gambarkan melalui nilai akidah, ibadah, dan akhlak dalam perjalanan hidup tokoh Alif. Oleh karena itu film ini layak di jadikan sebagai media pembelajaran Pendidikan Agama Islam untuk membantu menanamkan nilai- nilai keislaman dan membentuk karakter peserta didik.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam Film Buya Hamka Vol.1

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gia Novita Sari, NIM: 2122369, Judul Skripsi “Analisis Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam Film Buya Hamka Vol.1” Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran film sebagai media penyampaian pesan pendidikan yang dapat memengaruhi pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai keislaman. Salah satu film yang merepresentasikan nilai-nilai pendidikan Islam adalah film Buya Hamka Vol.1. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai Spendidikan Islam, representasi nilai-nilai pendidikan Islam yang ditampilkan melalui tokoh, dialog, dan alur cerita serta relevansinya terhadap pembelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka (library research) dan teknik analisis isi. Sumber data yang digunakan terdiri dari sumber data primer yaitu film Buya Hamka Vol.1. Sumber data sekunder yaitu berupa buku-buku, majalah, dan literatur yang relevan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi terhadap film dan studi pustaka, sedangkan wawancara digunakan sebagai data pendukung untuk memperkuat hasil analisis. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi, serta keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, nilai-nilai pendidikan Islam yang ditemukan dalam film Buya Hamka Vol.1 antara lain nilai aqidah, ibadah, dan akhlak. Nilai aqidah meliputi iman kepada Allah, iman kepada kitab, iman kepada rasul, iman kepada qada dan qadar. Nilai ibadah tercermin melalui pelaksanaan shalat, doa, dan menuntut ilmu. Nilai akhlak mencakup akhlak kepada Allah, akhlak kepada sesama (akhlak kepada diri sendiri, akhlak kepada keluarga, akhlak kepada masyarakat), dan akhlak kepada alam/lingkungan. Kedua, representasi nilai-nilai tersebut ditampilkan melalui karakter tokoh Buya Hamka, dialog yang bernuansa religius, serta alur cerita yang menggambarkan keteladanan dalam kehidupan pribadi maupun sosial. Ketiga, nilai pendidikan Islam yang terdapat dalam film memiliki relevansi yang kuat terhadap pembelajaran PAI khususnya sebagai media pembelajaran audiovisual yang konteks untuk menjalaskan nilai aqidah, ibadah dan akhlak bagi peserta didik di era modern.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Implementasi Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam Film Perjalanan Pembuktian Cinta Karya M. Ali Ghifari

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

This thesis, written by Rahma Dinda Ismet Disty (Student ID 2122241), is titled “The Implementation of Islamic Educational Values in the Film Perjalanan Pembuktian Cinta,” Faculty of Tarbiyah and Teacher Education, Sjech M. Djamil Djambek State Islamic University, Bukittinggi, 2026. In today’s modern era, Islamic education has developed dynamically. Islamic education is not only found in visual forms (books) but also in films (audiovisual media). One such film contains Islamic educational content and profound moral messages. Therefore, this study aims to identify the Islamic educational values present in the film “Perjalanan Pembuktian Cinta”, the portrayal of the characters’ roles, and the relevance of the film to Islamic Religious Education (PAI) instruction. The method used in this study is a descriptive qualitative approach based on a literature review, applying content analysis techniques through a documentation instrument. This approach was chosen to dissect, identify, understand, and analyze in depth every dialogue, plot, and characterization in the film Perjalanan Pembuktian Cinta. Through the documentation of primary data in the form of the film itself, this study was able to unravel Islamic educational values, character representations, and their relevance to Islamic Religious Education (PAI). The results of the study show that the film “Perjalanan Pembuktian Cinta” embodies Islamic educational values, including values of faith (belief in Allah, the angels, the scriptures, the prophets and messengers, the Day of Judgment, and qada and qadar), values of worship (prayer, supplication, reciting the Quran, seeking knowledge, and the concept of marriage), as well as moral values encompassing conduct toward Allah, parents, and fellow human beings. These values are strongly represented through the characters’ behavior, dialogue, consistent attitudes in facing life’s trials, and decision-making in accordance with Islamic law. This film is highly relevant to Islamic Religious Education (PAI), particularly as a contextual audiovisual learning medium for explaining the values of faith and ethics to students in the modern era.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Nilai-Nilai Pendidikan Ssosial Dalam Folm Omar Dan Hana Perspektif Pendidikan Islam

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan sosial yang terdapat dalam beberapa episode film animasi Omar dan Hana serta relevansinya dalam perspektif Pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitati pendekatan kepustakaan (library research) dan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Omar dan Hana mengandung nilai pengabdian, tolong-menolong, kekeluargaan, ketaatan, dan kepedulian sosial yang ditampilkan melalui dialog dan interaksi tokoh. Nilai-nilai tersebut relevan dengan Pendidikan Islam dan dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dalam menanamkan pendidikan sosial pada anak sejak dini.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Agenda Setting Film Kucumbu Tubuh Indahku

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Komunikasi persuasif memiliki peran penting dalam praktik pengobatan tradisional yang masih dipercaya oleh masyarakat Pasaman, Sumatera Barat. Dukun Bedeng dipandang tidak hanya sebagai penyembuh, tetapi juga sebagai figur yang mampu membangun keyakinan pasien melalui komunikasi yang menenangkan, simbolik, dan sarat makna spiritual. Proses pengobatan yang dijalankan tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga psikologis dan spiritual pasien. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan teori komunikasi persuasif Carl Hovland yang menekankan unsur komunikator, pesan, media, dan komunikan. Hasil temuan menunjukkan bahwa Dukun Bedeng memanfaatkan komunikasi verbal dan nonverbal, seperti bahasa sugestif, ritual pengobatan, serta sikap empatik untuk menumbuhkan kepercayaan pasien. Pada penelitian ini ditemukan bahwa pelaksanaan komunikasi persuasif dalam praktik pengobatan tradisional oleh Dukun Bedeng berjalan dengan baik. Hal ini tercermin dari terpenuhinya unsur-unsur komunikasi persuasif menurut teori Carl Hovland, yaitu komunikator, pesan, media, dan komunikan. Dukun Bedeng mampu menyampaikan pesan sugestif melalui komunikasi verbal dan nonverbal yang sesuai dengan kondisi pasien, sehingga membentuk kepercayaan dan keyakinan pasien terhadap proses pengobatan yang dijalani.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Semiotika Pesan Moral dalam Film Siksa Neraka Anggy Umbara dan Implikasinya Terhadap Penonton

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi atas nama GAFIFAH HANUM, NIM 4320054, yang berjudul “ANALISIS SEMIOTIKA PESAN MORAL DALAM FILM SIKSA NERAKA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENONTON “, Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pesan moral dalam film Siksa Neraka yang diproduksi oleh Dee Company , Untuk mengkaji pesan-pesan moral yang terkandung dalam film Siksa Neraka serta menganalisis implikasi pesan tersebut terhadap penonton dengan menggunakan pendekatan semiotika Ferdinand De Saussure, film sebagai media komunikasi massa memiliki kemampuan menyampaikan pesan moral dan nilai-nilai keagamaan melalui simbol , tanda visual, dialog, dan alur cerita yang disajikan secara audiovisual. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi terhadap adegan-adegan dalam film Siksa Neraka, Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi penanda (siginifier) dan petanda (signified) pada setiap adegan yang mengandung pesan moral, kemudian diinreperstasikan maknanya berdasarkan teori semioktika Ferdinand De Saussure. Fokus analisis meliputi pesan moral dalam hubungan manusia dengan tuhan, moral dalam hubungan manusia dengan diri sendiri, moral dalam hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup lingkungan alam dan moral dalam hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkungan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Siksa Neraka mengandung pesan moral yang kuat, terutama terkait ketaatan beribadah, kejujuran, tanggung jawab, berbakti kepada orang tua, serta kesadaran akan kosekuensi perbuatan di dunia dan akhirat. Implikasi terhadap penonton terlihat dari munculnya rasa takut untuk berbuat dosa, meningkatkan kesadaran religius, serta dorongan untuk memperbaiki perilaku sesuai dengan ajaran agama islam. Dengan demikian film Siksa Neraka tidak hanya berfungsi sebagai hiburan,tetapi juga sebagai media dakwah dan refleksi moral bagi masyarakat. Kata kunci : Pesan Moral, Semiotika, Film, Implikasi Penonton

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pesan Moral Dalam Film Thaghut

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Film merupakan salah satu media komunikasi yang memiliki kekuatan persuasi yang sangat signifikan dalam menyampaikan berbagai pesan kepada penontonnya. Selain berfungsi sebagai sumber hiburan yang mampu menghibur dan mengisi waktu luang, film juga berperan penting sebagai sarana efektif dalam penyampaian nilai-nilai moral serta pesan-pesan edukatif yang dapat membentuk karakter dan perilaku masyarakat. Salah satu contoh konkret adalah film berjudul Thaghut, yang masuk dalam genre horor dan mengangkat kisah yang mendalam dan penuh makna. Film ini mengisahkan perjalanan Ainun, seorang tokoh utama yang sangat mengagumi Abah Mulya, sosok yang dikenal memiliki banyak kesaktian dan kebijaksanaan. Namun, di balik kehebatannya, Abah Mulya secara berkelanjutan menghadapi berbagai ujian yang berkaitan dengan kepercayaan serta nilai persaudaraan, yang menjadi inti dari konflik dalam cerita. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif sebagai landasan utama dalam mengkaji objek studi yang berupa film Thaghut. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan penelitian untuk menggali secara mendalam makna-makna yang terkandung dalam film melalui interpretasi yang sistematis dan kontekstual. Sebagai kerangka teoritis, penelitian ini menerapkan analisis semiotika yang dikembangkan oleh Charles Sanders Peirce, yang berfokus pada tiga unsur fundamental dalam tanda yaitu representamen, object, dan interpretant. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya berhasil mendeskripsikan elemen-elemen semiotik dalam film Thaghut, melainkan juga mampu mengungkap kedalaman makna moral yang terkandung di dalamnya.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM, MODERASI BERAGAMA, DAN MULTIKULTURALISME DALAM FILM BAJRANGI BHAIJAAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berjudul Nilai-Nilai Pendidikan Islam, Moderasi Beragama, dan Multikultural dalam Film Bajrangi Bhaijaan, yang disusun oleh Ferli Novanda, Nim: 2121253, dari Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran media film sebagai sarana penyampaian pesan pendidikan yang dapat memengaruhi pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan. Film tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media dakwah dan pendidikan moral yang mampu menanamkan nilai-nilai positif kepada penontonnya. Salah satu film yang mengandung pesan moral, sosial, dan religius adalah Bajrangi Bhaijaan, yang menggambarkan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, serta penghargaan terhadap perbedaan agama dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan Islam, moderasi beragama, dan multikultural yang terdapat dalam film Bajrangi Bhaijaan. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka (library research) dan analisis isi. Subjek penelitian adalah film Bajrangi Bhaijaan sebagai sumber data. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan pedoman analisis nilai yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan nilai-nilai yang terkandung dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini mengandung tiga kelompok nilai utama. Pertama, nilai pendidikan Islam, meliputi akidah, ibadah, dan akhlak. Kedua, nilai moderasi beragama, mencakup toleransi, komitmen kebangsaan, anti kekerasan, serta sikap akomodatif terhadap budaya lokal. Ketiga, nilai multikultural, meliputi penghargaan terhadap perbedaan, solidaritas sosial, dialog antarbudaya, keadilan sosial, dan partisipasi sosial. Kata Kunci: nilai pendidikan Islam, moderasi beragama, multikultural, film Bajrangi Bhaijaan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pesan Dakwah Dalam Film Pantaskah Aku Berhijab

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul Analisis Pesan Dakwah Dalam Film Pantaskah Aku Berhijab ditulis oleh Rika Putri Arista NIM 4321046, Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwa Universitas Negeri Islam (UIN) Syech M.Djamil Djambek Bukttingg Menonton film merupakan salah satu hobi masyarakat. Dengan menonton film kita mendapat hiburan tersendiri bahkan tidak hanya itu, menonton film kita juga akan mendapat informasi yang baru serta motivasi. Sehingga dengan hadirnya film yang bernuansa religi dan pesan-pesan keagamaan didalamnya tentu menjadi suatu hal yang sangat baik, mengingat film merupakan salah satu media yang banyak digunakan untuk berdakwah saat ini. Hijab merupakan identitas perempuan muslimah, banyak film yang mengangkat tema hijab, salah satu film yang bertema hijab dan mengandung unsur religi serta pesan dakwah dalam adegannya adalah film Pantaskah Aku Berhijab. Film ini menceritakan tentang sosok perempuan bernama Sofi yang sedang mencari jati diri dan memutuskan untuk berhijab setelah mengalami permasalahan di hidupnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui isi pesan dakwah pada film Pantaskah Aku Berhijab yang mencakup kategori pesan akidah, syariah dan akhlak.. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan matode analisis isi (Content Analysis) tujuannya adalah untuk memahami dan menganalisis isi pesan dakwah dalam film Pantaskah Aku Berhijab. Dengan metode kualitatif memungkinkan peneliti untuk menjelajahi makna yang terkandung dalam pesan dakwah. Adapun sumber data dari penelitian ini yaitu file video, buku, skripsi, jurnal, situs internet dan lain sebagainya yang dianggap relevan dengan penelitian ini. Dan untuk mengumpulkan data peneliti menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Lalu teknik analisis data dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu : reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini yaitu peneliti menemukan beberapa pesan dakwah dalam film Pantaskah Aku Berhijab yang terdapat pada tiga kategori diantaranya kategori akidah, syariah dan akhlak. Terdapat 4 adegan yang mengandung pesan akidah yaitu anjuran untuk belajar dan membaca Al-Qur’an, anjuran untuk berdoa, anjuran untuk berdzikir, dan anjuran untuk senantiasa bertawakal atau berserah diri kepada Allah, dan 4 adegan mengandung pesan syariah yaitu larangan membunuh janin, kewajiban menutup aurat, hukum mengadzani bayi yang baru lahir, dan anjuran untuk bekerja. Serta 5 adegan yang mengandung pesan akhlak yaitu : bersyukur, bersabar, mengucapkan salam, berbakti kepada orang tua dan memberi maaf.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PESAN MORAL DALAM FILM TUHAN IZINKAN AKU BERDOSA KARYA HANUNG BRAMANTYO (PRESPEKTIF CHARLES SANDERS PIERCE)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini atas nama Riska Aulia, NIM 4321027, yang berjudul “Analisis Pesan Moral Dalam Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa Karya Hanung Bramantyo (Prespektif Charles Sanders Peirce)” maksud judul ini adalah penelitian yang berusaha untuk mendeskripsikan pesan moral yang terkandung dalam film Tuhan Izinkan Aku Berdosa. Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa merupakan film drama bergenre religi yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Film ini mengisahkan perjalanan pencarian jati diri seorang mahasiswi bernama Nidah Kirani, atau Kiran, yang digambarkan sebagai sosok perempuan cerdas dan taat beragama yang ingin mengabdikan hidupnya di jalan Tuhan. Namun, Kiran terjebak dalam kelompok agama yang keras, hingga akhirnya Kiran menggugat Tuhan atas berbagai peristiwa yang dialaminya. Metode yang digunakan adalah penelitian pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui pengamatan adegan-adegan film yang relevan dengan pesan moral, serta didukung oleh sumber-sumber sekunder seperti buku, jurnal, dan artikel. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce dengan menggunakan ikon, indeks, dan simbol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini mengandung sepuluh pesan moral, baik yang tersurat maupun tersirat. Pesan-pesan tersebut meliputi berdzikir, istighfar kesadaran iman, penyesalan atas dosa, berbagi, mendoakan yang telah meninggal, husnuzon (berprasangka baik) kepada Allah, memohon ampun, empati, berfikir kritis, dan menasehati. Pesan-pesan yang terkandung dalam film ini tidak terlepas dari konsep amar ma’ruf nahi munkar.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pesan Dakwah dalam Film Mencari Hilal

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “ PESAN DAKWAH DALAM FILM MENCARI HILAL ” yang disusun oleh Nurfadila Sadri dengan NIM. 4320036 pada program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah. Penelitian ini berangkat dari ketertarikan penulis terhadap film Mencari Hilal, yang berfungsi sebagai media dakwah dengan mengomunikasikan pesan-pesan keislaman melalui alur cerita dan karakter yang kompleks. Film ini menyampaikan dakwah secara reflektif dengan mengeksplorasi dinamika hubungan ayah dan anak dalam perjalanan mereka mencari hilal. Pendekatan ini berbeda dari metode dakwah konvensional yang biasanya disampaikan melalui ceramah atau pengajian, karena menampilkan nilai-nilai Islam melalui konflik keluarga dan perjalanan spiritual. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu jenis penelitian analisis isi kuantitatif yang berorientasi kepada hasil yang pasti dan jelas. Data pada penelitian ini diperoleh melalui observasi terhadap film mencari hilal dan dokumentasi. Penelitian ini dianalisis dengan teknik pengkodingan/ pengkategorisasian berdasarkan kategori substansi pesan pada film mencari hilal. Kemudian pengkodingan ini nantinya dilakukan dilembar kerja coding yang nanti akan memperoleh jumlah adegan per kategori dan kategori yang paling dominan. Penelitian yang telah dilakukan memperoleh hasil dari film mencari hilal, terdapat kategori pesan dakwah aqidah, syariah, dan akhlaq. Diperoleh empat adegan kategori pesan dakwah aqidah, tiga unggahan kategori pesan dakwah syariah dan tujuh kategori pesan dakwah akhlaq. Dan telah diketahui kategori paling dominan yakni kategori akhlaq dengan jumlah frekuensi sembilan dan persentase 50%.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pendidikan Nasionalisme Religius dalam Film Hamka dan Siti Raham Vol.2

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Anisa Febriani NIM: 2120069, Judul Skripsi: Pendidikan Nasionalisme Religius Pendidikan Islam dalam Film Hamka dan Siti Raham Vol. 2. Program Studi Pendidikan Agama Islam. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Universitas Islam Negeri (Uin) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2024. Pendidikan nasionalisme religius merupakan aspek penting dalam pembentukan karakter dan identitas masyarakat, terutama di Indonesia yang memiliki beragam agama dan budaya. Penelitian ini berjudul “Pendidikan Nasionalisme Religius dalam Film Hamka dan Siti Raham Vol 2” bertujuan untuk mengkaji bagaimana film ini menyajikan tema nasionalisme yang terintegrasi dengan nilai-nilai religius. Film “Hamka dan Siti Raham Vol 2” tidak hanya bercerita tentang kisah cinta, tetapi juga menampilkan perjuangan karakter dalam menghadapi tantangan sosial dan moral yang relevan dengan konteks kebangsaan dan keagamaan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui penontonan film secara mendalam, dokumentasi dan pencatatan hal-hal penting dengan rinci. Fokus utama kajian ini terletak pada unsur-unsur yang menunjang pendidikan nasionalisme dan religius, seperti karakter yang mencerminkan nilai kepahlawanan, dialog yang membahas identitas kebangsaan, serta adegan yang menggambarkan interaksi sosial antar tokoh yang berlandaskan pada prinsip kasih sayang dan toleransi yang berlandaskan kepada religius. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini menekankan pentingnya integrasi antara nilai-nilai nasionalisme dan ajaran agama sebagai fondasi dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berkeadilan berlandaskan keagamaan. Melalui karakter Hamka dan Siti Raham mengajarkan kepada para penonton dan kepada para pendidik unutk selalu menanamkan sikap cinta tanah air, setia pada agama dan negara, rela berkorban, dan menjaga solidaritas. Metode dan materi adalah suatu hal yang sangat penting untuk disampaikan. Dalam film ini Hamka dan Siti Raham menyampaikan dengan berbagai metode seperti, diksusi atau dialog, cerita atau narasi, teladan dan praktik, pendekatan keluarga, keterlibatan emosional. Guna untuk menyampaikan materi pembelajaran seperti pendidikan, etika dan agama, sastra dan kebudayaan, agama dan spritualitas. Materi dan bahan pembelajaran oleh Hamka dan Siti Raham diajarkan kapanpun dan dimanapun tidak terbatas ruang dan waktu, seperti di rumah, tanah lapang, dan masjid. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa film “Hamka dan Siti Raham Vol 2” berfungsi sebagai media pendidikan yang efektif untuk mengadaptasi dan menyebarluaskan nilai-nilai nasionalisme religius di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, penting bagi pembuat film dan pendidik untuk terus menciptakan karya-karya yang tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik dan menginspirasi masyarakat untuk mencintai bangsa serta memeluk nilai-nilai religius yang luhur. Kata Kunci: Pendidikan Nasionalisme, Religius, Film, Hamka, Siti Raham, Analisis Kualitatif.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pesan Moral dalam Film Satu Hari dengan Ibu (Analisis Semiotika Roland Barthes)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang dari penelitian ini adalah Film adalah media komunikasi massa yang sangat efektif untuk menyampaikan pesan moral kepada masyarakat. Dalam film”Satu Hari Dengan Ibu”pesan moral tentang nilai-nilai keluarga, hubungan ibu dan anak, pengorbanan, dan keberanian dapat ditemukan melalui analisis semiotika Roland Barthes, pendekatan yang mengungkap makna tersembunyi, simbol dan naratif yang terkandung dalam film.metode penelitian kualitatif, model analisis Semiotika Roland Barthes, Analisis semiotika Roland Barthes yang membagi makna menjadi denotasi, konotasi, dan mitos adalah metode analisis data yang dipilih penulis untuk menelaah potongan-potongan scene yang dilihat mengandung unsur pesan moral.Hasil dari penelitian dengan menggunakan analisis semiotika Roland Barthes, yaitu mencerminkan pesan moral yakni berupa pesan moral dalam kategori hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan diri sendiri, dan hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkungan sosial. makna pesan moral yang dominan adalah pada kategori hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkungan sosial. Maka pesan moral yang terkandung dalam film satu hari dengan ibu yaitu: 1.) Sholat lima waktu, 2.) berdoa, 3.) berserah diri kepada Tuhan, 4.) sabar, 5.) Tanggung jawab, 6.) menyesali perbuatan,7.) Tolong menolong, 8.) membantu ibu, 9.) meminta maaf, 10.) sedekah, 11.) memberi hadiah , 12.) kasih sayang dan perhatian.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Komunikasi Anak dan Orang Tua Berkebutuhan Khusus dalam Film Miraclle In Cell No. 7

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “POLA KOMUNIKASI ANAK DAN ORANG TUA BERKEBUTUHAN KHUSUS DALAM FILM MIRACLLE IN CELL No. 7” yang disusun oleh Arya Maulana Disastra dengan Nim 4320003 Program Studi S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah di Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2024. Film Miraclle In Cell No.7 berlatar belakang tentang kisah perjuangan seorang anak yang bernama Kartika yang menuntut sebuah keadilan atas kasus pencemaran nama baik ayahnya. Berfokus kepada bagaimana pola komunikasi yang dilakukan Kartika kepada ayahnya yang memiliki keterbatasan fisik. Berdasarkan konteks diatas maka tujuan penelitian ini untuk mengetahui apa saja pola komunikasi anak dan orang tua melalui teori Roland Barthes yang dilihat dari segi makna konotasi dan denotasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan melalui pengamatan terhadap film Miraclle In Cell No.7, sedangkan data sekunder diperoleh dari ulasan dan artikel film Miraclle In Cell No.7, dengan menggunakan beberapa langkah yaitu : observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam film Miraclle In Cell No.7 terdapat beberap pola komunikasi yang digunakan Kartika kepada ayahnya yang memiliki keterbatsan fisik yaitu pola komunikasi primer mengenai proses komunikasi yang terjadi oleh seorang komunikator kepada komunikan dengan menggunakan symbol atau bahasa isyarat dalam menyampaikan pikiran atau perasaannya. Pola komunikasi sekunder merupakan proses penyampaian pesan menggunakan alat sebagai media kedua setelah menggunakan symbol pada media pertama yang mana. Pola komunikasi linear yaitu pesan yang disampaikan dari suatu medium ke medium lainnya merupakan sebagai titik akhir dan bersifat pasif. Pola komunikasi sirkuler menggambarkan proses komunikasi dengan pola melingkar yang mana dalam proses itu terjadi feedback sebagai penentu utama keberhasilan komunikasi. Dari analisis yang peneliti gunakan yaitu analisis semiotika Roland Barthes memiliki pandangan yang peneliti lihat dari konflik yang sering terjadi dalam dunia nyata.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pesan Moral dalam Film Air Mata di Ujung Sajadah

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi atas nama MUTIA ANGGRAINI, NIM 4320049, dengan judul “Analisis Pesan Moral dalam Film Air Mata di Ujung Sajadah” Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2024. Film Air Mata di Ujung Sajadah merupakan film drama Indonesia yang paling banyak ditonton khalayak dengan jumlah penonton mencapai 3.127.671 berdasarkan daftar film Indonesia pada tahun 2023. Film ini juga termasuk film terlaris dan menduduki peringkat tiga teratas pada bulan September tahun 2023. Sedangkan untuk rating film ini mencapai 9,5/10 di TIX.ID dari 1,493 vote, 94 % rating google dan 8,6/10 IMDB. Film Air Mata di Ujung Sajadah menggambarkan pesan moral dan etika yang penting dalam konteks islam karena mengisahkan sebuah perjuangan seorang ibu dalam mencari anaknya yang sudah terpisah selama tujuh tahun lamanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan Data dilakukan dengan observasi dan dokumentasi. Subjek dari penelitian ini adalah film Air Mata di Ujung Sajadah yang ditayangkan oleh bioskop Indonesia dengan sutradara Key Mangunsong sedangkan objek penelitian yaitu potongan gambar atau visual yang terdapat pesan moral dengan durasi 105 menit. Berdasarkan hasil penelitian, analisis semiotika dalam Film Air Mata di Ujung Sajadah dapat ditemukan beberapa pesan moral dalam film tersebut sesuai dengan teori Burhan Nurgiyantoro, pesan moral yang ditemukan berupa sepuluh hubungan manusia dengan Tuhan, dua puluh satu hubungan manusia dengan diri sendiri dan dua belas hubungan manusia dengan orang lain dan satu hubungan manusia dengan alam. Terakhir, menurut Suseno pesan moral yang ditemukan yaitu kejujuran, kemandirian, kerendahan hati, keberanian moral, tanggung-jawab, diri sendiri apa adanya, dan kritis.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pesan Dakwah dalam Film "Hati Suhita" (Semiotika Roland Barthes)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi atas nama WIZRA HELMI, NIM 4320061, yang berjudul “ANALISIS PESAN DAKWAH DALAM FILM “HATI SUHITA” (SEMIOTIKA ROLAND BARTHES)”, Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pesan dakwah dalam film Hati Suhita yang diproduksi oleh Starvision Plus. Film termasuk kelompok komunikasi massa yang memiliki aspek hiburan serta edukatif. Tak hanya sebagai hiburan, film juga mengandung banyak pesan-pesan yang bisa merepresentasikan pesan dakwah dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang pesan dakwah dalam film Hati Suhita. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini, alat analisis menggunakan teori semiotika Roland Barthes yaitu dua tingkatan pertandaan, denotasi dan konotasi. Diamana peneliti menganalisis pesan dakwah yang ada dalam film Hati Suhita. Pesan dakwah terbagi menjadi tiga, yaitu pesan akidah, pesan syariah dan pesan akhlak. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menggunakan analisis semiotika roland barthes menunjukkan bahwa film Hati Suhita mengandung beberapa pesan dakwah. Pertama, pesan dakwah akidah: membaca Al-Qur’an (terdapat dalam Q.S Ar-ra’ad ayat 28), murojaah Al-Qur’an (terdapat dalam Q.S Al-Qamar ayat 17), mengucapkan Istigfar (terdapat dalam Q.S An-Nisa’ ayat 106), tidak menunda waktu sholat (terdapat dalam Q. Al-Baqarah ayat 21). Kedua, pesan dakwah syariah: berusaha (terdapat dalam Q.S An-Najm ayat 39-41), tabarrukan (terdalam dalam Q.S Al-Mu’minun ayat 29). Ketiga, pesan dakwah akhlak: Mikul Dhuwur Mendhem Jero (terdapat dalam Q.S Al-Baqarah ayat 187), keharmonisan suami istri (terdapat dalam Q.S Ar-Rum ayat 21) patuh kepada kedua orang tua (terdapat dalam Q.S Al-Isra’ ayat 23), birrul waalidain (terdapat dalam Q.S Al-Luqman ayat 15, berbakti kepada suami (terdapat dalam Q.S An-Nisa’ ayat 34), memaafkan (terdapat dalam Q.S Asy-Syura ayat 40), Ikhlas (terdapat dalam Q.S Az-Zumar ayat 11), dan sabar (terdapat dalam Q.S Al-Baqarah ayat 55).

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pesan Dakwah Dalam Film Merindu Cahaya De Amstel : Analisis Semiotika

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Pesan Dakwah Dalam Film Merindu Cahaya De Amstel : Analisis Semiotika” yang disusun oleh Muhammad Akrom dengan NIM 4318037, pada Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Mengkaji tentang agama Islam, tentu tidak terlepas dari istilah dakwah. Karena dakwah pada dasarnya merupakan pelakasaan dalam menyebarkan agama Islam itu sendiri. Pelaksanaan dakwah sudah ada sejak masa Rasulullah. Namun seiring dengan perekembangan zaman, berdakwah juga bisa melalui film. Salah satunya Film Merindu Cahaya De Amstel. Film Merindu Cahaya De Amstel berkisah seorang gadis asal Belanda yang bernama Siti Khadija. Khadija memiliki nama asli Marien Van Houveen. Nama Khadija diperoleh setelah dia masuk Islam. Khadija merupakan mahasiswi salah satu Univeristas yang ada di De Amstel. Film ini berdurasi 1 jam 47 menit 16 detik. Film ini juga banyak terdapat pesan dakwah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pesan dakwah yang terdapat di dalam Film Merindu Cahaya De Amstel. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan semiotika. Data primer dalam penelitian ini berupa soft file Film Merindu Cahaya De Amstel sedangkan data sekunder pada penelitian ini yaitu berupa buku-buku, karya ilmiah, jurnal, atau data lain yang dapat menunjang penelitian ini. Penulis mengumpulkan data dengan teknik observasi dan dokumentasi. Setelah data-data didapat, kemudian diolah dengan menggunakan teknik analisa data dengan metode analisis semiotika Charles Sanders Pierce. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka terdapat pesan dakwah yaitu aqidah berupa mengucapkan dua kalimat syahadat. Pesan dakwah syariah meliputi menutup aurat bagi wanita dengan menggunakan jilbab, membacakan surah yasin apabila seseorang yang meninggal dunia, sholat istikharah serta pesan dakwah akhlak mahmuda yang diantaranya menasihati dan menolong sesama manusia serta akhlak mazmumah yaitu bersikap kasar kepada perempuan.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas pembelajaran mendengarkan dengan menggunakan film sebagai media di kelas 11 Teknik Mesin di SMKN 1 Bukittinggi

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menilai seberapa efektif penggunaan film dalam media pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan mendengarkan siswa kelas 11 Jurusan Teknik Mesin di SMKN 1 Bukittinggi. Pemilihan kelas 11 didasarkan pada rendahnya minat siswa dalam mendengarkan, keterampilan mendengarkan yang kurang memadai, dan kesulitan dalam menghadapi kecepatan ucapan dalam film tersebut. Pendekatan kuantitatif diadopsi, dan desain penelitian bersifat deskriptif. Seluruh populasi dari 93 siswa dijadikan sampel, menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui tes, dan hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan film dalam pembelajaran mendengarkan dianggap cukup efektif untuk siswa-siswa dalam kelompok TM1, TM2, dan TM3. Mayoritas siswa dari setiap kelompok mencapai skor antara 60 hingga 79,99%, menunjukkan hasil yang "cukup efektif". Skor rata-rata untuk setiap kelompok juga berada dalam rentang ini, mengkonfirmasi bahwa penggunaan film sebagai metode pengajaran dalam mendengarkan adalah efektif.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail