Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

36 hasil
Subjek: Komunikasi Interpersonal
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA IBU DAN ANAK DALAM FILM KOMANG KARYA NAYA ANINDITA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Komunikasi Interpersonal Antara Ibu dan Anak dalam Film Komang Karya Naya Anindita”, disusun oleh Miftahul Jannah dengan NIM 4322031, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk komunikasi interpersonal antara ibu dan anak dalam film Komang karya Naya Anindita berdasarkan lima kategori dimensi komunikasi interpersonal menurut Joseph A. DeVito, yaitu keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif dan kesetaraan. Film Komang dipilih karena menampilkan hubungan ibu dan anak yang dipengaruhi oleh perbedaan pandangan, pilihan hidup, dan nilai-nilai budaya Bali. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi. Objek penelitian adalah film Komang karya Naya Anindita yang diliris tahun 2025. Data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi terhadap adegan, dialog, ekspesi, serta komunikasi verbal dan nonverbal yang berkaitan dengan lima dimensi komunikadi interpersonal Joseph A. DeVito. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal antara Meme dan Komang mengalami perubahan dari awal hingga akhir cerita. Dimensi keterbukaan diperlihatkan melalui perkembangan komunikasi dari penyampaian informasi sehari-hari menuju penggungkapan perasaan yang lebih mendalam antara Meme dan Komang. Dimensi empati diperlihatkan melalui perubahan sikap Meme yang pada awalnya lebih mengutamakan rasa khawatir, pengalaman hidup, dan nilai-nilai budaya daripada mengutamakan kondisi emosional anak, hingga akhirnya mampu memahami perasaaan anaknya. Dimensi dukungan diperlihatkan dengan perubahan sikap Meme yang semula cenderung mengontrol pilihan hidup Komang menjadi memberikan dukungan dan restu terhadap keputusan Komang. Dimensi sikap positif diperlihatkan dengan hubungan yang sempat dipenuhi ketegangan akibat konflik, kemudian berkembang menjadi komunikasi yang lebih hangat melalui sikap saling menerima dan menghargai. Kemudian, dimensi kesetaraan diperlihatkan dengan perubahan sikap Meme yang mulai memberi ruang kepada Komang untuk menyampaikan pendapat serta menentukan pilihan hidupnya sendiri. Dengan demikian, film Komang menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang efektif berkembang melalui keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif, dan kesetaraan sehingga mampu memperkuat hubungan ibu dan anak.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KOMUNIKASI INTERPERSONAL USTADZAH RANI PUJI ASTUTI DALAM PENINGKATAN PENGETAHUAN KEAGAMAAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI NAGARI SUNGAI-DUO DHARMASRAYA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berjudul “Komunikasi Interpersonal Ustadzah Rani Puji Astuti Dalam Peningkatan Pengetahuan Anak Berkebutuhan Khusus di Nagari Sungai Duo Dharmasraya”. Disusun oleh Wahdini NIM 4322001 Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya komunikasi interpersonal dalam pembelajaran keagamaan bagi anak berkebutuhan khusus yang memiliki karakteristik, kemampuan, dan kebutuhan belajar yang beragam. Perbedaan tersebut menuntut untuk mampu menyesuaikan cara berkomunikasi agar materi keagamaan dapat diterima, dipahami, dan dipraktikkan sesuai dengan kemampuan masing-masing peserta didik. Komunikasi interpersonal yang efektif menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang kondusif serta mendukung peningkatan pengetahuan keagamaan peserta didik berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komunikasi interpersonal Ustadzah Rani Puji Astuti dalam meningkatkan pengetahuan keagamaan anak berkebutuhan khusus di SLB Koto Agung, Nagari Sungai Duo, Kabupaten Dharmasraya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari Ustadzah Rani Puji Astuti sebagai informan utama , serta Kepala Sekolah dan orang tua siswa sebagai informan tambahan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi antar manusia yang dikemukakan oleh Joseph A. DeVito yang mencakup kerendahan hati, perasaan empati, bantuan, semangat positif, dan kesetaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal Ustadzah Rani Puji Astuti dalam meningkatkan pengetahuan keagamaan anak berkebutuhan khusus telah berjalan dengan baik melalui penerapan lima aspek komunikasi interpersonal DeVito. Keterbukaan terlihat dari penyesuaian metode pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik. Empati ditunjukkan melalui pemahaman terhadap kondisi dan hambatan belajar peserta didik. Dukungan diwujudkan dalam bentuk motivasi dan pendampingan selama pembelajaran. Rasa positif tercermin dari sikap sabar dan penghargaan terhadap setiap perkembangan peserta didik. Sementara itu, kesetaraan terlihat dari pemberian kesempatan yang sama kepada seluruh peserta didik untuk mengikuti pembelajaran sesuai kemampuan masing-masing.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS MODEL COOPERATIVE LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN KERJASAMA DAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK KELAS VII DI MTSN 4 PASAMAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan kerjasama dan komunikasi interpersonal siswa dalam pembelajaran Akidah Akhlak yang masih didominasi oleh metode pembelajaran konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model Cooperative Learning terhadap kemampuan kerjasama dan komunikasi interpersonal siswa serta mengetahui perbedaan kemampuan tersebut sebelum dan sesudah penerapan model Cooperative Learning. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) menggunakan desain pretest-posttest control group design. Sampel penelitian terdiri atas 32 siswa kelas eksperimen dan 31 siswa kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, sedangkan analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, Independent Samples t-test, dan Paired Samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Cooperative Learning berpengaruh signifikan terhadap kemampuan kerjasama siswa dengan rata-rata nilai kelas eksperimen sebesar 79,22 dan kelas kontrol sebesar 67,06 serta nilai signifikansi 0,000 0,05. Model Cooperative Learning juga berpengaruh signifikan terhadap kemampuan komunikasi interpersonal siswa dengan rata-rata kelas eksperimen sebesar 82,63 dan kelas kontrol sebesar 64,61 serta nilai signifikansi 0,000 0,05. Selain itu, terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan kerjasama dan komunikasi interpersonal siswa sebelum dan sesudah penerapan model Cooperative Learning, yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi 0,000 0,05 pada kedua variabel. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model Cooperative Learning efektif digunakan dalam pembelajaran Akidah Akhlak untuk meningkatkan kemampuan kerjasama dan komunikasi interpersonal siswa kelas VII di MTsN 4 Pasaman.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Komunikasi Interpersonal Orang Tua dalam Menanamkan Nilai Sosial Keagamaan Pada Anak Punk di Kecematan Panti

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Komunikasi Interpersonal Orang Tua dalam Menanamkan Nilai Sosial Keagamaan pada Anak Punk di Kecamatan Panti” yang ditulis oleh Harizatul Ismi, NIM. 4322047. Program Studi Komunikasi Penyiaran Isalam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah. Universitas Islam Negri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Latar belakang peneliti ini membahas permasalahan peran orang tua dalam menddik anak dengan menggunakan komunikasi interpersonal untuk menanamkan nilai sosial keagamaan. Peran dan komunikasi interpersonal antara orang tua dan anak punk di Kecamatan Panti belum berjalan secara efektif, sebab belum mampu menanamkan nilai-nilai sosial keagamaan secara utuh melalui interaksi yang dialogis dan saling terbuka. Tujuan penilitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana peran orang tua dalam menanamkan nilai sosial keagamaan melalui komunikasi interpersonal pada anak punk di Kecamatan Panti. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengen pendekatan kualitatif, kualitatif deskriptif (qualitative descrivtive), penelitian ini dapat dikatakan sebagai studi kasus dilapangan. Jenis penelitian ini berfokus pada gejala atau pristiwa yang terjadi dalam kehidupan sosial. Penelitian kualitatif merupakan pengumpulan data, fakta, dan informasi secara ilmiah. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisi data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ini deskripsi komunikasi interpersonal orang tua dalam menanamkan nilai-nilai sosial keagamaan pada anak punk di Kecamatan Panti: Pertama, Peran orang tua dalam menanamkan nilai sosial keagamaan melalau komunikasi interpersonal pada anak punk yaitu: Peran mendidik dengan keteladanan, peran mendidik dengan kebiasaan, peran mendidik dengan nasihat, dan peran mendidik dengan pengawasan, peran mendidik dengan hukuman. Kedua, Komunikasi interpersonal orang tua dalam menanamkan nilai sosial keagamaan yaitu: Keterbukaan (openes), empati (empathy), Dukungan (supportiveness), sikap positif (positiveness) dan kesetaraan (equalty). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa peran komunikasi interpersonal orang tua dalam menanamkan nilai sosial keagamaan pada anak punk di kecamatan Panti tidak terbentuk secara efektif karena kurangnya peranan orang tua dalam menanamkan nilai sosial keagamaan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Komunikasi Orang Tua dalam Membentuk Kemandirian Beribadah Anak Autis di Nagari Balingka

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini berjudul "POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BERIBADAH DINAGARI BALINGKA" yang disusi oleh Kurnia Hayati dengan NIM 4319066 pada program studi Komunikasi dan penyiaran islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah. Berkomunikasi dengan anak penyandang autisme tentu berbeda dengan anak pada umumnya. Dengan ketidakmampuan mereka dalam hal komunikasi, bahasa dan interaksi sosial mereka juga perlu tahu apa itu sholat dan bagaimana caranya. Bendasarkan hal tersebut orang tua melakukan komunikasi interpersonal dalam mengajarkan sholat wajib Berdasarkan latar belakang tersebut, maka muncul pertanyaan, bagaimana proses komunikasi, interpersonal berdasarkan tahapan proses penetrasi sosial antara orang tua dan anak penyandang autisme dalam mengajarkan sholat wajib di Rumah. apa saja faktor pendukung dan penghambat komunikasi interpersonal tersebut? Teori yang digunakan adalah teori penetrasi sosial yang dipopulerkan oleh Irwin Altman dan Dalmas Taylor. Teori ini membahas perkembangan hubungan melalui 4 tahap yaitu tahapan orientasi, tahapan pertukaran pejajakan afektif, tahapan pertukaran afektif dan tahapan pertukaran stabil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode deskriptif yaitu memberikan gambaran suatu keadaan sejelas mungkin. Teknik pegumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi Proses komunikasi interpersonal yang dilakukan orang tua dengan anak pettyandang autisme dalam mengajarkan sholat wajib di Rumah melalui 4 tahapon penetrasi sosial, yaitu tahapan orientasi, tahapan pertukaran pejajakan afektif, tahapan pejajakan afektif dan tahapan pertukaran stabil. Faktor yang mempengaruhi yaitu faktor, kemampuan bahasa dan lingkungan yang baik, sedangkan faktor yang menghambat yaitu faktor kemampuan komunikasi dan gangguan emosi serta tidak konsisten orang tua di rumah. Kata kunci: Pola komunikasi interpersonal, orang tua, anak penvandang autisme. sholat wajib

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Komunikasi Interpersonal Orang Tua Dengan Anak dalam Membiasakan Shalat Berjamaah di Masjid Istighfar Kecamatan Tilatang Kamang

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi yang berjudul “Komunikasi Interpersonal Orang Tua Dengan Anak Dalam Membiasakan Shalat Berjamaah Di Masjid Istighfar Kecamatan Tilatang Kamang” disusun oleh Khairan Katsira Nim 4320056. Mahasiswa Program Studi S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi (UIN Bukittinggi). Penelitian ini dilatarbelakangi karena Jorong Koto Malintang Kecamatan Tilatang Kamang komunikasi interpersonal pada sebagian orang tua belum berjalan baik dengan anak mereka. Anak-anak di Jorong Koto Malintang Kecamatan Tilatang Kamang, secara umum memiliki perilaku aktif. Anak-anak rentang usia 7-12 tahun di Jorong Koto Malintang Kecamatan Tilatang Kamang sudah mau memulai melaksanakan shalat berjamaah di masjid atau mushalla dengan aktif namun tidak semua anak. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan maksud peneliti mendeskripsikan dengan wawancara yang mendalam terhadap objek penelitian. Lokasi penelitian yang penulis lakukan di Masjid Istighfar yang berada di Jorong Koto Malintang Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang. Sehingga sumber data yang penulis lakukan yaitu sumber primer dan juga sekunder. Sumber primer yang penulis lakukan adalah wawancara langsung dengan orang tua dan juga anak yang berada di Jorong Koto Malintang Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang tersebut. Sedangkan sumber sekunder yang penulis lakukan yaitu berupa buku, jurnal serta dokumen yang terkait dengan judul. Teknik pengumpulan data yang penulis lakukan berupa observasi, wawancara serta dokumentasi. Teknik analisis data yang penulis gunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan juga kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, komunikasi interpersonal yang terjadi yaitu menggunakan jenis komunikasi diadik. Dimana komunikasi antara orang tua dan anak dalam mengajarkan shalat berjamaah di Masjid Istighfar yang berada di Jorong Koto Malintang Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang ini ada yang berjalan lancar dan ada juga yang tidak lancar. Seperti dari Ibu Elbahila dan Bapak Sidi, cara yang orang tua zidan lakukan ini yaitu dengan berdialog secara intens untuk memberikan pemahaman kepada anak, menggunakan bahasa yang baik dan mudah dipahami anak sehingga komunikasi ini berjalan dengan lancar. Dan juga ada komunikasi interpersonal yang gagal, seperti Ibu Naili. Karena orang tuanya tersebut belum memahami akan nilai-nilai yang ada dalam ibadah shalat di masjid secara bersama-sama. Dan juga untuk faktor pendukung dalam penelitian ini terlihat ketika keberhasilan orang tua dalam membiasakan anak shalat berjamaah di masjid .

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Komunikasi Interpersonal Guru PAI dengan Motivasi Belajar Siswa di SMAN 2 Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Nora Yurian, dengan Nim 2120138, Skripsi, Judul “Hubungan Komunikasi Interpersonal Guru PAI dengan Motivasi Belajar Siswa di SMAN 2 Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman” Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2024. Komunikasi interpersonal merupakan proses pengiriman dan penerimaan informasi dari satu orang ke orang lain secara tatap muka. Merujuk pada teorinya komunikasi interpersonal dinilai sebagai komunikasi paling efektif dilakukan dalam pembelajaran sehingga dapat mempengaruhi satu sama lain, terutama motivasi belajarnya. Akan tetapi penelitian ini dilatar belakangi karena adanya kesenjangan antara komunikasi interpersonal guru yang baik dengan motivasi siswa yang rendah. Dalam hal ini, seperti ada beberapa siswa yang kurang memperhatikan pembelajaran dikelas dikarenakan sulit memahami pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Sebagian siswa ada yang tidak tepat waktu mengumpulkan tugas yang diberikan oleh guru. Masih ada beberapa siswa yang pasif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi interpersonal guru PAI dengan motivasi belajar siswa di SMAN 2 Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Terdapat dua variabel dalam penelitian ini yakni komunikasi interpersonal guru PAI sebagai variabel X dan motivasi belajar siswa sebagai variabel Y. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 2 Lubuk Sikaping dengan jumlah 265 orang. Sampel penelitian berjumlah 40 siswa. Siswa yang diambil menggunakan teknik Random Sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen angket dengan skala likert. Teknik pengolahan dan analisis data menggunakan bantuan SPSS 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hubungan antara komunikasi interpersonal guru PAI dengan motivasi belajar siswa di SMAN 2 Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 25 diperoleh nilai Pearson Correlation (rhitung) sebesar 0,609. Jika dibandingkan nilai rhitung dan nilai rtabel dengan taraf signifikansi 5% atau 0,05 dengan N=40 dan derajat kebebasan n-2=38 (40-2), maka terdapat hasil nilai rhitung>rtabel = 0,609>0,320. Besar hubungan komunikasi interpersonal guru PAI dengan motivasi belajar siswa yaitu 0,371 atau 37,1% sisanya dipengaruhi faktor lain. Dengan ini membuktikan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara komunikasi interpersonal guru PAI dengan motivasi belajar siswa SMAN 2 Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman. ABSTRACT Nora Yurian, with ID number 2120138, Thesis, Title "Relationship between Islamic Education Teachers' Interpersonal Communication and Student Learning Motivation at SMAN 2 Lubuk Sikaping, Pasaman Regency" Islamic Religious Education Study Program, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2024. Interpersonal communication is the process of sending and receiving information from one person to another face to face. Referring to the theory, interpersonal communication is considered the most effective communication carried out in learning so that it can influence each other, especially learning motivation. However, this research was motivated by the gap between good teacher interpersonal communication and low student motivation. In this case, it seems like there are some students who don't pay attention to learning in class because they have difficulty understanding the learning delivered by the teacher. Some students do not submit assignments given by the teacher on time. There are still some students who are passive in the learning process. This research aims to determine the relationship between PAI teachers' interpersonal communication and students' learning motivation at SMAN 2 Lubuk Sikaping, Pasaman Regency. This type of research is correlational research. There are two variables in this research, namely PAI teacher interpersonal communication as variable X and student learning motivation as variable Y. The population in this research is class The research sample consisted of 40 students. Students were taken using Random Sampling techniques. Data was collected using a questionnaire instrument with a Likert scale. Data processing and analysis techniques use SPSS 25. The results of this research indicate that there is a relationship between PAI teachers' interpersonal communication and students' learning motivation at SMAN 2 Lubuk Sikaping, Pasaman Regency. Based on the results of calculations with SPSS 25, the Pearson Correlation (rcount) value was 0.609. If the rcount value and rtable value are compared with a significance level of 5% or 0.05 with N=40 and degrees of freedom n-2=38 (40-2), then there is a result of rcount>rtable = 0.609>0.320. The relationship between PAI teacher interpersonal communication and student learning motivation is 0.371 or 37.1%, the remainder is influenced by other factors. This proves that there is a strong relationship between PAI teachers' interpersonal communication and students' learning motivation at SMAN 2 Lubuk Sikaping, Pasaman Regency. خلاصة نورا يوريان، مع نيم 2120138 عنوان الأطروحة: علاقة التواصل بين الأشخاص بين معلمي التربية الدينية الإسلامية ودافعية تعلم الطلاب في المدرسة الثانوية الحكومية العليا دوا لوبوك بانغجانج، مقاطعة باسامان، برنامج دراسة التربية الدينية الإسلامية، كلية التربية وعلوم المعلمين، الدولة الإسلامية. الجامعة، م. جميل جامبيك بوكيتينجي، 2024 التواصل بين الأشخاص هو عملية إرسال واستقبال المعلومات من شخص إلى آخر وجهاً لوجه. وبالإشارة إلى النظرية، يعتبر التواصل بين الأشخاص هو التواصل الأكثر فعالية الذي يتم إجراؤه في التعلم بحيث يمكن أن يؤثروا على بعضهم البعض، وخاصة دافعية التعلم. كان الدافع وراء هذا البحث هو الفجوة بين التواصل الجيد بين المعلمين وانخفاض دافعية التعلم لدى الطلاب. في هذه الحالة، يبدو أن هناك بعض الطلاب الذين لا يهتمون بالتعلم في الفصل لأنهم يجدون صعوبة في فهم التعلم الذي يقدمه المعلم. لا يزال هناك بعض الطلاب سلبيين في عملية التعلم. يهدف هذا البحث إلى تحديد العلاقة بين التواصل الشخصي بين معلمي التربية الدينية الإسلامية ودافعية التعلم لدى الطلاب في مدرسة دوا لوبوك بانغانغ الثانوية الحكومية، مقاطعة باسامان. هذا النوع من البحث هو البحث الارتباطي. هناك متغيرين في هذا البحث، وهما التواصل الشخصي بين معلمي التربية الدينية الإسلامية كمتغير x ودافعية التعلم لدى الطلاب كمتغير y. كان عدد السكان في هذه الدراسة 265 طالبًا من طلاب الصف العاشر في المدارس الثانوية الحكومية. وتكونت عينة البحث من 40 طالبا. تم أخذ الطلاب باستخدام تقنيات أخذ العينات العشوائية. تم جمع البيانات باستخدام أداة الاستبيان بمقياس ليكرت. تقنيات معالجة وتحليل البيانات باستخدام SPPS 25 تشير نتائج هذه الدراسة إلى وجود علاقة بين التواصل الشخصي بين معلمي التربية الدينية الإسلامية ودافعية التعلم لدى الطلاب في المدرسة الثانوية الحكومية الثانية لوبوك بانجانج، مقاطعة باسامان. واستناداً إلى نتائج الحسابات باستخدام SPPS 25، كانت قيمة ارتباط بيرسون (rhitung) هي 0.609. إذا تمت مقارنة قيمة rhitung وقيمة rtable بمستوى دلالة 5% أو 0.05 مع N=40 ودرجات الحرية n-2=38 (40-2)، فستكون هناك نتيجة rcount>rttable = 0.609>0.320 . بلغت العلاقة بين التواصل الشخصي بين معلمي التربية الدينية الإسلامية ودافعية التعلم لدى الطلاب 0.371 أو 37.1%، والباقي يتأثر بعوامل أخرى. وهذا يثبت أن هناك علاقة قوية بين التواصل الشخصي بين معلمي التربية الدينية الإسلامية ودوافع التعلم لدى الطلاب في المدرسة الثانوية الحكومية الثانية 2، لوبوك بانجانج، مقاطعة باسامانودافعية التعلم لدى الطلاب في المدرسة الثانوية الحكومية الثانية 2، لوبوك بانجانج، مقاطعة باسامان الكلمات المفتاحية: العلاقات، التواصل الشخصي بين معلمي التربية الدينية الإسلامية، دافعية التعلم لدى الطلاب

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEEFEKTIFAN TEKNIK BERMAIN PERAN DALAM BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA KELAS VIII MTsN 3 LIMAPULUH KOTA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latifah Hanum, 2620097, Skripsi ini berjudul “Keefektifan Teknik Bermain Peran Dalam Bimbingan Kelompok Untuk Meningkatkan Komunikasi Interpersonal Siswa Kelas VIII Di MTsN 3 Limapuluh Kota”. Program studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Tahun 2024. Penelitian ini dilatar belakangi karena masih adanya ditemukan siswa yang bermasalah dengan kemampuan komunikasi interpersonalnya. Seperti masih ada sebagian siswa yang pasif didalam kelas ketika diberikan waktu diskusi dan menjawab soal secara lisan, masih ada sebagian siswa yang mengeluarkan kata-kata kurang baik dan kasar dalam berkomunikasi dengan temannya, masih ada sebagian siswa yang kurang mampu bersikap terbuka kepada temannya, dan masih ada sebagian siswa yang kurang menghargai lawan bicara. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui gambaran komunikasi interpersonal siswa sebelum diberikan teknik bermain peran dalam bimbingan kelompok. (2) mengetahui gambaran komunikasi interpersonal siswa setelah diberikan teknik bermain peran dalam bimbingan kelompok. (3) mengetahui efektif atau tidaknya teknik bermain peran dalam bimbingan kelompok untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis Pre-Experimental Design dengan menggunakan model One Group Pretest-Posttest. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 324 siswa, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Sampel penelitian ini sebanyak 15 siswa. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuisioner komunikasi interpersonal yang dikembangkan oleh penulis. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) gambaran komunikasi interpersonal siswa kelas VIII sebelum diberikan teknik bermain peran dalam bimbingan kelompok berada pada kategori sedang dengan meannya adalah 121.4. (2) gambaran komunikasi interpersonal siswa kelas VIII sesudah diberikan teknik bermain peran dalam bimbingan kelompok berada pada kategori tinggi, dengan meannya adalah 141.86. (3) hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig 2-tailed 0.001 yang berarti lebih kecil dari 0.05. Jadi dapat disimpulkan bahwa teknik bermain peran dalam bimbingan kelompok efektif untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa kelas VIII di MTsN 3 Limapuluh Kota.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KONSEP DIRI DAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL TERHADAP INTERAKSI SOSIAL SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 TIGO NAGARI

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Pengaruh Konsep Diri Dan Komunikasi Interpersonal Tehadap Interaksi Sosial Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 1 Tigo Nagari” yang disusun oleh Irma Julita. 2620123. Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek (UIN) Bukittinggi, 2024. Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya fenomena yang terjadi pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Tigo Nagari. Terdapat beberapa siswa yang kesulitan dalam berinteraksi sosial dikarenakan terindikasi memiliki konsep diri yang belum tepat serta terindikasi memiliki komunikasi interpersonal yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) untuk mengetahui seberapa besar pengaruh konsep diri terhadap interaksi sosial (2) seberapa besar pengaruh komunikasi interpersonal terhadap interaksi sosial (3) seberapa besar pengaruh konsep diri dan komunikasi interpersonal secara berasama-sama mempengaruhi interaksi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis asosiatif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 185 Siswa. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik proportional random sampling yang artinya mengambil sampel perkelas merata sesuai dengan jumlah siswa perkelasnya. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 126 sampel. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuesioner konsep diri, komunikasi interpersonal dan interaksi sosial yang dikembangkan oleh peneliti. Analisis data yang dilakukan untuk uji hipotesis penelitian yaitu regresi linier sederhana dan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh positif dan signifikan dari konsep diri (X1) terhadap interaksi sosial (Y) dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 0,05 dan tingkat persentase sebesar 43,2%. (2) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel komunikasi interpersonal (X2) terhadap interaksi sosial (Y) dengan nilai signifikansi 0,000 0,05 dan tingkat persentase sebesar 19,8%. (3) terdapat pengaruh yang signifikan dari konsep diri (X1) dan komunikasi interpersonal (X2) secara bersama-sama terhadap interaksi sosial dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 0,05 dan tingkat persentase sebesar 50,9%. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi acuan bagi konselor untuk dapat mengembangkan pendekatan atau model-model bimbingan dan konseling yang berkaitan dengan konsep diri, komunikasi interpersonal dan interaksi sosial.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Komunikasi Interpersonal terhadap Keharmonisan Rumah Tangga di Jorong Pangalian Kayu

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “PENGARUH KOMUNIKASI INTERPERSONAL TERHADAP KEHARMONISAN RUMAH TANGGA DI JORONG PANGALIAN KAYU” yang disusun oleh Lastri, 2620103, Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek (UIN) Bukittinggi, 2024. Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya fenomena yang terjadi pada pasangan suami istri di Jorong Pangalian Kayu. Adanya beberapa pasangan suami istri yang mengalami persoalan rumah tangga yang diakibatkan oleh kurangnya komunikasi interpersonal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh komunikasi interpersonal terhadap keharmonisan rumah tangga. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif regresi dengan populasi 440 KK (pasangan suami istri). Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling yang artinya dengan mengambil individu siapa saja yang dapat ditemui. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 210 kk dengan menggunakan rumus slovin. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner komunikasi interpersonal dan keharmonisan rumah tangga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil perhitungan nilai Fhitung 14, 433 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 0,05, nilai sig lebih kecil dari 0,05 dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima artinya komunikasi interpersonal terhadap keharmonisan rumah tangga berpengaruh signifikan. Komunikasi interpersonal terhadap keharmonisan rumah tangga dengan nilai R Square 0, 033 (3,3%) bahwa pengaruh komunikasi interpersonal terhadap keharmonisan rumah tangga sebesar 3,3%. Dapat disimpulkan bahwa semakin efektif komunikasi yang dilakukan antara pasangan suami istri maka semakin harmonis hubungan pernikahan atau rumah tangga mereka. Hal ini dikarenakan dengan komunikasi yang efektif suami istri akan lebih memahami peran dan fungsinya dalam berumah tangga.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Konsep Diri Remaja Terhadap Komunikasi Interpersonal Dalam Keluarga Di Desa Panggautan Natal Kecamatan Natal Kabupaten Mandailng Natal

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Pengaruh Konsep Diri Remaja Terhadap Komunikasi Interpersonal Dalam Keluarga Di Desa Panggautan Natal Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal” yang disusun oleh Salwira Gadis, NIM 2619054, Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Tahun 2024. Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya fenomena yang terjadi pada remaja di Desa Panggautan Natal, terdapat remaja yang jarang membangun komunikasi dengan orang tua dan memiliki rasa tidak aman seperti tidak percaya diri sehingga mengkhawatirkan penilaian orang lain terhadap dirinya tidak hanya itu mereka sering menutup diri dan merasa terisolir karena takut tidak diterima oleh lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh dari konsep diri remaja terhadap komunikasi interpersonal dalam keluarga di Desa Panggautan Natal Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal dan seberapa besar pengaruhnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja yang ada di Desa Panggautan Natal yang berjumlah 145 orang. Adapun teknik penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik proportional random sampling agar pengambilan sampel merata sesuai dengan jumlah remaja dilihat dari usianya, dengan jumlah sampel sebanyak 59 orang remaja. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala pengukuran Konsep Diri Remaja dan skala pengukuran Komunikasi Interpersonal. Analisis data yang digunakan untuk uji hipotesis penelitian yaitu regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh dari variabel Konsep Diri Remaja (X) terhadap Komunikasi Interpersonal (Y) sebesa 2,1%, dengan nilai tersebut nilai F_hitung (1,209) F_tabel (4,001) dan koefisien regresi untuk variabel Konsep Diri Remaja sebesar 0,036 yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan variabel Konsep Diri Remaja 1 poin maka akan menaikkan nilai Komunikasi Interpersonal sebesa 0,036.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA GURU DAN SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI MTsS GOBAH V SURAU

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi yang berjudul “Analisis Komunikasi Interpersonal Antara Guru dan Siswa dalam Proses Pembelajaran Matematika di MTsS Gobah V Surau“ yang di susun oleh Niswatun Fil Madina, Nim 2419055 ,Program Studi Pendidikan Matematika (PMTK), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi Salah satu komponen pendidikan adalah adanya peran guru dalam proses pembelajaran. Komunikasi Interpersonal menjadi kemampuan mendasar yang harus dimiliki oleh seorang guru. Guru yang memiliki kemampuan komunikasi interpersonal yang baik akan membantu siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1.Komunikasi interpersonal guru dan siswa dalam proses pembelajaran Matematika. 2. Usaha yang dilakukan Guru agar yang Komunikasi interpersonal efektif pada saat proses pembelajaran matematika. 3.Faktor-faktor penghambat komunikasi interpersonal guru dan siswa di MTsS Gobah V Surau. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, yang bersifat field research (lapangan) yang berusaha untuk menuturkan pemecahan masalah berdasarkan penyajian data dan analisis data. Sedangkan menunjang keberhasilan suatu kasus adalah dengan menggunakan metode yang relevan, yang mana untuk kasus adalah denngan menggunakan metode deskriptif kualitatif ,Penenlitian deskriptif dilakuka penulis untuk menggambarkan dan mendeskripsikan secara apa adanya keadaan keadaan yang ada dan sedang berlangsung kedalam Bahasa yang verbal. Dalam penelitian ini penulis akan menggambarkan dan mendeskripsikan tentang Komunikasi Interpersonal Antara Guru dan Siswa dalam Proses Pembelajaran Matematika. Dari pembahsan hasil penelitian tentang Komunikasi interpersonal guru dan siswa dalam proses pembelajaran Matematika sudah cukup bagus hal ini dapat dilihat bahwa komunikasi interpersonal yang baik, senantiasa dipenuhi kedekatan dan keakraban antara guru Matematika dan siswa MTsS Gobah V Surau ketika berkomunikasi yang mendorong siswanya menjadi siswa yang aktif, berkomitmen dan minat dalam pembelajaran. Dan usaha yang dilakukan guru agar komunikasi interpersonal efektif pada saat proses pembelajaran Matematika, yaitu: Adanya keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif dan kesetaraan. Dan faktor penghambat komunikas interpersonal, diantaranya keadaan psikologi komunikan, pesan bersifat satu arah, dan penyajian pesan yang verbalistik, dan sebagainya.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Komunikasi Interpersonal Orangtua dengan Anak dalam Mencegah Kenakalan Remaja di Nagari Taruang-taruang

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi yang berjudul “Komunikasi Interpersonal orang Dengan Anak Dalam Mencegah Kenakalan Remaja di Nagari Taruang-Taruang” disusun oleh Andi Saputra, Nim. 4319011 Program Studi Komunikasi dan PenyiaranIslam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN)Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Tahun 2024 M/ 1445 H. Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya remaja melakukan perilaku menyimpang, misalnya sering ikut tawuran, kurangnya adab dalam berbicara kepada yang lebih tua, banyak yang merokok, bolos sekolah, miras, dan main game online, sehingga lupa waktu untuk melaksanakan tanggung jawab sebagai anak untuk sekolah dan belajar yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi interpersonal orang tua dengan anak dalam mencegah kenakalan remaja di Nagari Taruang-Taruang serta faktor-faktor yang menghambat komunikasi interpersonal orang tua dengan anak dalam mencegah kenakalan remaja di Nagari Taruang-Taruang. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan Metode Kualitatif. Dalam sumber utama penelian ini ialah komunikasi orang tua dan anak dalam mencegah kenakalan remaja di Nagari Taruang-Taruang. Teknik pengumpulan data ialah observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil dari penelitian ini adalah komunikasi interpersonal antara orangtua dengan anak untuk mencegah kenakalan remaja di Nagari Taruang-Taruang adalah pertama orang tua selalu memberikan nasihat kepada anaknya,memberikan arahan yang baik kepada anaknya, dan selalu memberikan pesan pesan agama untuk mendidik anaknya serta menyelipkan pendidikan moral dan akhlak agar anak tersebut terhindar dari kenakalan remaja.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Keefektifan Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Role Playing Untuk Meningkatkan Komunikasi Interpersonal Siswa di SMA N 3 Bukittinggi

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Keefektifan Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Role Playing untuk Meningkatkan Komunikasi Interpersonal Siswa Di SMA N 3 Bukittinggi” yang disusun oleh Santika NIM 2619099, Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Adapun yang melatar belakangi penulis tertarik untuk membuat skripsi ini adalah masih adanya ditemukan siswa yang bermasalah dengan kemampuan komunikasi interpersonalnya. Seperti masih ada siswa yang ragu-ragu dalam mengeluarkan pendapatnya di depan teman-temannya, masih ada siswa yang kurang menghargai temannya ketika sedang mengeluarkan pendapatnya, masih ada siswa yang tidak memberikan apresiasi ketika dibantu, masih ada siswa yang tidak bertegur sapa ketika bertemu dengan gurunya atau temannya, masih ada siswa yang diam ketika ditanya oleh orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui gambaran komunikasi interpersonal siswa sebelum diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing. (2) mengetahui gambaran komunikasi interpersonal siswa setelah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing. (3) mengetahui efektif atau tidaknya layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa. Jenis penelitian ini adalah Pre-Experimental Design dengan menggunakan model One Group Pretest-Posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas X.E.5. Sampel penelitian ini bejumlah 9 orang yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling yang artinya teknik penentuan sampel dengan menggunakan pertimbangan tertentu. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala penyusunan komunikasi interpersonal siswa. Adapun teknik analisis data yang digunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) gambaran komunikasi interpersonal siswa sebelum diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing berada pada kategori sedang dengan meannya 123.89. (2) sesudah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing berada pada kategori sedang dengan skor meningkat dengan meannya 130.33. (3) layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing efektif untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa, pernyataan ini didukung dengan hasil asymp sig (2-tailed) diperoleh nilai sebesar 0.008 yang berarti lebih kecil dari nilai α 0.05. Maka dapat dikatakan Ha diterima dan Ho ditolak artinya bimbingan kelompok dengan teknik role playing efektif untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa di SMA N 3 Bukittinggi.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi komunikasi interpersonal taman edukasi dalam menarik wisatawan pada objek wisata keju lasi kec. Candung kab. Agam

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Strategi Komunikasi Interpersonal Taman Edukasi Dalam Menarik Wisatawan Pada Objek Wisata Keju Lasi Kecamatan Candung Kabupaten Agam”. Disusun oleh Zakiatus Shaufi Nim 4318061. Program Stdui SI Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat strategi komunikasi interpersonal taman edukasi dalam menarik wisatawan pada objek wisata keju lasi ini, dan berdasarkan hasil data dilapangan adanya strategi yang ditetapkan oleh pemandu (guide) ditaman edukasi keju lasi agar wisatawan terbimbing dan mendapatkan arahkan dengan baik yang berkaitan di objek wisata keju lasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian yang bersifat lapangan dengan pendekatan kualitatif yaitu menggambarkan apa adanya tentang suatu keadaan. Dalam penelitian ini penulis menggambarkan Strategi Komunikasi Interpersonal Taman Edukasi Dalam Menarik Wisatawan Pada Objek Wisata Keju Lasi Kecamatan Candung Kabupaten Agam. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan teknik observasi dan wawancara dengan informan yang terkait dengan Strategi Komunikasi Interpersonal Taman Edukasi Dalam Menarik Wisatawan Pada Objek Wisata Keju Lasi. Hasil penelitian yakni Strategi Komunikasi Interpersonal Taman Edukasi Dalam Menarik Wisatawan Pada Objek Wisata Keju Lasi Kecamatan Candung Kabupaten Agam terdiri dari, pertama, memilih dan menetapkan komunikator, mengenali sasaran, pemilihan media komunikasi. kedua, hambatan dalam komunikasi interpersonal berupa gangguan teknis, gangguan fisik, gangguan semantik, rintangan status, rintangan kerangka berpikir. Ketiga, upaya menarik objek wisata keju lasi Kata kunci : Strategi Komunikasi Interpersonal, Wisatawan, Objek Wisata Keju Lasi.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Komunikasi Interpersonal Penyandang Tuna Wicara (Studi Kasus Bapak Toing Juru Parkir Gedung M.Syafei Kota Padang Panjang)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini KOMUNIKASI INTERPERSONAL PENYANDANG TUNA WICARA (STUDI KASUS BAPAK TOING JURU PARKIR GEDUNG M. SYAFEI KOTA PADANG PANJANG) ditulis oleh Dela Sanita NIM: 4318082, Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Komunikasi interpersonal merupakan proses pengiriman pesan yang dilakukan antara dua orang atau lebih hingga menimbulkan efek umpan balik. Komunikasi interpersonal banyak kita temui di kehidupan sosial manusia tidak terkecuali bagi orang yang mempunyai kebutuhan khusus. Sekarang ini para penyandang disabulitas atau kebutuhan khusus masih banyak di pandang sebelah mata bagi masyarakat luas, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya yaitu keterbatasan mereka dalam melakukan aktivitas dan keterbatasan mereka terhadap kemampuan fisik. Tuna wicara merupakan salah satu dari kebutuhan khusus yang membuat seseorang kurang mampu atau bahkan tidak mampu berbicara karena berbagai faktor salah satunya adalah faktor fisik karena adanya ganggguan pada sensorik atau fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi interpersonal Penyandang Tuna Wicara oleh Bapak Toing sebagai juru parkir di gedung M. Syafei Kota Padang Panjang. Metodologi pada penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif serta metode studi kasus. Adapun sumber data primer yaitu Irman atau Bapak Toing yang berprofesi sebagai juru parkir di gedung M. Syafei Kota Padang Panjang dan data sekunder yaitu keluarga, orang yang bekerja, pengguna jasa serta data sekunder dari sumber buku, jurnal, internet, skripsi dan lainnya. Sedangkan dalam pengumpulan data pada penelitian ini peneliti mengumpulkan data dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan, pertama, faktor pendukung dalam komunikasi interpersonal terhadap tuna wicara yaitu faktor yang membuat suatu komunikasi bisa berjalan lancar dan terciptanya rasa aman dan nyaman bagi pelaku komunikasi, seperti sikap mendukung, sikap terbuka, kepercayaan dan rasa empati. Kedua faktor penghambat komunikasi interpersonal penyandang tuna wicara merupakan faktor yang menyebabkan terkendalanya suatu komunikasi seperti adanya gangguan teknis, semantik (bahasa) dan gangguan pada fisik. Ketiga, model komunikasi yang digunakan merupakan model komunikasi interaktif dimana model ini sangat relevan karena dalam melakukan pekerjaan dan keseharian Bapak Toing saling berinteraksi dengan pengguna jasa atau orang-orang yang parkir di gedung saling memberikan efek umpan balik agar kendaraan bisa terparkir pada posisi yang tepat, serta untuk menunjang pekerjaannya menggunakan bahasa atau gerak tubuh agar orang paham apa yangdi bicarakan. Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal, Tuna Wicara ABSTRACT This thesis INTERPERSONAL COMMUNICATION OF PEOPLE WITH THE SPEECH IMPAIRED (CASE STUDY OF Mr. TOING PARKING CRITER M. SYAFEI BUILDING, PADANG PANJANG CITY) written by Dela Sanita NIM: 4318082, Study Program Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Ushuluddin Adab and Da'wah, University State Islam (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Interpersonal communication is the process of sending messages between two or more people to create a feedback effect. Interpersonal communication we meet a lot in human social life, no exception for people who have special needs. Now people with disabilities or needs In particular, many people are still underestimated by the wider community, this is because by several factors including their limitations in carrying out activities and their limitations on physical abilities. Speech impairment is one of the special needs that make a person less capable or even unable speaking due to various factors, one of which is a physical factor due to the presence of sensory or physical disturbances. This study aims to determine the interpersonal communication of Persons with Disabilities Speech by Mr. Toing as a parking attendant at the M. Syafei building, Padang Panjang City. The methodology in this study is a type of descriptive research with a approach qualitative and case study methods. The primary data sources are Irman or Mr. Toing, who works as a parking attendant at the M. Syafei building, Padang Panjang City and secondary data, namely family, working people, service users and secondary data from sources of books, journals, internet, thesis and others. While in data collection In this study the researchers collected data from observations, interviews and documentation. Based on the results of the study, it can be concluded, first, the supporting factors in interpersonal communication against the speech impaired is a factor that makes a communication can run smoothly and create a sense of security and comfort for the perpetrators communication, such as support, openness, trust and empathy. Second the inhibiting factor of interpersonal communication for people with speech impairments is a factor which causes communication problems such as technical problems, semantics (language) and physical disorders. Third, the communication model used is an interactive communication model where this model is very relevant because in doing Mr. Toing's daily work and interacting with users services or people who park in the building give each other a feedback effect so that vehicles can be parked in the right position, and to support their work use language or gestures so that people understand what is being said. Keywords: Interpersonal Communication, Speech Impaired

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan antara kecerdasan Emosional dengan keterampilan komunikasi Interpersonal Siswa di SMPN 1 Tigo Nagari

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini dengan judul Hubungan antara kecerdasan Emosional dengan keterampilan komunikasi Interpersonal Siswa di SMPN 1 Tigo Nagari. Ditulis oleh Fiki Kurnia Nim: 2616.078 Prodi Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi. Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena yang terjadi dilapangan ketika siswa komunikasi interpersonalnya kurang baik, seperti tidak tahu bagaimana cara berinteraksi yang baik dengan teman sebaya. Hal tersebut dikarenakan siswa kurang memiliki rasa simpati, empati, ataupun masih kurang bisa melakukan komunikasi yang baik dengan teman sebaya di sekolah. Adanya siswa yang kesulitan dalam mengembangkan kecerdasan emosionalnya seperti kurangnya kesadaran diri sehingga sering menganggap dirinya benar dan kurang peduli dengan orang sekitarnya, siswa kurang mampu mengontrol emosinya dalam menyelesaikan masalah karena tidak ada rasa peduli terhadap orang lain dan hanya mengedepankan emosi, serta siswa kurang bisa memanajemen diri dan emosinya sehingga banyak siswa berperilaku kasar baik dengan teman sebaya maupun dengan guru di sekolah, adanya siswa yang kesulitan dalam mengembangkan kemampuan komunikasi interpersonalnya seperti saling mengejek dan tidak menghargai guru seperti berkata tidak sopan sehingga menghambat kegiatan belajar. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mencari dan mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan keterampilan komunikasi interpersonal siswa. Penelitian ini tergolong pada penelitian kuantitatif korelasi. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 160 siswa. Sampel pada penelitian ini berjumlah 40 siswa diambil menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan metode angket dengan skala likert. Uji hipotesis menggunakan uji korelasi Product Moment dengan bantuan SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan secara negatif antara hubungan antara kecerdasan emosional dengan keterampilan komunikasi interpersonal siswa. Hasil korelasi dapat diketahui rhitung sebesar -0,131 dari rtabel dengan degree of freedom (df) = N - Nr, maka 40-2 = 38 diperoleh angka 0,831. Ini artinya bahwa --0,131 > 0,831, sehingga hipotesis penelitian Ho ditolak dan Ha diterima, ini bermakna terdapat hubungan antara kecerdasan emosional dengan keterampilan komunikasi interpersonal siswa dengan korelasi “sangat rendah” dengan nilai korelasi rxy -0,131 yang terletak antara -0,131-1,00. Setelah melakukan perhitungan maka diperoleh nilai koefisien determinasi = 1,7%. Sehingga variansi kecerdasan emosional berasosiasi dengan variansi komunikasi interpersonal dan selebihnya ditentukan oleh faktor lain.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi komunikasi interpersonal orang tua dalam menanamkan nilai kejujuran kepada anak usia dini di dusun padang laweh kecamatan kamang magek

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Skripsi ini ditulis oleh Novalita, NIM: 4317021 berjudul “Strategi Komunikasi Interpersonal Orang Tua Dalam Menanamkan Nilai Kejujuran Kepada Anak Usia Dini Di Dusun Padang Laweh Kecamatan Kamang Magek”. Program Studi Komunikasi Dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, 2021. Strategi komunikasi interpersonal sangat diperlukan untuk menanamakan nilai kejujuran pada anak usia dini yang berumur 6 tahun. Penelitian ini dilatar belakangi sebagian anak-anak yang tidak jujur karena pengaruh lingkungan terutama teman sebaya, dan orang tua mempunyai peran penting dalam menanamkan nilai kejujuran pada anak usia dini. Tujuan untuk mengetahui strategi komunikasi interpersonal orang tua dalam menanamkan nilai kejujuran kepada anak usia dini di Dusun Padang Laweh Kecamatan Kamang Magek, untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung dalam strategi komunikasi interpersonal. Jenis penelitian yang digunakan penelitian kualitatif pendekatan deskriptif, metode pengumpulan data penelitian, peneliti melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yakni strategi komunikasi interpersonal orang tua menggunakan teori informative communication, yakni orang tua sudah memberikan informasi dan pesan yang baik kepada anak. Teori persuasive communication yakni orang tua memberikan nasehat yang berbentuk rayuan menanamkan nilai kejujuran anak usia dini tentang perilaku berbohong itu tidak baik. Teori coersif yakni orang tua menggunakan strategi perintah atau larangan yang bersifat memaksa untuk menanamkan nilai kejujuran. Keteladanan yakni orang tua memberikan contoh-contoh yang baik kepada anak usia dini, sehingga anak usia dini dapat menirunya. Memberikan hukuman yakni orang tua sudah menanamkan nilai kejujuran pada anak usia dini yang berbohong dengan bentuk hukuman. Hadiah yakni orang tua menggunakan imbalan jika anak usia dini melakukan kejujuran baik itu perkataan maupun tindakan mereka. Kata kunci: Strategi komunikasi interpersonal, Anak usia dini

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KOMUNIKASI INTERPERSONAL PELATIH PENCAK SILAT DALAM MELATIH ATLET DI IAIN BUKITTINGGI

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Komunikasi Interpersonal Pelatih Pencak Silat Dalam Melatih Atlet Di IAIN Bukittinggi” yang disusun oleh Sri Wahyuni dengan NIM. 4317052 pada program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Institud Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan atlet yang kurang paham dengan instruksi pelatih dalam latihan pencak silat sehingga menimbulkan ketidak serasian makna antara sesama atlet dan pelatih. hal ini menimbulkan ketidak kompakan dalam latihan, sehingga diperlukan komunikasi interpersonal pelatih pada saat melatih pecak silat. Namun tidak semua komunikasi tersebut lancar awpwerti adanya hambatan baik dalam menyampaikan pesan ataupun dalam menerima pesan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi pelatih pencak silat dalam melatih atlit pencak silat di IAIN Bukittinggi dan juga hambatan komunikasi interpersonal yang terjadi dalam melatih pencak silat. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif, yaitu dengan menggambarkan kejadian yang ada di lapangan secara sistematis. Informan atau orang yang bertindak sebagai pemberi informasi dalam penelitian ini adalah pelatih dan atlet pencak silat di IAIN Bukittinggi. Penulis mengumpulkan data dengan teknik observasi dan wawancara, kemudian data-data yang diperoleh diolah dengan menggunakan teknik analisa data deskriptif kualitatif dan triangulasi data, yaitu dengan membandingkan data yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, komunikasi interpersonal diantaranya komunikasi verbal yang dilakukan oleh pelatih pencak silat lebih sering menggunakan bahasa lisan dan pelatih juga mendengarkan keluhan-keluhan atlet serta memperhatikan keterlambatan atlet. Sedangkan komunikasi non verbal hanya dilakukan pada saat pemberian hukuman seperti menunjuk dan menyuruh atlet yang bandel melakukan hukuman yang diberikan, kemudian menggunakan ekspresi wajah yang menunjukkan bahwa pelatih sedang serius atau tidak dalam keadaan bercanda. Hambatan komunikasi interpersonal yang terdapat dilapangan dianataranya yaitu, hambatan personal seperti kesehatan biologis dan psikologis pelatih ataupun atlet yang membuat hilangnya konsenrtasi dalam latihan. Hambatan situasi seperti perbedaan budaya dan bahasa yang membuat ketidak pahaman dari sebagian atlet.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Keefektifan Teknik Sosiodrama Dalam Bimbingan Kelompok Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Interpersonal Siswa di SMPN 1 Palupuh

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Rita Silni, 2615.124: Keefektifan Teknik Sosiodrama Dalam Bimbingan Kelompok Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Interpersonal Siswa Di SMPN 1 Palupuh, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. 2020. Komunikasi interpersonal adalah interaksi tatap muka antar dua atau beberapa orang, dimana pengirim dapat menyampaikan pesan secara langsung dan penerima pesan dapat menerima dan menanggapi secara langsung. Dari komunikasi interpersonal kita mampu mempertahankan kelangsungan hidup karena sebagai makhluk sosial manusia tidak bisa lepas dari komunikasi verbal maupun komunikasi non verbal. Dari hasil pengamatan di SMPN 1 Palupuh terdapat indikasi adanya masalah terkait dengan kemampuan komunikasi interpersonal yang dialami siswa salah satu di antaranya siswa ketika diberi kesempatan untuk bertanya siswa banyak diam, siswa cenderung malu dan tidak percaya diri dalam mengutarakan pendapat, siswa kurang terbukadan masih rendahnya sosialisasi siswa di lingkungan Sekolah. Kemampuan komunikasi interpersonal siswa dalam hal ini dapat ditingkatkan dengan Menggunakan Teknik Sosiodrama dalam Bimbingan Kelompok. Adapun Tujuan penelitian adalah untuk melihat keefektifan teknik sosiodrama dalam bimbingan kelompok untuk meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal siswa. Penelitian ini tergolong penelitian quasi eksperimen model One Group Pretest Posttest Design. Populasi adalah siswa kelas VII.2 dan IX.3 Palupuh dengan jumlah sampel 10 orang. penelitian adalah siswa-siswa yang terindikasi memiliki kemampuan komunikasi interpersonal yang rendah berdasarkan teknik non random sampling dan rekomendasi guru BK. Instrumen pengumpulan data adalah angket. Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon, sedangkan persyaratan analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis menggunakan SPSS versi 22. Hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat perbedaan antara nilai pretest dengan nilai posttest. Dari hasil test statistic diketahui bahwa hasil asymp sig (2-tailed) diperoleh nilai sebesar (0,005) yang berarti lebih kecil dari alpha (0,05). Maka dapat dikatakan Ha diterima hal ini juga dibuktikan dengan nilai Zhitung 2.803> dari ztabel yaitu 1,833 pada taraf signifikansi 0,05, maka dapat dikatakan Ha diterima artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan komunikasi interpersonal siswa sebelum diberi perlakuan dan sesudah diberikan perlakuan teknik sosiodrama dalam bimbingan kelompok. Artinya kemampuan komunikasi interpersonal siswa mengalami peningkatan setelah diberi perlakuan teknik sosiodrama dalam bimbingan kelompok. Kata Kunci :Teknik Sosiodrama Dalam Bimbingan Kelompok, Kemampuan Komunikasi Interpersonal Siswa.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail