Sebagai Ketua Panitia Musyda Pimpinan Daerah Aiayiyah Bukittinggi 20 dan 21 Maret 2023
<p> Untuk menghasilkan kepengurusan baru dalam Organisasi Aisyiyah di tingkat Kota .Kab</p>
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
<p> Untuk menghasilkan kepengurusan baru dalam Organisasi Aisyiyah di tingkat Kota .Kab</p>
<p> Untuk menghasilkan kepengurusan baru dalam Organisasi Aisyiyah di tingkat Kota .Kab</p>
<p> Untuk menghasilkan kepengurusan baru dalam Organisasi Aisyiyah di tingkat Kota .Kab</p>
sejarah terbentuknya panti asuhan aisyiyah berawal dari terbentuknya organisasi perserikatan wanita-wanita yang didirikan oleh one syarifah dinar dan sekaligus memberikan tanah wakaf guna untuk mendirikan pantiasuhan aisyiyah itu diberikan oleh organisasi wanita-wanita dibawah naunganorganisasi muhamadiyah jadi nama panti asuhn aisyiyah kota pariaman yang didirikan pada tahun 1970. untuk mempermudahpenelitian ini maka disusun dua rumusan masalah pertama bagaimana sejarah berdirinya panti asuhan aisyiyah kota pariaman.kedua bagaimana perkembangan panti asuhan aisyiyah kota pariaman. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian heuristik kemudian kritik sumber melakukan interpretasi dan histrografi. dari penelitian mengenai perkembangan panti aduhan aisyiyah kota pariaman pada tahun 1970-2009 dapat dilihat perkembangab nya mulai dari segi sarana dan parasarana pada tahun ini masa perintisan pada tahun 2009-2022 sudah mulai berkembang
ABSTRAK Skripsi atas nama ISMA SYAHFITRI NIM 4512003, dengan judul: “WACANA FEMINISME ISLAM (STUDI KETERLIBATAN PEREMPUAN DI RUANG PUBLIK PADA AISYIYAH KECAMATAN MATUR)”. Program studi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negero Syeikh M.Djamil Djambek Bukittinggi. Permasalahan Tesis ini dilatarbelakangi oleh Gerakan Aisyiyah sebagai ortom dalam Muhammadiyah mempunyai tugas yaitu, membimbing kaum wanita kearah kesadaran beragama Islam dan berorgaiasai. Menghimpun anggota-anggota Muhammadiyah wanita serta menyalurkan dan mengenbirakan amalan-amalan Islam. Dalam rangka itulah Aisyiyah menyelenggarakan, membimbing dan mengembangkan amal usaha. Hal ini penulis dapat memaparkan bahwa terdapat berbagai macam persoalan mengenai wacana feminism Islam dalam keterlibatan perempuan di ruang publik, oleh sebab itu penulis menjadi tertarik untuk meneliti, mengkaji, serta menganalisis lebih dalam mengenai wacana feminisme Islam dalam organisasi keagamaan. Wacana yang digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan laki-laki dan perempuan yang dilihat dari segi sosial-budaya dalam pandangan Aisyiyah tentang fungsi, peran dan tanggungjawab yang dapat dilihat dari proses ruang dan waktu. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan feminism Islam. Informan dalam penelitian ini adalah tokoh masyarakat, tokoh agama sebagai informan kunci dan bundo kanduang, pengurus Aisyyah sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi, analisis data dan pemeriksaan keabsahan data. Hasil penelitian yang diperoleh disini, penulis Maksud dan tujuan Aisyiyah sama dengan maksud dan tujuan Muhammadiyah yaitu, “Menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat utama dan makmur yang di ridhain Allah SWT. Aisyiyah merupakan Organisasi Pertama Perempuan di Bumi Indonesia. Secara personal banyak anggota ‘Aisyiyah yang ikut menjadi pelopor pendirian beberapa organisasi perempuan baik di tingkat Nasional maupun Regional. Sebagai Organisasi tertua, tentu telah banyak yang dilakukan oleh ’Asyiyah untuk mendukung dan memajukan Negeri tercinta ini. Kegiatan Aisyiyah dalam bidang sosial kemasyarakatan dimulai dengan penyantunan anak-anak yatim. Kegiatan ini diperluas hingga meliputi sub bidang bantuan kepada korban bencana alam. Santunan kepada anak-anak yatim merupakan salah satu bidang kegiatan Aisyiyah dalam subbidang perlindungan dan kesejahteraan keluarga.
Skripsi atas nama AGUSTINA YOLANDA, NIM 4317003, yang berjudul “PESAN DAKWAH DALAM PENGAJIAN AISYIYAH DI MASJID ANSHARULLAH MUHAMMADIYAH KOTA PAYAKUMBUH” Program Studi Komunikasi Dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab Dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, 2021. Pesan dakwah itu sangat diperlukan. Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya peran perempuan dalam mempelajari ilmu agama Islam, melalui pesan dakwah yang disampaikan dalam pengajian Aisyiyah di Masjid Ansharullah Muhammadiyah Kota Payakumbuh yang relevan dengan apa yang dirasakan oleh mad‟u . Tujuan untuk mengetahui apa pesan dakwah yang disampaikan dalam pengajian Aisyiyah dan hambatan dalam pengjian Aisyiyah. Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif yaitu penelitian yang metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data memilih secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawacara dan dokumentasi. Hasil penelitian yakni pesan dakwah dalam pengajian Aisyiyah di Masjid Ansharullah Muhammadiyah Kota Payakumbuh, yang terdiri dari, pertama, pesan akidah, dimana para da‟i menjelaskan bagaimana berakidah yang benar, pesan syari’ah, dimana disini dijelaskan pentingnya mempelajari syari’at karena syari’at merupakan hukum yang harus diketahui, pesan akhlak, dimana da‟i menyampaikan bagaimana akhlak yang baik. kedua hambatan dalam pesan dakwah yaitu, hambatan sosio antro prikologis, dimana ada beberapa jama’ah yang mengalami gangguan pendengaran, hambatan semantic, dimana da‟i sedikit mengalami kesulitan dalam memilih bahasa yang akan digunakan dalam berdakwah, hambatan mekanis, dimana ada beberapa mad‟u yang mengalami kurangnya penglihatan sehingga yang di pancarkan oleh da‟i melalui proyektor kurang jelas dilihat, hambatan ekologis, dimana adanya kebisingan yang dihasilkan dari bunyi kendaran yang lewat di depan Masj
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Etika Komunikasi Kepemimpinan dalam Membina Perilaku Anak Didik Panti Asuhan Aisyiyah Jorong Sei. Jernih Talu Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat” ditulis oleh Efria Wendy, Nim: 4316.022. Kepemimpinan dalam lembaga sosial terutama Panti Asuhan yang memiliki tugas mengasuh, mendidik, membina dan menyayangi anak-anak yang tinggal di sana seperti menyayangi anak sendiri merupakan ladang pahala di dunia yang sangat besar di sisi Allah SWT. Dimana sikap kepemimpinan yang baik akan membuat anak-anak didik yang tinggal di Panti Asuhan akan merasa nyaman selama berada di lingkungan Panti Asuhan tersebut. Etika komunikasi kepemimpinan memiliki pengaruh yang besar bagi perkembangan sikap dan perilaku anak didik yang tinggal di Panti Asuhan karena tingkatan usia dan latar belakang anak-anak yang tinggal di Panti Asuhan Aisyiyah yang berbeda-beda, sehingga sikap Kepemimpinan yang baik akan menjadikan komunikasi antara pimpinan dan anak didik Panti Asuhan Aisyiyah menjadi lebih efektif dan tidak membuat anak-anak didik Panti Asuhan merasa tidak nyaman dalam berkomunikasi dengan Pimpinan Panti Asuhan Aisyiyah. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana etika komunikasi kepemimpinan yang terjalin antara Pimpinan Panti Asuhan Aisyiyah dengan Anak didik yang tinggal di Panti Asuhan, Dimana dari sikap kepemimpinan tersebut akan berpengaruh terhadap sikap dan Perilaku anak didik selama berada dilingkungan Panti Asuhan Aisyiyah. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif, yaitu penelitian dengan mengumpulkan dan menganalisis data berupa kata-kata (lisan ataupun tulisan) dan perbuatan-perbuatan manusia lainnya. Teknik pengumpulan data yang penulis lakukan adalah dengan melakukan observasi dan wawancara. Berdasarkan analisa data yang penulis lakukan, diperoleh kesimpulan bahwa etika kommunikasi kepemimpinan dalam membina perlaku anak didik Panti Asuhan Aisyiyah masih kurang efektif, dimana masih ada beberapa pelanggaran aturan yang dilakukan oleh anak-anak Panti Asuhan diantara nya adalah tidak melaksanakan jadwal piket yang telah ditetapkan. Kemudian Upaya yang dilakukan agar lebih dekat dengan anak-anak didik Panti Asuhan, Pimpinan Panti Asuhan melakukan pendekatan dengan anak didik Panti Asuhan dengan melakukan pendekatan sifat, pendekatan perilaku, kewibawaan dan kontingensi sehingga anak didik merasa lebih dekat dengan pimpinan Panti Asuhan Aisyiyah dan merasa lebih nyaman