ResearchOpen AccessMetadata saja
•Hasil Penelitian dan Pengabdian
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan wujud dari salah satu tugas-tugas mahasiswa yang tertuang dalam Tridarma Perguruan Tinggi, yakni Pengabdian kepada Masyarakat. Covid 19 yang melanda Indonesia telah mempengaruhi kehidupan masyarakat dan termasuk kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di Perguruan Tinggi. Salah satu pengaruh dalam perkuliahan adalah pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang selama ini pelaksanaannya mahasiswa peserta KKN bergabung dengan menyatu dengan masyarakat, pada masa pandemi ini mahasiswa tidak menyatu dengan masyarakat melainkan di alihkan dengan sistem DR. Seluruh peserta KKN DR ini ditugaskan untuk melakukan kuliah kerja nyata dikampung dan dirumah masing-masing dengan metode membuat karya ilmiah terkait dengan fenomena yang berkembang di tengah-tengah masyarakat di mana mereka tinggal. fenoma itu atau yang familiar disebut dengan kearifan lokal diteliti dengan menjawab dengan pendekatan hukum Islam bagi fakultas Syariah.
ResearchOpen AccessMetadata saja
•Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk merespon dan memberikan jawaban hukum dari pertanyaan yang diajukan oleh masyarakat akademik (mahasiswa) dan masyarakat umum kepada penulis diseputar tradisi memasuki bulan suci Ramadhan yang dilakukan umat Islam di Indonesia dengan berbagai bentuk kegiatan.</p>
ResearchOpen AccessMetadata saja
•Hasil Penelitian dan Pengabdian
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dinamika yang terjadi ditengah-tengah masyarakat, baik berupa tradisi yang sudah turun temurun, maupun praktek-praktek keagamaan yang terjadi dan diamalkan oleh masyarkat atau dengan istilah lain lokal wisdem. Penelitian ini dilakukan oleh mahasiswa fakultas syariah program studi Hukum Keluarga (Ahwal al-Syakhisyah) yang sedang mengikuti Kuliah Kerja Nyata Di rumah (KKN DR). Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata ini berbeda dengan program sebelumnya, yang mana mahasiswa peserta kuliah kerja nyata diprogramkan untuk terjun dan menyatu dengan masyarakat setempat dalam waktu yang ditentukan. Sedangkan pada program KKN DR ini programnya adalah setiap mahasiswa berkuliah di kampung halamannya masing-masing dengan cara mencari dan menemukan praktek-praktek keagamaan masyarakat dan tradisi yang berkembang di masyarakat di mana mereka tinggal. Untuk selanjutnya mereka melakukan identifikasi terhadap permasalahan- permasalahan hukum dan kemudian melakukan penelitian dan mencarikan jawaban hukumnya. Jenis penelitian termasuk penelitian lapangan (Field Research) yang bersifat deskriptif kualitatif dengan teknik analisa data mengikuti teknik analisa kualitatif. Sebagai hasil dari penelitian ini dapat ditemukan judul penelitian KKN DR, yakni: “Kajian Hukum Islam terhadap Tradisi dan Problematika Sosial Keagamaan”. Berbagai tema hukum keluarga ditemukan dan menjadi objek penelitian mahasiswa, seperti; Praktek Gadai Sawah, Praktek Pernikahan Sirri, Peran Mamak Mewujudkan Kelurga Sakinah, Faktor Banyak terjadi Perceraian, Persepsi Masyarakat terhadap Harta Pusaka Tinggi, Persepsi Masyarakat tentang Iddah Talak, Pelaksanaan Baralek, Sanksi Penghulu yang Berpoligami, Tradisi Pemberian Unag Hilang, Pernikahan Dini, dan Kewajiban Nafkah Keluarga.
ResearchOpen AccessMetadata saja
•Hasil Penelitian dan Pengabdian
Pendidikan Dasar Ulama ini untuk mempersiapkan kader-kaderr ulama muda yang berwawasan moderat. Pendidikan dan pengajarannya berbaasis turas dan mu'asharah sehingga tercipta kultur keberagamaan yang mengitegrasikan nilai-nilai Islam dengan kearifan lokal. Program Pendidikan Dasar Ulama (PDU) ini membekali mahasiswanya dengan berbagai kompetensi, seperti; kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.
ResearchOpen AccessMetadata saja
•Hasil Penelitian dan Pengabdian
Menjadi Muttaqin (orang yang bertaqwa) mejadi cita-cita setiap Muslim, karena derjat taqwa dalam agama Islam dinilai sebagai derrjat yang tertinggi dan mulia disisi Allah SWT. Kehadiran Bulan Ramadhan dengan segala aktifitas ibadah yang ada di dalamnya akan mengantarkan kepada derjat taqwa atau muttaqin. Karena itu mendapatkan derjat taqwa apa lagi mempertahankannya suatu hal yang sangat berat dan penuh tantangan. Dalam al-Qur'an ditemukan cukup banyak ayat dan juga hadits-hadits Nabi SAW yang menjelaskan bagaimana cara-cara yang ditempuh untuk mendapatkan derjat taqwa itu, baik amal-amal utama yang mesti diwujudkan dan juga termasuk cara menghadapi tantangan kehidupan. Orang yang bertaqwa itu kata Ubaiy bin Ka'ab dalam menjalankan kehidupan ini seperti seseorang yang berjalan ditempat yang penuh dengan duri-duri dan rintangan dan jika ia tidak berhati-hati maka duri-duri itu akan menusuk kakinya. Duri-duri yang dimaksud dalam riwayat ini adalah segala bentuk kebatilan, kekejian, dan kemungkaran dengan berbagai bentuk dan modus yang senantiasa mengintai dan menjerumuskan seorang muslim. dengan demikian seorang Muttaqin mesti punya ketahanan diri (sabar) yang kuat dalam menghadapi setiap bentuk kebatilan itu.
ResearchOpen AccessMetadata saja
•Hasil Penelitian dan Pengabdian
Menjadi Muttaqin (orang yang bertaqwa) mejadi cita-cita setiap Muslim, karena derjat taqwa dalam agama Islam dinilai sebagai derrjat yang tertinggi dan mulia disisi Allah SWT. Kehadiran Bulan Ramadhan dengan segala aktifitas ibadah yang ada di dalamnya akan mengantarkan kepada derjat taqwa atau muttaqin. Karena itu mendapatkan derjat taqwa apa lagi mempertahankannya suatu hal yang sangat berat dan penuh tantangan. Dalam al-Qur'an ditemukan cukup banyak ayat dan juga hadits-hadits Nabi SAW yang menjelaskan bagaimana cara-cara yang ditempuh untuk mendapatkan derjat taqwa itu, baik amal-amal utama yang mesti diwujudkan dan juga termasuk cara menghadapi tantangan kehidupan. Orang yang bertaqwa itu kata Ubaiy bin Ka'ab dalam menjalankan kehidupan ini seperti seseorang yang berjalan ditempat yang penuh dengan duri-duri dan rintangan dan jika ia tidak berhati-hati maka duri-duri itu akan menusuk kakinya. Duri-duri yang dimaksud dalam riwayat ini adalah segala bentuk kebatilan, kekejian, dan kemungkaran dengan berbagai bentuk dan modus yang senantiasa mengintai dan menjerumuskan seorang muslim. dengan demikian seorang Muttaqin mesti punya ketahanan diri (sabar) yang kuat dalam menghadapi setiap bentuk kebatilan itu.
ResearchOpen AccessMetadata saja
•Hasil Penelitian dan Pengabdian
Menjadi Muttaqin (orang yang bertaqwa) mejadi cita-cita setiap Muslim, karena derjat taqwa dalam agama Islam dinilai sebagai derrjat yang tertinggi dan mulia disisi Allah SWT. Kehadiran Bulan Ramadhan dengan segala aktifitas ibadah yang ada di dalamnya akan mengantarkan kepada derjat taqwa atau muttaqin. Karena itu mendapatkan derjat taqwa apa lagi mempertahankannya suatu hal yang sangat berat dan penuh tantangan. Dalam al-Qur'an ditemukan cukup banyak ayat dan juga hadits-hadits Nabi SAW yang menjelaskan bagaimana cara-cara yang ditempuh untuk mendapatkan derjat taqwa itu, baik amal-amal utama yang mesti diwujudkan dan juga termasuk cara menghadapi tantangan kehidupan. Orang yang bertaqwa itu kata Ubaiy bin Ka'ab dalam menjalankan kehidupan ini seperti seseorang yang berjalan ditempat yang penuh dengan duri-duri dan rintangan dan jika ia tidak berhati-hati maka duri-duri itu akan menusuk kakinya. Duri-duri yang dimaksud dalam riwayat ini adalah segala bentuk kebatilan, kekejian, dan kemungkaran dengan berbagai bentuk dan modus yang senantiasa mengintai dan menjerumuskan seorang muslim. dengan demikian seorang Muttaqin mesti punya ketahanan diri (sabar) yang kuat dalam menghadapi setiap bentuk kebatilan itu.
ResearchOpen AccessMetadata saja
•Hasil Penelitian dan Pengabdian
Membantu Program-Program Pemerintahan Daerah Kabupaten dalam mewujudkan masyarakatnya yang Madani dan berprestasi