Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya academic hardiness sebagian siswa di MAN 2 Bukittinggi. Kondisi tersebut terlihat dari kurangnya ketahanan siswa dalam menghadapi tekanan akademik, mudah menyerah ketika mengalami kesulitan belajar, kurang mampu mengontrol perilaku dalam menghadapi tantangan akademik, serta rendahnya komitmen dalam menyelesaikan tugas sekolah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan academic hardiness siswa adalah melalui konseling kelompok dengan pendekatan behavioristik. Konseling kelompok memberikan kesempatan kepada siswa untuk membahas permasalahan akademik dalam suasana kelompok, sedangkan pendekatan behavioristik digunakan untuk membantu siswa mengidentifikasi, mengubah, dan mempertahankan perilaku belajar yang lebih adaptif melalui pemberian penguatan dan latihan perilaku. Penelitin ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis Pre Eksperimen Design, dengan model One Group Pretest dan Posttest. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 75 siswa di kelas X MAN 2 Bukittinggi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive samping, sampel penelitian ini sebanyak 8 siswa. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuisioner academic hardiness yang dikembangkan oleh penulis. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon renk test dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian yang diolah menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa, nilai Asymp sig 2-tailed diperoleh nilai sebesar 0,012 yang berarti lebih kecil dari 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa layanan konseling behavioristik berpengaruh terhadap academic hardiness siswa di MAN 2 Bukittinggi.