Abstrak
Fahranisa Naila, (2026)Strategi Guru dalam Menyusun Modul Ajar Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta di MAN 4 Pasaman Barat. Skripsi. Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan implementasi Kurikulum Merdeka yang mengharuskan guru mampu menyusun modul ajar pembelajaran mendalam dan mengintegrasikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dalam proses pembelajaran. Kenyataannya, masih terdapat berbagai kendala yang dihadapi guru, seperti keterbatasan pemahaman mengenai konsep pembelajaran mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta, pelatihan yang belum optimal, serta keterbatasan waktu dan sarana pendukung dalam penyusunan modul ajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam menyusun modul ajar pembelajaran mendalam, strategi guru dalam menyusun modul ajar Kurikulum Berbasis Cinta, serta faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi guru dalam penyusunan modul ajar di MAN 4 Pasaman Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian terdiri atas guru Pendidikan Agama Islam, Kepala Madrasah, dan Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam menyusun modul ajar pembelajaran mendalam diawali dengan menganalisis Capaian Pembelajaran, menyusun Tujuan Pembelajaran, merancang kegiatan belajar berdasarkan prinsip mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning, serta menyesuaikannya dengan karakteristik peserta didik. Dalam penyusunan modul ajar Kurikulum Berbasis Cinta, guru mengintegrasikan nilai kasih sayang, empati, toleransi, kepedulian, dan penghargaan terhadap keberagaman ke dalam seluruh proses pembelajaran sehingga pembelajaran tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik. Faktor pendukung meliputi dukungan kepala madrasah, kerja sama antarguru, kegiatan MGMP, kebijakan Kurikulum Merdeka, dan ketersediaan referensi. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan pemahaman guru, pelatihan yang belum berkelanjutan, keterbatasan waktu, perbedaan karakteristik peserta didik, serta keterbatasan sarana dan prasarana. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru berupaya meningkatkan kompetensi melalui MGMP, pelatihan, belajar mandiri, diskusi dengan sesama guru, serta melakukan refleksi dan revisi terhadap modul ajar yang telah disusun.