Abstrak
Skripsi ini disusun oleh Rifyan Fahmi, NIM 2122003 dengan judul “Aktualisasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Hadroh Di MAN 2 Mandailing Natal” Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi Tahun 2026 M/1447 H. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam proses aktualisasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam kegiatan ekstrakurikuler hadroh di MAN 2 Mandailing Natal serta mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam kegiatan tersebut. Kegiatan hadroh dipandang tidak hanya sebagai sarana pengembangan bakat dan minat peserta didik dalam bidang seni Islami, tetapi juga sebagai media pembinaan akhlak dan pembentukan karakter religius. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pembina ekstrakurikuler hadroh, peserta didik yang mengikuti kegiatan tersebut, dan kepala madrasah sebagai informan pendukung. Data dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktualisasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam kegiatan ekstrakurikuler hadroh dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, penanaman nilai, pembiasaan, keteladanan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, pembina menyusun jadwal, materi latihan, tata tertib, dan tujuan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan seni, tetapi juga pada pembentukan akhlak mulia. Pada tahap pelaksanaan, kegiatan diawali dengan doa bersama, pembacaan shalawat, latihan memainkan alat hadroh, dan pemberian arahan keagamaan. Melalui proses tersebut, nilai-nilai aqidah ditanamkan dengan membiasakan peserta didik membaca doa, shalawat, dan menumbuhkan rasa cinta kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Nilai akhlak diwujudkan melalui pembiasaan disiplin, tanggung jawab, kerja sama, sopan santun, dan saling menghargai antaranggota. Sementara itu, nilai syariah tampak dalam pembiasaan shalat berjamaah, berpakaian sopan, menjaga pergaulan, serta menghentikan latihan ketika waktu shalat tiba. Selain itu, pembina menjadi figur teladan yang memberi contoh nyata dalam kedisiplinan, kesabaran, tanggung jawab, dan kesantunan. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk menilai tidak hanya kemampuan musikal peserta didik, tetapi juga perkembangan sikap religius mereka dalam kehidupan sehari- hari. Kegiatan hadroh juga memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter siswa, seperti meningkatnya keimanan, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, rasa percaya diri, serta semangat mengikuti kegiatan keagamaan di madrasah. Dengan demikian, ekstrakurikuler hadroh terbukti menjadi salah satu sarana yang efektif dalam mengaktualisasikan nilai-nilai pendidikan Islam dan membentuk karakter Islami peserta didik di MAN 2 Mandailing Natal.