Abstrak
Tesis ini disusun oleh salah satu mahasiswa program studi Manajemen Pendidikan Islam dari Fakultas Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi 2026 yaitu Oktavia Dewi Afja dengan NIM. 1022023. Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Motivasi Pengembangan Diri, Dan Komitmen Afektif Terhadap Kinerja Guru Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening Pada SMA Negeri Di Kota Bukittinggi. Kinerja guru menjadi penentu utama mutu pembelajaran di sekolah, tetapi capaiannya tidak berdiri sendiri. Ia dibentuk oleh cara kepala sekolah memimpin, dorongan guru mengembangkan diri, dan seberapa kuat ikatan emosional guru terhadap institusi tempat mengabdi. Penelitian ini menguji pengaruh Gaya Kepemimpinan (X1), Motivasi Pengembangan Diri (X2), dan Komitmen Afektif (X3) terhadap Kinerja Guru (Y), dengan Kepuasan Kerja (Z) sebagai variabel intervening, pada guru SMA Negeri di Kota Bukittinggi. Penelitian ini dirancang sebagai explanatory research berpendekatan kuantitatif dalam paradigma positivistik, bertujuan menguji hubungan kausal antar variabel secara statistik, bukan sekadar menggambarkan fenomena. Data dikumpulkan secara cross-sectional dari 100 guru menggunakan hasil teknik proportionate stratified random sampling atas populasi 176 guru di tiga SMA Negeri Kota Bukittinggi. Seluruh konstruk terbukti reliabel (Cronbach's alpha dan Composite Reliability di atas 0,80). Analisis dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS) dipilih karena kemampuannya menguji model dengan banyak jalur simultan termasuk efek mediasi, serta ketahanannya terhadap data yang tidak berdistribusi normal multivariat. Hasil pengujian menunjukkan Komitmen Afektif sebagai prediktor terkuat dan satu-satunya jalur yang konsisten signifikan langsung terhadap Kinerja Guru (β=0,457; p=0,002), sementara Motivasi Pengembangan Diri turut berpengaruh signifikan (β=0,351; p=0,007). Gaya Kepemimpinan tidak terbukti berpengaruh langsung terhadap Kinerja Guru (p=0,674), tetapi berpengaruh kuat terhadap Kepuasan Kerja (β=0,496; p=0,011). Kepuasan Kerja sendiri tidak terbukti memengaruhi Kinerja Guru (p=0,288) maupun memediasi ketiga jalur tidak langsung yang diuji (H10-H12 seluruhnya ditolak). Model menjelaskan 71,8% varians Kepuasan Kerja dan 79,0% varians Kinerja Guru. Temuan ini mengarah pada satu simpulan: kinerja guru di SMA Negeri Kota Bukittinggi lebih ditentukan oleh kedalaman komitmen afektif dan motivasi pengembangan diri guru, bukan oleh rasa puas terhadap pekerjaan. Kebijakan sekolah karena itu lebih tepat diarahkan pada penguatan keterikatan emosional guru terhadap institusi, dibanding semata mengejar kepuasan kerja.