Abstrak
Muhammad Ersyad Anshari, NIM 20123.015 dengan judul Tesis “Studi Evaluasi Program Tahfidz Al – Qur’an Menggunakan Model CIPP Di SDIT Baiturrahim, Parit Putus Kab. Agam” Program Tahfidz Al-Qur’an merupakan salah satu program unggulan dalam pendidikan Islam yang bertujuan membentuk peserta didik yang memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an, mampu menghafal dengan baik, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. SDIT Baiturrahim Parit Putus Kabupaten Agam menjadikan program Tahfidz Al-Qur’an sebagai bagian dari kurikulum intrakurikuler yang berorientasi pada pembentukan karakter Qur’ani. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai permasalahan yang memerlukan evaluasi secara menyeluruh dan sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Tahfidz Al-Qur’an di SDIT Baiturrahim menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product). Evaluasi konteks difokuskan pada kesesuaian latar belakang, tujuan, dan kebutuhan program. Evaluasi input menelaah kesiapan sumber daya manusia, peserta didik, sarana prasarana, serta kurikulum. Evaluasi proses menilai pelaksanaan pembelajaran tahfidz, metode, strategi, dan monitoring kegiatan, sedangkan evaluasi produk mengkaji capaian hafalan, efektivitas program, serta dampak yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi evaluatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, koordinator tahfidz, guru tahfidz, serta peserta didik. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif terhadap pelaksanaan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara konteks program Tahfidz Al-Qur’an di SDIT Baiturrahim relevan dengan visi, misi, dan kebutuhan sekolah. Pada aspek input, ketersediaan guru dan peserta didik cukup memadai, meskipun masih terdapat keterbatasan kompetensi khusus dan sarana pendukung. Dari aspek proses, pelaksanaan program berjalan cukup baik namun belum optimal dalam konsistensi metode dan sistem evaluasi. Sementara itu, pada aspek produk, capaian hafalan siswa menunjukkan hasil yang bervariasi dan belum sepenuhnya mencapai target yang ditetapkan. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan berkelanjutan agar program Tahfidz Al-Qur’an dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.