Abstrak
Skripsi ini berjudul “Etika Guru dan Murid tentang Menuntut Ilmu dalam Buku Lembaga Hidup Karya Buya Hamka” ditulis oleh Nurhasnah, NIM 2121117, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Tahun 2025. Penelitian ini mengkaji konsep etika guru dan murid dalam buku Lembaga Hidup karya Buya Hamka. Latar belakang penelitian berangkat dari fenomena menurunnya kualitas moral serta melemahnya nilai-nilai etika dalam hubungan antara guru dan murid di dunia pendidikan modern. Banyak peserta didik yang kurang menghargai guru, sementara sebagian guru belum sepenuhnya menampilkan keteladanan yang baik. Dalam pandangan Islam, proses menuntut ilmu harus disertai adab, keikhlasan, dan tanggung jawab moral, sehingga penting untuk menggali kembali nilai-nilai etika pendidikan menurut tokoh seperti Buya Hamka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data utama diperoleh dari buku Lembaga Hidup karya Buya Hamka, sedangkan data pendukung bersumber dari berbagai literatur seperti buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi melalui penelaahan dan pencatatan bagian penting yang berkaitan dengan etika guru dan murid. Analisis data dilakukan dengan analisis isi (content analysis) untuk menemukan nilai-nilai moral yang terkandung dalam pandangan Buya Hamka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Buya Hamka memandang etika sebagai fondasi utama dalam pendidikan. Etika guru meliputi keikhlasan, kesabaran, keadilan, tanggung jawab, dan keteladanan, sedangkan etika murid mencakup sikap hormat, rendah hati, kesungguhan, dan niat tulus karena Allah SWT. Hubungan antara guru dan murid menurutnya harus didasari kasih sayang dan keikhlasan. Nilai-nilai yang dikemukakan Buya Hamka tetap relevan dengan pendidikan masa kini karena mampu menumbuhkan karakter, moral, dan spiritualitas dalam proses pembelajaran yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam.