Abstrak
Nurhasana, 2621095 : “ Peran Orang Tua Dalam Mendukung Proses Belajar Remaja Awal Dengan Gejala Mental Dwon Di Situjuah Gadang”. Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri ( UIN ) Sjech.M.Djamil Djambek Bukittinggi, 2025. Penelitian ini mengkaji peran orang tua dalam memberikan dukungan kepada remaja awal yang mengalami gejala mental menurun di Nagari Situjuh Gadang, Kabupaten Lima Puluh Kota. Hasil pengamatan dan wawancara menunjukkan banyak remaja menarik diri dari pergaulan, mudah marah, kehilangan rasa percaya diri, serta kesulitan berpikir akibat kurangnya perhatian, kasih sayang, dan interaksi dari orang tua. Banyak orang tua sibuk bekerja atau hanya memberi dukungan materi tanpa memperhatikan kebutuhan emosional anak. Padahal, peran orang tua sangat penting dalam memberikan dukungan emosional, motivasi, dan menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis agar remaja mampu menghadapi tekanan psikologis dan meningkatkan semangat belajarnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk menggali peran orang tua dalam mendukung proses belajar remaja awal yang mengalami masalah mental di Situjuah Gadang. Wawancara dilakukan secara semi terstruktur, sedangkan observasi dilakukan secara partisipatif untuk memahami konteks peran orang tua secara menyeluruh. Informan penelitian ini mencakup ibu dan remaja yang memiliki pengalaman langsung terkait isu yang diteliti. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan bagaimana orang tua mendukung remaja yang mengalami masalah mental di Nagari Situjuah Gadang. Dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, penelitian melibatkan empat remaja sebagai subjek utama. Temuan menunjukkan bahwa dukungan orang tua, terutama emosional, masih kurang karena kesibukan dan minimnya komunikasi hangat antara ibu dan anak. Remaja yang tidak mendapat dukungan emosional cukup cenderung menarik diri, kehilangan motivasi belajar, dan merasa tidak dihargai. Selain itu, dukungan akademis dan sosial dari orang tua juga belum maksimal, yang memperburuk kondisi psikologis anak. Hasil ini menegaskan pentingnya perhatian, dukungan emosional, dan komunikasi positif dari orang tua untuk menjaga stabilitas mental remaja.