Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2025Versi 1

PERAN LEMBAGA KONGSI KEMATIAN DALAM PROSESI PENYELENGGARAAN JENAZAH DI PARAK PAGAMBIRAN KOTA PADANG

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Sosiologi Agama•6 dilihat · 4 unduhan

Abstrak

Skripsi ini ditulis oleh Sindy Chintya Wulandari Nim 4621051 Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi dengan judul “Peran Lembaga Kongsi Kematian Dalam Prosesi Penyelenggaraan Jenazah Di Parak Pagambiran Kota Padang”. Penelitian ini di latar belakangi peran lembaga kongsi kematian sebagai bentuk mewujudkan solidaritas yang lebih kuat dan melestarikan tradisi sesuai dengan nilai ajaran agama. Peran lembaga kongsi kematian tidak hanya berperan sebagai perantara prosesi penyelenggaraan jenazah, tetapi banyak makna dibalik lembaga kongsi kematian. Lembaga kongsi kematian berperan penting tidak hanya sebagai dari segi ibadah keagamaan saja, tetapi juga berperan penting terhadap sistem pendidikan maupun sistem sosial dan budaya. Dalam hal itu perlunya tindakan dari pengurus lembaga kongsi kematian untuk kembali memberikan pemahaman terhadap masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang menekankan pada berbagai aspek kedalaman informasi yang di peroleh melalui wawancara dan didukung oleh metode observasi lapangan dan dokumentasi. Lokasi penelitian ini di Parak Pagambiran Kota Padang. Dalam pengumpulan data penelitian ini yang menjadi informan kunci adalah 2 orang berpengaruh, dan informan pendukung 3 orang dan 1 orang masyarakat setempat Parak Pagambiran. Teori yang digunakan adalah Strukturasi. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan peran lembaga kongsi kematian sangat efektif dan berjalan dengan lancar. Lembaga Kongsi Kematian berfungsi sebagai struktur yang mengatur norma, nilai, dan peran dalam masyarakat terkait pengurusan jenazah, sekaligus menjembatani interaksi dinamis antara ketentuan adat, agama, dan partisipasi aktif anggota sebagai agen. Koordinasi internal lembaga berjalan efektif melalui pembagian tugas yang terstruktur, mulai dari penerimaan jenazah hingga pemakaman. Proses penyelenggaraan jenazah mencerminkan nilai-nilai solidaritas, kepedulian, dan kesadaran kolektif, dengan dukungan sistem "bank peralatan" dan pendampingan pascapemakaman. Tantangan utama meliputi keterbatasan partisipasi masyarakat dan kurangnya dukungan pemerintah. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan peran lembaga melalui peningkatan sosialisasi, pelatihan anggota, dan kolaborasi dengan lembaga keagamaan untuk mempertahankan eksistensinya sebagai penyangga tradisi dan solidaritas sosial. Lembaga kongsi kematian bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa merubah nilai-nilai tradisi yang telah ada. Dengan adanya lembaga kongsi kematian, maka terbentuk juga masyarakat yang memiliki kepedulian yang tinggi antar sesama manusia baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat. Hal ini membuktikan peran lembaga kongsi kematian dimaknai bukan hanya sebagai bentuk keagamaan, tetapi sebagai kegiatan kebudayaan, interaksi sosial, maupun sosialisasi.

Kata kunci

Kata kunci: Peran, Lembaga kongsi kematian, Prosesi jenazah, Strukturasi

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1PERAN LEMBAGA KONGSI KEMATIAN DALAM PROSESI PENYELENGGARAAN JENAZAH DI PARAK PAGAMBIRAN KOTA PADANG2025 · oai:ais:skripsi:18379

Publikasi terkait