Abstrak
Skripsi dengan judul “Strategi Petani Kakao dalam Meningkatkan Produksi dari Perspektif Ekonomi Islam (Studi kasus: Kecamatan Padang Gelugur, Kabupaten Pasaman)”. Di susun oleh Yulia Siska NIM 3221195 Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terjadinya keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang berkaitan pada pengetahuan dan keterampilan pengelolaan kebun kakao. Para petani di wilayah tersebut umumnya tidak menjemur terlebih dahulu biji kakao yang telah dipanen, sehingga biji yang dihasilkan memiliki kualitas kurang bagus saat dijual. Hal ini berdampak pada harga jual yang murah dari para pengempul. Selain itu, meskipun luas tanaman kakao bertambah, namun produksi dan produktivitas justru menurun karena usia tanaman kakao sudah berusia 20 tahun keatas. Kondisi ini diperparah oleh kurangnya perawatan, yang menyebabkan tanaman diserang hama, buah membusuk, dan mengalami gejala mati pucuk. Maka dengan melihat realitas diatas, penulis tertarik untuk mengkaji dan mengangkat permasalahan tersebut ke dalam sebuah skripsi dengan judul “Strategi Petani Kakao dalam Meningkatan Produksi Kakao dari Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus: Kecamatan Padang Gelugur, Kabupaten Pasaman)”. Tujuan penelitian untuk mengetahui strategi yang digunakan petani kakao dalam peningkatkan produksi ditinjau dari perspektif ekonomi Islam. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpalan data. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder yang diperoleh dari responden melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi petani kakao dalam meningkatkan produksi meliputi rehabilitasi tanaman, intensifikasi budidaya, peremajaan tanaman, konservasi kakao lokal, perluasan area tanaman, penguatan kapabilitas SDM dan kelembagaan, serta pelatihan dan peningkatan keterampilan, terbukti mampu meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi kakao. Dari perspektif ekonomi Islam, strategi-strategi tersebut pada dasarnya sesuai dengan prinsip keadilan, kemaslahatan, tanggung jawab dan keberlanjutan. Strategi seperti pemangkasan, pemupukan organik, dan konservasi kakao lokal mencerminkan usaha petani dalam menjaga kelestarian lingkungan dan tidak merusak tanah secara berlebihan. Prinsip tanggung jawab sebagai khalifah di bumi juga tercemin dalam upaya menjaga kualitas lahan dan ekosistem pertanian agar tetap produktif dan berkelanjutan. Dengan demikian, strategi peningkatan produksi kakao yang dijalankan secara benar tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai Islam yang mendalam dalam pengelolaan sumber daya alam