Abstrak
Penelitian ini mengkaji strategi bauran pemasaran rumah pohon India salah satu destinasi wisata di Indonesia. Analisis awal mengungkapkan bahwa upaya pemasaran destinasi tersebut terbatas, khususnya dalam promosi media sosial, yang menimbulkan ancaman terhadap daya saingnya. Namun destinasi tersebut berpotensi menghasilkan pendapatan bagi masyarakat setempat dan menarik pengunjung dari berbagai usia dan kalangan. Strategi pemasaran yang dilakukan manajemen destinasi didasarkan pada bauran pemasaran 7P namun yang diterapkan saat ini hanya 5P (produk, harga, tempat, promosi dan orang). Meskipun strategi ini secara umum sejalan dengan teori pemasaran, terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki termasuk mengoptimalkan lokasi destinasi di wisata kayu kubu dan panorama ngarai sianok. Analisis word menunjukkan bahwa destinasi tersebut dapat memanfaatkan agen perjalanan dan influencer untuk memperluas pangsa pasarnya, memaksimalkan promosi online dan offline, melakukan riset pasar secara berkala, dan mempromosikan kepuasan wisatawan melalui inovasi produk dan peningkatan kualitas. Lebih lanjut analisis tersebut menyoroti perlunya pembangunan infrastruktur, optimalisasi atraksi, dan peningkatan fasilitas seperti area taman bermain, kebersihan dan fasilitas umum. Dengan mengatasi permasalahan tersebut rumah pohon ini dapat meningkatkan strategi pemasaran dan daya saingnya di industri pariwisata.