Abstrak
ABSTRAK Juwita Optalia, NIM : 2120373, Judul Skripsi “Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble Terhadap Keaktifan Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas VII SMPN 5 Bukittinggi.” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya keaktifan belajar siswa dalam proses pembelajaran yang disebabkan oleh kurangnya variasi model pembelajaran yang digunakan saat proses belajar mengajar. Dalam situasi ini, siswa hanya mendengarkan dan memperhatikan penjelasan guru tanpa adanya umpan balik, sehingga mereka merasa bosan dan mengantuk selama proses belajar mengajar. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh signifikan dan positif dari Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble terhadap keaktifan belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas VII di SMPN 5 Bukittinggi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Quasi Eksperimen dengan desain nonequievalent pre-test post-test control grup desaign. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, angket keaktifan belajar, dan dokumentasi. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 181 siswa dan sampel penelitian 29, dengan teknik pengambilan sampel yaitu porposive sampling. Berdasarkan analisis data dan pembahasan, maka hasil Sebelum diberikan perlakuan (Posttest) rata-rata keaktifan belajar kelas eksperimen 92,59, sedangkan rata-rata kelas kontrol pada saat pretest sebesar 97,70 jarak keaktifan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol 5,11. Pada awal ini keaktifan siswa kelas eksperimen lebih rendah dibandingkan kelas kontrol. Setelah diberikan perlakuan ( Posttest ) kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran scramble memiliki rata-rata 112,48 sedangkan pada kelas kontrol yang tidak diberikan perlakuan menggunakan model scramble meningkat menjadi 104,70. Dapat di ketahui keaktifan belajar pada kelas eksperimen jauh lebih meningkat dibandingkan dengan kelas Kontrol. Bedasarkan uji t Posttest diketahui rata-rata keaktifan belajar kelas eksperimen sebesar 112,48 dan rata-rata keaktifan belajar kelas kontrol 104,70 sehingga dapat disimpulkan keaktifan belajar kelas eksperimen lebih besar 7,78 dibanding kelas kontrol. Diperoleh thitung sebesar 2,429 dengan signifikansi 0,019. Selanjutnya didapatkan ttabel dari df 52 pada taraf signifikansi 5% adalah 2,051. Jadi nilai thitung > ttabel (2,429 > 2,006) dan signifikansinya kurang dari 0,05 (Sig= 0,0190,05). Dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima atau terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran scramble terhadap keaktifan belajar siswa secara signifikan pada kelas eksperimen. Dapat disimpulkan ada pengaruh model pembelajaran scramble terhadap keaktifan belajar pendidikan agama Islam siswa kelas VII SMPN 5 Bukittinggi.