Abstrak
Skripsi ini berjudul tentang “Strategi Komunikasi Penyiar Programa 4 LPP RRI Padang Dalam Mempertahankan Eksistensinya Di Era Generasi Z”. skripsi ini ditulis oleh Rahma Sari Rahayu dengan Nim 4320005, Program Studi Komunikasi Dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab Dan Dakwah, Universitas Negeri (UIN) Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi, 1445 H/ 2024 M. Penelitian ini dilatar belakangi dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih dan gadget yang semakin marak, sehingga generasi z lebih cendrung mengikuti perubahan zaman dan perkembangan teknologi. Generasi z menganggap bahwa radio tertinggal karna kalahnya dengan perkembangan teknologi sehingga radio jarang untuk didengarkan. Namun pada kenyataannya radio mulai mengikuti perubahan zaman yang semakin berkembang agar tidak tertinggal dengan zaman yang serba teknologi. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menggunakan Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Strategi Komunikasi Penyiar Programa 4 LPP RRI Padang Dalam Mempertahankan Eksistensinya Di Era Generasi Z, dan mengetahui kendala apa saja yang dihadapi Penyiar Programa 4 Dalam Mempertahankan Eksistensinya Di Era Generasi Z. Hasil penelitian yang dilakukan, Strategi Komunikasi Penyiar Programa 4 LPP RRI Padang Dalam Mempertahankan Eksistensinya di Era Generasi Z yaitu: pada program Dendang Dangdut menggunakan strategi dengan cara mengundang pendengar untuk merequest lagu-lagu pilihan yang telah tersedia serta bisa juga berkirim salam dengan pendengar. Selanjutnya pada program Salam Bajawek tidak jauh bedanya dengan Dendang Dangdut, penyiar mengizinkan pendengar untuk merequest lagu dan berkirim salam bersama pendengar lainnya, selain itu pada program ini juga boleh berbincang-bincang santai antara penyiar dan pendengar. Program selanjutnya yaitu kato bajawek dalam Pantun, pada program ini strategi yang digunakan bahasa yang santai, karna program ini berbalas pantun yang menghadirkan narasumber ke studio, dan yang terakhir yaitu program Kearifan Lokal Minangkabau menggunakan strategi yang interaktif dengan menghadirkan narasumber akademisi yang membahas seputar kearifan local Minangkabau dan ajaran nenek moyang terdahulu. Pada saat menjalankan program, tentu ada suatu kendala yang dihadapi penyiar programa 4 yaitu : kendala internal, kendala ini bisa berupa pada alat yang digunakan atau bisa kendala pada diri seorang penyiar itu. Selain itu kendala eksternal, kendalanya bisa berupa narasumber tidak bisa hadir pada saat program itu akan dimulai, sehingga membuat program itu tidak berjalan atau dilakukan secara online.