Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini ditulis oleh Hasna Fadilah (NIM: 3619051). Program Studi S1 Manajemen Haji dan Umrah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi dengan judul “Strategi Petugas Kementerian Agama Kota Bukittinggi Dalam Menyikapi Dampak Pembatalan Haji Oleh Pemerintah”. Maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji strategi komunikasi yang dilakukan oleh penjabat Kementerian Agama Kota Bukittinggi dalam memberikan informasi dan menangani haji. Keputusan pembatalan ibadah haji pada tahun 2020 dan 2021 ke Tanah Suci telah diambil. Adapun latar belakang penulis dalam melakukan penelitian ini adalah pada pembatalan ibadah haji yang dilakukan selama dua tahun berturut-turut oleh pemerintah berdasarkan KMA 494 dan KMA 660. Menyebabakan munculnya ke khawatiran calon jamaah haji untuk tidak berangkat dan adanya berita-berita bahwasannya uang haji sudah hilang. Dan peningkatan pembatalan calon jamaah haji yang menunggu pembatalan di kator Kementerian Agama Kota Bukittinggi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif fenomenologis. Secara khusus dari hasil wawancara, observasi, dan dokumen yang diperoleh penulis, penulis dapat mengumpulkan data, mengorganisasikan (mengkategorikan) data, dan menyajikan data tersebut guna menemukan strategi yang tepat untuk diterapkan oleh Kementerian Agama. .dan mencoba menarik kesimpulan. Kota Bukittinggi digunakan untuk memberikan informasi kepada masyarakat dan masyarakat umum. Hasil penelitian tersebut bahwasannya Satrategi Komunikasi Kementerian Agama Kota Bukittiggi Dalam Menyikapi Dampak Pembatalan Haji Oleh Pemerintah adalah dengan menggunakan strategi komunikasi persuasif dengan memberikan pemahaman baik secara langsung tatap muka, virtual, instrasi, dan tokoh-tokoh masayarakat untuk menyampaikan dan menyebarkan informasi yang sebenarnya terjadi. Pada tahun 2020 terdapat 280 orang jamaah yang akan di berangkatkan namun karena pandemi dan peraturan kementerian agama tidak jadi di berangkatkan terdapat 3 orang dari jamaah tersebut yang mebatalkan porsi keberangkatan nya secara pribadi dan sebanayk 277 orang tidak mebatalkan porsinya. Dengan beredar berita-berita yang tidak jelas kebenarnya, kondisi ekonomi yang rendah, nyawa yang melayang akibat covid-19, memicu naiknya pembatalan ibadah haji oleh calon jamaah yang sedang menunggu keberangkatan ibadah haji. Terdapat peningkatan pembatalan ibadah haji pada tahun 2021.