Abstrak
Septiani 4320021 Mahasiswi program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam. skripsi yang berjudul ― Komunikasi Lintas Agama Antara Umat Islam Dan Kristen Dalam Menciptakan Kerukunan Bermasyarakat Di Kelurahan Air Jamban Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis‖ Penelitian ini dilatar belakangi masalah yang terjadi bahwa terdapat konflik agama di kelurahan Air Jamban antara umat Islam dan Kristen yang sebabkan oleh ketidak efektifan komunikasi yang disampaikan. Sehingga berdampak kepada kehidupan bermasyarakat dan dapat menimbulkan perpecahan antara umat beragama salah satunya masalah yang terjadi akibat adanya kesalahpahaman yang hampir menimbulkan provokasi antar umat beragama. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan lapangan serta di gambarkan secara deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi yang dilakukan pada masyarakat umat Islam dan Kristen di Kelurahan Air Jamban. Hasil penelitian menujukkan bahwa komunikasi lintas agama yang dilakukan antar umat Islam dan Kristen dalam menciptakan kerukunan bermasyarakat dapat dilakukan dengan saling menjaga komunikasi satu sama lain baik komunikasi interpersonal seperti saling menyapa dan bercengkrama antara tetangga, berkomunikasi dengan masyarakat tanpa membeda-bedakan agama, berkomunikasi dengan teman sebaya, berkomunikasi dengan orang tua. Maupun komunikasi kelompok seperti pada kegiatan keagamaan Halal binhala, dialog antar umat beragama terkait pendirian kampung pancasila, kegitan gotong royong, kegiatan arisan kaum ibu dan kegiatan PKK. Faktor pendukung antara umat Islam dan Kristen dalam menciptakan kerukunan bermasyarakat di Kelurahan Air Jamban yaitu saling menghargai satu sama lain, terbuka dan peka terhadap indahnya perbedaan antara umat beragama, adanya rasa persahabatan, menerima perbedaan pendapat, dan adanya kampung pancasila. Sedangkan Faktor penghambat antara umat Islam dan Kristen dalam menciptakan kerukunan bermsyarakat di kelurahan Air Jamban yaitu minimnya bergaul dan berinteraksi antar umat beragama, ketidakpahaman bahasa yang diucapkan, kurangnya pemahaman dalam menyaring informasi dan perkawinan beda agama