Abstrak
Penelitian ini dilatar belakangi oleh guru mata pelajaran pendidikan agama islam menggunakan metode pembelajaran yang kurang variatif (monoton). Dalam mentransfer informasi, guru lebih banyak menggunakan metode ceramah dan kurang melibatkan siswa. Tidak adanya kontrol dan pertanggungjawaban dari setiap yang diberikan. Sehingga dalam proses pembelajaran berlangsung, siswa hanya mendengar dan mencatat materi yang disampaikan, dalam pengamatan terlihat bahwa mayoritas siswa kurang memperhatikan saat guru mengajar. Siswa menunjukkan kurangnya minat dan pemahaman terhadap pelajaran pendidikan agama islam. Selain itu masih banyak hasil belajar siswa yang rendah atau kurang maksimal salah satu faktornya adalah siswa sering menyia-nyiakan kesempatan belajarnya, ketika menghadapi ujian siswa tidak belajar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan metode resitasi terhadap hasil belajar siswa di SMP Negei 2 Sungai Pua. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif desain penelitian yang digunakan yaitu Quasi Eksperimen. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Sungai Pua dengan jumlah sampel 66 siswa. Sampel penelitian yaitu kelas VIII.1 eksperimen dengan menggunakan metode resitasi dan kelas VIII. 2 kontrol dengan metode konvensional. Teknik analisis data menggunakan Uji Normalitas dengan rumus Shapiro Wilk, dan uji homogenitas dengan uji Fisher dilanjutkan dengan uji hipotesis dengan uji-paired sample t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil pengolahan data dapat disimpulkan Terdapat Pengaruh yang sigifikan terhadap penerapan metode resitasi sebagaimana hasil ini membuktikan bahwa nilai kelas eksperimen Sig. (2-tailed) = 0,000 Sedangkan alpha penelitian =5% atau 0,05. Artinya, nilai Sig. (2-tailed) lebih kecil dari nilai alpha (0,000 0,05) sehingga Ho ditolak dan Ha diterima artinya terdapat pengaruh metode resitasi terhadap hasil belajar siswa pada pelajaran PAI SMP Negeri 2 Sungai Pua kelas VIII materi Toleransi dalam Beragama.