Abstrak
UMKM di Bukittinggi menghadapi sejumlah permasalahan yakni masalah finansial diantaranya kinerja keuangan UMKM yang rendah. Hal tersebut disebabkan oleh literasi keuangan dan kompetensi sumber daya manusia yang rendah dan kurang efektifnya penggunaan financial technoloy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan, kompetensi sumber daya manusia, dan penggunaan financial technology terhadap kinerja keuangan UMKM di Bukittingi yang nantinya memberikan wawasan yang berharga bagi pemilik UMKM, lembaga pembiayaan, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam meningkatkan keberlanjutan dan pertumbuhan UMKM di Bukittinggi serta berkontribusi pada peningkatan ekonomi daerah dan nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang akan menguji hipotesis dalam menemukan pengaruh pada variabel literasi keuangan, kompetensi sumber daya manusia, dan penggunaan financial technology terhadap kinerja keuangan UMKM di Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel 100 responden dari 7.473 populasi dan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM di Bukittinggi dengan nilai T 3.459 > 1.1986 dan nilai sig 0.001 0.05. Kompetensi sumber daya manusia berpenaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM di Bukittinggi dengan nilai T 2.030 > 1.1986 dan nilai sig 0.045 0.05. Penggunaan financial technology berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM di Bukittinggi dengan nilai T 3.451 > 1.1986 dan nilai sig 0.001 0.05. Dan Literasi keuangan, kompetensi sumber daya manusia, dan penggunaan financial technology berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM di Bukittinggi dengan nilai f hitung 44.853 > f tabel 2.70 dan nilai sig 0.000 0.05. hal tersebut menunjukkan 58.3% variabel kinerja keuangan UMKM dapat dijelaskan oleh variasi variabel literasi keuangan, kompetensi sumber daya manusia, dan penggunaan financial technology, sedangkan sisanya 41.7% dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak diteliti.