Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Minat Menabung Masyarakat Kota Bukittinggi Pada Lembaga Keuangan Syariah”, di tulis oleh ALDI dengan NIM 3322336. Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat masyarakat Kota Bukittinggi, khususnya di Kelurahan Banto Laweh, dalam menabung pada lembaga keuangan syariah meskipun mayoritas penduduk beragama Islam. Kondisi ini menunjukkan bahwa perbankan syariah belum menjadi pilihan utama masyarakat. Rendahnya minat tersebut diduga dipengaruhi oleh keterbatasan pengetahuan, persepsi terhadap sistem perbankan syariah, tingkat kepercayaan, kualitas pelayanan, serta kemudahan akses layanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat menabung masyarakat pada lembaga keuangan syariah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan masyarakat serta tokoh masyarakat di Kelurahan Banto Laweh. Selanjutnya, data dianalisis, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi minat masyarakat dalam menabung pada lembaga keuangan syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya minat menabung masyarakat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi rendahnya tingkat literasi dan pemahaman masyarakat mengenai konsep serta produk perbankan syariah, disertai masih rendahnya kepercayaan terhadap sistem dan layanan yang ditawarkan. Sementara itu, faktor eksternal meliputi keterbatasan akses dan fasilitas layanan perbankan syariah, kurang optimalnya kegiatan promosi dan sosialisasi, kuatnya dominasi bank konvensional, serta pengaruh lingkungan sosial dan budaya yang telah terbiasa menggunakan layanan perbankan konvensional. Kata Kunci: minat menabung, lembaga keuangan syariah, literasi keuangan syariah, kepercayaan masyarakat, dan Kota Bukittinggi.