Abstrak
ABSTRAK Febrina Harlian, NIM 3520067 , Program Studi S1 Pariwisata Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Skripsi ini berjudul ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA BUDAYA (STUDI KASUS SILEK LUNCU ALAM PAUH DUO ) SEBAGAI ICON WISATA BUDAYA DIKABUPATEN SOLOK SELATAN, dengan dosen pembimbing Bapak Cahya Agung Mulyana, ST.,MPPar Penelitian ini dilatar belakangi oleh permesalahan yang ada pada sasaran silek luncu alam pauh duo. dikarenakan belum optimlanya pengembangan wisata budaya pada sasaran silek luncu alam pauh duo , kurangnya dukungan pemerintah terkait sarana prasarana dan akses jalan menuju sasaran silek luncu alam pauh duo serta berkurangnya murit atau anak sasian yang ada disasaran tiap tahunnya. Tujuan Penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui bagaimana strategi pengembangan yang dapat dilakukan pada sasaran silek luncu alam pauh duo sebagai icon budaya yang ada dikabupaten solok selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan penedekatan deskriptif yaitu penelitian berupa observasi, wawancara dan dokumentasi dengan mengasilkan informasi lisan dan tulisan dari apa yang menjadi objek penelitian yang diteliti menggambarkan suatu keadaan tentang Analisis Strategi pengembangan wisata budaya studi kasus silek luncu alam pauh duo sebagai icon wisata budaya dikabupaten solok selatan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa berdasarkan setelah dianalisis secara SWOT Bahwa Analisis Strategi pengembangan wisata budaya studi kasus silek luncu alam pauh duo sebagai icon wisata budaya dikabupaten solok selatan. Dapat dilakukan dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang yang dimiliki seperti Selalu mengusulkan anggran kepada pihak wali nagari alam pauh duo untuk sasaran silek luncu alam pauh duo yang diadakan pada rapat musrenbang nagari, Memanfaatkan lokasi yang strategis karena letaknya tidak jauh dari pusat kabupaten solok selatan , Harus tetap manjaga kemurnian dan keaslian silek luncu, Belajar mempromosikan wisata budaya silek luncu dengan social media yang ada, dan Harus menumbuhkan jiwa persaudaraan antar anak sasian atau murid.