Abstrak
ABSTRAK Penelitian ini beranjak dari venomena hasil wawancara dengan guru BK didapatkan beberapa siswa atau siswi pernah tertangkap menonton video porno dari handphone ini menyebabkan sekolah membuat peraturan melarang siswa-siswinya membawa handphone ke sekolah, dan ada juga siswa dan siswi yang dilaporkan oleh temannya karna tertangakp sedang berduaan didalam ruang kelas yang kosong sedang bermesraan layaknya orang dewasa yang harusnya belum pantas dilakukan oleh seorang pelajar. Adapun data atau informasi yang peneliti peroleh yaitu terdapat siswa yang tidak menjaga kesehatan reproduksinya, banyaknya siswa yang tidak mempunyai pemahaman dan informasi tentang kesehatan reproduksi, adanya siswa yang kurang memahami tentang siklus terjadinya menstruasi, kurangnya pemahaman siswa tentang berbagai penyakit reproduksi dan banyaknya siswa yang kurang menjaga kebersihan dirinya. Berdasarkan fenomena yang telah dijelaskan sebelumnya, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Peran Guru Bimbingan Dan Konseling Dalam Layanan Informasi Terhadap Pemahaman Siswa Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja SMPN 7 Pariaman. Pada penelitian kali ini, merupakan penelitian yang bersifat penelitian lapangan ( field research ) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, dalam Penelitian ini penulisan menggambarkan masalah dilapangan sesuai dengan fakta-fakta yang penulis temukan dilapangan. Menurut Sumadi Suryabrata Metode Deskriptif adalah “ Untuk membuat pencandraan, secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentu”. Hasil penelitian yang telah, Guru bimbingan dan konseling menjadi sumber utama informasi tentang kesehatan reproduksi bagi siswa, membantu mereka membuat keputusan yang cerdas terkait kesehatan reproduksi, Mereka menyediakan pendidikan seksual komprehensif yang mencakup berbagai aspek, membantu siswa memahami pentingnya kesehatan reproduksi dan bagaimana menjaga diri dengan baik, Layanan informasi ini membantu mengatasi miskonsepsi dan prasangka tentang kesehatan reproduksi, sehingga siswa dapat mengambil keputusan berdasarkan pemahaman yang akurat, Guru bimbingan dan konseling juga memberikan dukungan dan konseling individual kepada siswa, membantu mereka mengatasi masalah terkait kesehatan reproduksi, Mereka mengajarkan siswa tentang penggunaan sumber informasi lainnya yang dapat diandalkan, sehingga siswa terus belajar dan memperoleh informasi yang akurat dan Guru bimbingan dan konseling menggunakan layanan informasi untuk mengenalkan program-program terkait kesehatan reproduksi dan rujukan ke lembaga atau organisasi kesehatan yang dapat memberikan bantuan lebih lanjut. Kata kunci :ABSTRAK Penelitian ini beranjak dari venomena hasil wawancara dengan guru BK didapatkan beberapa siswa atau siswi pernah tertangkap menonton video porno dari handphone ini menyebabkan sekolah membuat peraturan melarang siswa-siswinya membawa handphone ke sekolah, dan ada juga siswa dan siswi yang dilaporkan oleh temannya karna tertangakp sedang berduaan didalam ruang kelas yang kosong sedang bermesraan layaknya orang dewasa yang harusnya belum pantas dilakukan oleh seorang pelajar. Adapun data atau informasi yang peneliti peroleh yaitu terdapat siswa yang tidak menjaga kesehatan reproduksinya, banyaknya siswa yang tidak mempunyai pemahaman dan informasi tentang kesehatan reproduksi, adanya siswa yang kurang memahami tentang siklus terjadinya menstruasi, kurangnya pemahaman siswa tentang berbagai penyakit reproduksi dan banyaknya siswa yang kurang menjaga kebersihan dirinya. Berdasarkan fenomena yang telah dijelaskan sebelumnya, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Peran Guru Bimbingan Dan Konseling Dalam Layanan Informasi Terhadap Pemahaman Siswa Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja SMPN 7 Pariaman. Pada penelitian kali ini, merupakan penelitian yang bersifat penelitian lapangan ( field research ) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, dalam Penelitian ini penulisan menggambarkan masalah dilapangan sesuai dengan fakta-fakta yang penulis temukan dilapangan. Menurut Sumadi Suryabrata Metode Deskriptif adalah “ Untuk membuat pencandraan, secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentu”. Hasil penelitian yang telah, Guru bimbingan dan konseling menjadi sumber utama informasi tentang kesehatan reproduksi bagi siswa, membantu mereka membuat keputusan yang cerdas terkait kesehatan reproduksi, Mereka menyediakan pendidikan seksual komprehensif yang mencakup berbagai aspek, membantu siswa memahami pentingnya kesehatan reproduksi dan bagaimana menjaga diri dengan baik, Layanan informasi ini membantu mengatasi miskonsepsi dan prasangka tentang kesehatan reproduksi, sehingga siswa dapat mengambil keputusan berdasarkan pemahaman yang akurat, Guru bimbingan dan konseling juga memberikan dukungan dan konseling individual kepada siswa, membantu mereka mengatasi masalah terkait kesehatan reproduksi, Mereka mengajarkan siswa tentang penggunaan sumber informasi lainnya yang dapat diandalkan, sehingga siswa terus belajar dan memperoleh informasi yang akurat dan Guru bimbingan dan konseling menggunakan layanan informasi untuk mengenalkan program-program terkait kesehatan reproduksi dan rujukan ke lembaga atau organisasi kesehatan yang dapat memberikan bantuan lebih lanjut. Kata kunci : Peran Guru Bk, Layanan Informasi, Pemahaman Siswa, Kesehatan Reproduksi Remaja