Abstrak
ABSTRAK Nama : Ririn Juli Anggraini, Nim: 2119232 Judul Skripsi: Hubungan Kedisiplinan Belajar Dirumah Dengan Prestasi Belajar Siswa kelas VII Pada Mata Pelajaran PAI Di SMPN 1 Tigo Nagari Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa masalah yang penulis temukan pada siswa SMPN 1 Tigo Nagari khususnya pada mata pelajaran PAI, dengan pelaksanaan kedisiplinan yang bagus masih terdapat beberapa masalah pada siswa SMPN 1 Tigo Nagari . Permasalahannya masih terdapat siswa yang datang terlambat kesekolah, siswa yang melanggar peraturan sekolah dan masih ada siswa yang menggunakan kata-kata kotor ketika berbicara antar sesama temannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara kedisiplinan belajar dirumah dengan prestasi belajar siswa di SMPN 1 Tigo Nagari. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional menggunakan Pearson Product Moment. Penelitian ini berlokasi di SMP N 1 Tigo Nagari. Adapun populasi dari penelitian adalah keseluruhan siswa kelas VII, mulai dari VII.A sampai VII.E yang berjumlah 160 siswa. Penelitian ini melakukan penarikan sampel dengan Proporsionate Random Sampling sebanyak 40 siswa. Sampel penelitiannya yang penulis gunakan adalah seluruh kelas VII, masing-masing kelas diambil secara acak dan random dengan jumlah delapan orang per kelas. Kebanyakan siswa berlatar belakang pendidikan umum. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket (kousioner). Hasil penelitian menunjukan berdasarkn hasil pengolahan data dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kedisiplinan belajar dirumah dengan prestasi belajar siswa. Sebagaimana hasil ini membuktikan bahwa uji hipotesis dengan sig. (2-tailed) sebesar 0,012 dan lebih besar dari 0.005, maka Ha ditolak dan H0 diterima. Jika dilihat dari Pearson Correlation sebesar 0.001 berarti antara variabel X (kedisiplinan)) dan Y (prestasi belajar) terdapat hubungan namun hubungannya sangat rendah. Maka dapat disimpulkan bahwa kedisiplinan bukan satu-satunya faktor dari prestasi yang dicapai siswa tapi adanya kerja sama antara sekolah dan keluarga serta masyarakat, sehingga mengontrol siswa tidak hanya dari satu sisi tapi juga dari keluarga dan masyarakat. Ketika mereka di luar sekolah seperti lingkungan masyarat mereka juga diperhatikan, kegiatan-kegiatan apa saja yang mereka lakukan.