Abstrak
Skripsi in berjudul “Analisis Pelaksanaan Pembiayaan Murabahah Dalam Peremajaan Kebun Kelapa Sawit Kabupaten Pasaman Barat (Study Kasus KPS Perintis Kabupaten Pasaman Barat)”yang disusun oleh Nafisah Nursapni dengan NIM 3319319Jurusan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi atas bimbingan dari Bapak Zuwardi., MA. Penulisan skripsi ini dilatar belakangioleh pelaksanaan peremajaan kebun kelapa sawit. Dengan ini KPS Perintis Kabupaten Pasaman Barat melakukan pelaksanaan pembiayaan murabahah dalam peremajaan kebun kelapa sawit. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa pelaksanaan pembiayaan murabahah dalam peremajaan kebun kelapa sawit kabupaten pasaman barat dan mengetahui pengaruh pelaksanaan pembiayaan murabahah pada peremajaan kebun kelapa sawit dalam meingkatkan pendapatan anggota KPS Perintis. Jenis penelitian ini adalah penelitian Deskriptif Kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data diambil melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Selain itu teknik analisis data yaitu redukasi data, penyajian data, menarik kesimpulan. Hasil penelitian yang penulis peroleh menunjukkan bahwa kegunaan pelaksanaan pembiayaan murabahah dalamperemajaan kebun kelapa sawit anggota KPS Perintis memakai dana Bank Syariah Indonesia yaitu pinjaman murabahah yang mana KPS Perintis sebagai channeling. Pelaksanaan Peremajaan secara swadaya, kecuali saat penumbangan batang sawit memakai jasa kontraktor dengan menggunakan alat berat. Teknis seluruh pelaksanaan budidaya dan pembiayaan peremajaan kebun kelapa sawit dari KPS Perintis yang sebagai channeling sampai dengan tanaman menghasilkan, KPS Perintis sebagai penanggung jawab untuk angsuran pinjaman yang dipotongkan melalui hasil produksi TBS setiap bulannya Pengaruh pembiayaan murabahah sangat besar terhadap pelaksanaan peremajaan kebun kelapa sawit. Karena anggota KPS Perintis tidak lagi memikirkan biaya perawatan kebun kelapa sawit sampai menghasilkan, dan untuk angsuran kredit kebun memakai pinjaman graspriot (masa tenggang) untuk mengangsur pinjaman sampai tanaman menghasilkan. Sedangkan biaya hidup selama tanaman belum menghasilkan memakai dana simpanan peremajaan, selain itu juga memanfaatkan lahandengan tanaman jagung yang modalnya dipinjamkan dari KPS Perintis dibayar setelah jagung panen.