Abstrak
Skripsi atas nama Fauziah Nur, NIM. 4418033, Program Studi S1 Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi berjudul, “Eksistensi Tingkuluak Tanduak Bagi Anak Daro Di Nagari Lasi Tahun 1980-2000” yang membahas tentang eksistensi, makna filosofis, dan proses terjadinya perubahan serta faktor memudarnya pemakaian Tingkuluak Tanduak bagi anak daro di Nagari Lasi. Skripsi ini menjawab permasalah bagaimana awal mula ke eksistensian pemakaian tingkuluak tanduak, makna filosifis dari tingkuluak tanduak, dan proses terjadinya perubahan serta faktor memudarnya pemakaian tingkuluak tanduak. panelitian mengenai eksistensi tingkuluak tanduak bagi anak daro ini dianggap penting karena tingkuluak tanduak ini adalah pakian adat yang digunakan oleh anak daro di Nagari Lasi, namun seiring berjalannya waktu pemakaian tingkuluak tanduak semakin memudar dan pada akhirnya sekarang sudah hilang dan di gantikan oleh suntiang. Dimana suntiang ini bukanlah pakaian adat Nagari Lasi. setelah melakukan riset di kalangan anak muda tentang pakaian penutup kepala atau hiasan kepala anak daro di Nagari Lasi pada umumnya menjawab Suntiang. Inilah pentingnya penelitian ini untuk menjaga warisan budaya lokal. jika tidak bisa diwariskan dan di aplikasikan setidaknya dapat terdokumentasikan melalui tulisan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang memiliki tahapan yaitu: Heuristik (pengumpulan sumber), kritik sumber (interen, dan eksteren), interpretasi ( penafsiran dari fakta-fakta yang ditemukan), historiografi ( menuliskan hasil penelitian yang disesuaikan dengan buku pedoman penulidan skripsi prodi SPI UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini membahas mengenai awal mula ke eksistensian Tingkuluak Tanduak bagi anak daro di Nagari Lasi, hingga munculnya budaya dari luar dan masuk kenagari Lasi yaitu suntiang sehingga mampu mengalahkan ke eksistensian dari budaya lokal yaitu Tingkuluak Tanduak.