Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya kesenjangan teori dan persepsi generasi z dengan cap generasi boros dan kurang minat dalam berinvestasi, dengan fakta generasi z menguasai pasar modal, kemudian terlalu optimisnya imbal hasil investasi masyarakat indonesia di tengah gangguan pasar yang terjadi, dan masih rendahnya pengetahuan dan sumber pengetahuan investasi pada masyarakat saat ini, serta tingginya jumlah generasi z dibandingkan dari generasi lainnya di Bukittinggi menjadikan peluang sebagai investor di pasar modal syariah. Penelitian ini dilakukan kepada 100 orang yang termasuk dalam rentang umur generasi z di kota Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif menggunakan analisis regresi linier berganda dan uji MRA dalam pengujian hipotesisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) motivasi berpengaruh positif signifikan terhadap minat investasi dengan t hitung sebesar 10,353 yang lebih besar dari t tabel 1,98472 dan tingkat signifikansi (0,000 > 0,05) (2) risiko berpengaruh positif signifikan terhadap minat investasi dengan t hitung sebesar 2,279 yang lebih besar dari t tabel 1,98472 dan tingkat signifikansi (0,025 > 0,05) (3) pengetahuan investasi merupakan variabel quasi moderator dan dapat memperkuat hubungan antara pengaruh motivasi terhadap minat investasi (4) pengetahuan investasi merupakan variabel quasi moderator dan dapat memperkuat hubungan antara pengaruh risiko terhadap minat investasi.