Abstrak
Skripsi ini berjudul “Konsep Insan Kamil Menurut Abdul Karim Al-Jili Dan Relevansinya Dengan Manusia Berakhlak” yang ditulis oleh Hotrina Harahap, NIM. 4518010, Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin Adab Dan Dakwah, IAIN Bukittinggi, Tahun 2022 M/1444 H. Penelitian ini berangkat dari manusia, seperti manusia sebagai makhluk individu yang memiliki keunikan atau ciri khas secara masing-masing, bahwasanya tidak ada manusia yang persis sama walaupun terlahir kembar. Secara fisik bisa jadi manusia memiliki banyak persamaan namun dengan secara psikologis hendak banyak menunjukkan perbedaan. Selanjutnya begitu pentingnya dalam mengkaji tentang manusia karena ia merupakan pandangan hidup yang mempengaruhi cara pandang yang berlanjut terhadap cara dalam bersikap kepada seseorang melalui sistem sosial budaya, ekonomi dan politik dimana ia berada. Maka dari itu penulis mengangkat judul skripsi ini tentang Konsep Insan Kamil Menurut Abdul Karim Al-Jili Dan Relevansinya Dengan Manusia Berakhlak. Jenis penelitian yang digunakan ialah kepustakaan (library research) kemudian menggunakan pendekatan studi pemikiran tokoh. Sumber primer penelitian ini adalah karya asli Syeikh, Abd. Karim Ibnu Ibrahim al-Jaili yang berjudul Insan kamil Ikhtiar Memahami Kesejatian Manusia Dengan Sang Khaliq Hingga Akhir Zaman. Adapun sumber sekunder penelitian ini yaitu referensi-referensi yang berhubungan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data yaitu: pertama, pengumpulan karya-karya yang berhubungan dengan konsep insan kamil menurut Abdul Karim Al-Jili dan relevansinya dengan manusia berakhlak. Yang kedua, sumber primer dan sumber pendukung yang relevansinya dengan insan kamil dan manusia berakhlak. Yang ketiga, menganalisis ide pemikiran Abdul Karim Al-Jili serta sumber pendukung lainnya. Adapun teknik analisis data yang digunakan yakni deskripsi analitik dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa insan kamil menurut Abdul Karim Al-Jili merupakan Nur Muhammad yang mana Nur Muhammad inilah yang paling sempurna dan tidak ada yang bisa menandinginya di alam semesta ini. Bahwa Nabi Muhammad mempunyai sifat-sifat mulia yang mana Nabi Muhammad ini juga paling sempurna akhlaknya. Adapun insan kamil yang terdiri dari 7 tingkatan yang diketahui tentang iman, islam, kesalehan, penyaksian, kebenaran serta kedekatan. Maka dari itu pada tahap inilah, sufi dapat untuk mencapai insan kamil. Adapun syarat menjadi insan kamil dengan cara membersihkan qalbunya, karena jika bersih hatinya maka dapat mengantarkan perbuatan-perbuatan yang baik serta akhlak yang mulia kedamaian bersama dengan Tuhan. Dengan demikian, Tuhan bisa melihat cerminan dirinya melalui Nabi Muhammad.