Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Analisis Faktor-Faktor Produksi Konveksi Seragam Sekolah Ditinjau Dari Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus Yen Konveksi Nagari Kubang Putiah Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam)” yang disusun oleh Hendri Dermawan, Nim 3217274, Jurusan S1 Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Latar belakang penulis meneliti masalah ini karena pemilik Yen konveksi lebih memilih memperdayakan masyarakat dari luar daerah yaitu Pasaman dan Tiku, sehingga dapat membuat berkurangnya lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi untuk masyarakat di sekitar Yen konveksi. Untuk bahan baku yang digunakan dalam proses produksi masih ada bahan yang kurang berkualitas membuat konsumen merasa dirugikan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan terdiri dari data primer yang diperoleh langsung dari objek penelitian, yakni berupa wawancara dan observasi. Adapun data sekunder berupa dokumentasi diperoleh dari konveksi tersebut. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan metode kualitatif, dengan mendiskripsikan apa yang ditemukan dilapangan kemudian dianalisis dengan teori-teori yang ada. Hasil penelitian menemukan bahwa Yen konveksi dalam melakukan proses faktor-faktor produksi belum sepenuhnya didasari dengan sitem produksi Islami yang meliputi, faktor tanah sudah diterapkan dengan baik seperti pemanfaatan tanah kosong yang digunakan untuk tempat produksi namun bahan baku yang digunakan kurang berkualitas. Faktor tenaga kerja diterapkan dengan memberdayakan warga diluar sekitar lokasi produksi, namun dalam hal lain terdapat seperti memberhentikan aktivitas apabila azan dikumandangkan dan menunaikan ibadah Shalat terlebih dahulu sebelum bekerja. Dalam faktor modal pengambilan keuntungan tidak melebihi ketentuan pengambilan keuntungan secara Islami, dan modal menggunakan uang pribadi pemilik. Faktor organisasi kurang terkoordinir dengan baik, masih lingkup keluarga keluarga. Tidak ada perekrutan karyawan untuk menduduki jabatan dalam manajemen.