Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini ini berjudul dengan “Implementasi metode Role Playing pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SD Islam Darul Makmur Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam”. Oleh Rahma Yuni Nim 2117066. Prongram Studi Pendidikan Agama Islam Fakultar Tarbiyah Dan Ilmu KeguruanInstitut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Penelitian ini beranjak dari fenomena yang dialami anak kelas V.1 di SD Islam Darul Makmur Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam. Dimana sekolah ini menerapkan metode role playing yaitu metode yang digunakan guru untuk memudahkan tercapainya tujuan pembelajaran dengan cara memainkan peran agar siswa lebih mudah memahami materi, hal ini sesuai dengan Undang- Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Namun pada kenyatannya terdapat permasalahan pada siswa dalam proses pentransferan materi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Metode Role playing pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada siswa kelas SD Islam Darul Makmur kelas V Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif adalah metode penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan secara utuh dan mendalam tentang realitas sosial dan berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat yang menjadi subjek penelitian sehingga tergambar ciri-ciri, karakter, sifat, dan model dari fenomena tersebut. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Role Playing dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam materi tentang Kisah Keteladanan Luqman di SD Islam Darul Makmur Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam dapat disimpulkan bahwa guru dan siswa telah melaksanakan langkah-langkah pembelajaran metode role playing, namun dari langkah-langkah yang telah dilakukan masih belum maksimal walaupun sudah dijalankan semestinya untuk mencapai tujuan yang diinginkan dalam proses pembelajaran. Masalah yang terlihat adalah siswa tidak memperhatikan yang temannya yang sedang memainkan peran, siswa meribut pada saat sedang diskusi kelompok, siswa masih sulit memahami materi, dan pembelajaran belum berjalan kondusif, Karena dalam pembuatan cerita yang dibuat guru masih dianggap kurang menarik oleh siswa, dan kurangnya arahan dari guru sehingga penampilan siswa kurang menarik.