Abstrak
ABSTRAK Skripsi atas nama Nonita Junetrima, NIM 4416.027, Program Studi Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinngi, dengan judul “Sejarah Dunia Anak-Anak Zaman Orde Baru (Studi Atas Perubahan Aktifitas Anak-Anak Di Nagari Kandang Baru, Sijunjung 1966-1998).” Rumusan masalah dari penelitian ini adalah pertama, bagaimana aktifitas anak-anak dalam bidang ekonomi, politik, praktik budaya, dan sosial-keagamaan pada masa awal Orde Baru di Nagari Kandang Baru, Sijunjung? Kedua, bagaimana aktifitas anak-anak dalam bidang ekonomi, politik, praktik budaya, dan sosial-keagamaan pada masa puncak Orde Baru di Nagari Kandang Baru, Sijunjung? Ketiga, bagaimana aktifitas anak-anak dalam bidang ekonomi, politik, praktik budaya, dan sosial-keagamaan pada masa akhir Orde Baru di Nagari Kandang Baru, Sijunjung? Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini di dapat dengan cara deskriptif-naratif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah. Langkah-langkah penelitian ini meliputi : 1.) heuristik (pengumpulan data atau informasi) berupa observasi, wawancara, dan studi pustaka, sumber-sumber yang digunakan mencakup sumber-sumber tertulis, wawancara, dan observasi, 2.) kritik sumber yaitu melakukan penyaringan atau menyeleksian terhadap sumber-sumber yang telah diperoleh, 3.) interpretasi yaitu melakukan penafsiran terhadap fakta-fakta sejarah yang diperoleh dari sumber-sumber selama penelitian, 4.) Historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada keterlibatan anak-anak dalam membantu ekonomi keluarga pada tahun 1966-1970 sangat dominan. Hal ini disebabkan karena Sumber Daya Manusia (SDM) masih sangat rendah. Sehingga anak-anak lebih antusias membantu keluarganya. Pada tahun 1980-1995 Sumber Daya Manusia (SDM) mulai meningkat anak-anak sudah banyak yang bersekolah sehingga tidak begitu banyak lagi yang beraktifitas membantu keluarganya. Pada tahun 1996-1998 terjadinya krisis sehingga menyebabkan kehidupan menjadi melarat, anak-anak pun pada saat itu harus berhenti bersekolah, serta segala bentuk aktifitas terhenti. Pada politik Orde Baru anak-anak di Nagari Kandang Baru tidak menjadi pemeran utama dalam aktifitas politik. Pada praktik budaya anak-anak banyak melihat dan memperhatikan aktifitas turun mandi, khitan, baralek, dan kematian. Pada kehidupan sosial-keagamaan anak-anak sangat antusias dalam mengikuti aktifitas pada saat itu. Kata Kunci : anak-anak, aktifitas