Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Kepemimpinan Perempuan Di Ruang Publik Dalam Perspektif Feminisme Islam (Studi Kasus BKMT Birugo Puhun Bukittinggi)” disusun oleh Kurnia Hastuti, NIM 4515014 Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuddin Adab dan Dakwah IAIN Bukittinggi 2020. Pembimbing: Dr. Zulfan Taufik, MA. Hum Skripsi ini dilatar belakangi oleh Kondisi kepemimpinan perempuan yang sampai saat ini masih juga menjadi sebuah kotroversi dan menimbulkan perdebatan menarik, baik kepemimpinan di dalam rumah tangga maupun di arena publik. Padahal pada prakteknya di masyarakat, perempuan banyak menempati posisi penting dalam kepemimpinan. Salah satunya adalah kepemimpinan di majelis taklim yang berada di wilayah Birugo Puhun Kota Bukittinggi. Berdasarkan observasi awal peneliti, terlihat bahwa majelis taklim ini dipimpin oleh seorang perempuan, yakni ibu Lidya. Majelis taklim ini juga tergabung dalam Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) yang juga didirikan oleh perempuan dan sampai saat ini masih dipimpin oleh seorang perempuan. Rumusan masalah dalam skripsi ini terbatas mengenai: Bagaimana eksistensi Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Birugo Puhun Bukittinggi? Bagaimana kepemimpinan perempuan di Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Birugo Puhun Bukittinggi? Bagaimana perspektif feminisme Islam dalam kepemimpinan perempuan di Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Birugo Puhun Bukittinggi? Sementara batasan masalahnya adalah dibatasi dari tiga aspek, yakni: tempat, waktu dan tema. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tiga tahap: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun untuk pengabsahan dalakukan dengan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan perempuan BKMT Birugo Puhun mempunyai pola kepemimpinan yang berjalan sangat baik, banyak kegiatan keagamaan yang dilakukan seperti pertemuan kajian-kajian dengan mengundang ustad sekalian dengan arisan, dakwah wisata di berbagai provinsi dan bakti sosial seperti mengumpulkan dana takzi’ah dan koperasi syariah. Kepemimpinan ketua BKMT Birugo Puhun memiliki kepemimpinan yang terbuka, dapat mengayomi anggotanya, menyetarakan hubungan dengan anggota dan dapat dikaitkan dengan perspektif feminisme Islam.