Abstrak
Teknologi dalam pembelajaran telah mengubah wajah pembelajaran yang berbeda dengan proses pembelajaran tradisional yang ditandai dengan interaksi tatap muka antara guru dan siswa baik di kelas maupun di luar kelas sehingga teknologi dalam pembelajaran diartikan sebagai media untuk mendistribusikan pesan/materi. Pembelajaran Geografi di MAN 2 Agam tidak berjalan afektif. , penyampaian materi pembelajaran geografi oleh guru belum menggunakan media pembantu dengan perkembngan zaman ,disini guru masih menggunakan metode ceramah,buku cetak,papan tulis dan power point belum menggunakan media pembantu seperti animasi 3d untuk menjelaskan pembelajaran dan siswa sulit untuk memahami apa yang di jelaskan oleh guru. Padahal fasilitas yang disediakan sekolah seperti proyektor, laptop, speaker, dll mendukung untuk melaksanakan proses pembelajaran yang menarik. Hal ini menyebabkan siswa menjadi pasif, dan merasakan adanya unsur keterpaksaan, mengurangi daya berpikir kritis siswa yang mengakibatkan rendahnya hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain media pembelajaran Geografi berbasis animasi 3D untuk kelas X di MAN 2 Agam yang menarik, interaktif, komunikatif dan mudah dipahami oleh siswa. Metode yang dipakai yaitu metode Research and Development (penelitian dan pengembangan), menggunakan model ADDIE. Dalam tahap develop atau pengembangan media digunakan model pengembangan versi Luther-Sutopo yang dimulai dari Concept, Design, Material Collecting, Assembly, Testing, Distribution. Dan dalam tahap implement dilakukan uji validitas, praktikalitas dan efektivitas produk. Hasil dari penelitian ini berupa media pembelajaran Geografi berbasis animasi 3D yang dapat digunakan oleh guru dan siswa pada materi Pesebaran Flora dan Fauna. Output yang dihasilkan berupa aplikasi media pembelajaran Geografi dalam bentuk compact disk (CD) yang dijalankan dengan sistem autorun dan dapat dieksekusi tanpa memerlukan sistem lain untuk menjalankannya. Untuk hasil uji validitas produk dari 3 orang validator diperoleh 0,88 dengan kategori valid, uji praktikalitas dari 3 orang expert diperoleh nilai 82,4% dengan kategori praktis, dan untuk uji efektivitas dari 10 orang expert diperoleh nilai 0,79 yang dinyatakan efektif.