Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2020Versi 1

UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENANAMKAN KEMANDIRIAN SHALAT PADA ANAK PENYANDANG TUNANETRA DI SLB N 1 BUKITTINGGI

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Pendidikan Agama Islam•7 dilihat · 8 unduhan

Abstrak

Skripsi ini berjudul Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menanamkan Kemandirian Shalat pada Anak Penyandang Tunanetra di SLB N 1 Bukittinggi, disusun oleh NIKEN BETASA, Nim: 2115228, mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi 2020. Penelitian ini dilatar belakangi sebagaimana yang diketahui bahwa guru PAI mengalami hambatan dalam mengimplementasikan pembelajaran untuk mengarahkan anak agar mandiri dalam melaksanakan shalat pada saat pembelajaran berlangsung, baik itu hambatan dari dalam maupun dari luar. Hambatan dari dalam, antara lain: keterbatasan fisik peserta didik, motivasi belajar yang tidak stabil, dan perbedaan daya tangkap peserta didik. Sedangkan hambatan dari luar, antara lain: perencanaan pembelajaran yang kurang sesuai, minimnya sumber belajar, kurangnya dorongan dari orang tua, terbatasnya waktu pembelajaran, dan terbatasnya tenaga pengajar. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian lapangan (field research). Metode pengumpulan datanya dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini ada dua, yaitu informan kunci dan informan pendukung. Informan kuncinya adalah Guru Pendidikan Agama Islam sedangkan yang menjadi informan pendukung dalam penelitian ini adalah siswa penyandang tunanetra. Dalam penelitian ini penulis menganalisis data dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, artinya data yang muncul berupa data-data tertulis atau lisan dari orang atau perilaku yang diamati yang diproses melalui catatan, kemudian disusun dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam Menanamkan Kemandirian Shalat pada Anak Penyandang Tunanetra memiliki kesamaan dengan menanamkan kemandirian shalat pada anak normal pada umumnya. Hanya saja ketika dalam proses pembelajaran guru menggunakan metode ceramah yang penjelasan materinya dilakukan secara berulang-ulang, selain itu guru juga menggunakan metode demonstrasi dengan perabaan yakni guru terlebih dahulu menjelaskan bagaimana tata cara shalat, bacaan shalat dan gerakan shalat, setelah itu guru mempraktekkan bagaimana gerakan shalat yang baik dan benar, kemudian peserta didik memegang posisi tangan guru seperti apa dan yang terakhir peserta didik mempraktekkannya sendiri. Dari hambatan-hambatan yang ada pada latar belakang masalah didapatkan usaha yang dilakukan guru untuk mengatasi hambatan yang muncul dari dalam adalah dengan menurunkan KD (Kompetensi Dasar) dan materinya didesain ringan, memiliki kesabaran yang tinggi, dan memberikan pengarahan atau pendekatan individual pada peserta didik. Sedangkan usaha yang dilakukan guru untuk mengatasi hambatan dari luar adalah dengan menurunkan KD (Kompetensi Dasar) pada pelaksanaannya, pendidik lebih memaksimalkan penggunaan pada sumber belajar yang ada, mengadakan sosialisasi pada orang tua, memberi tugas tambahan di rumah, dan melakukan kerjasama dengan pendidik-pendidik lainnya.

Kata kunci

Upaya guru PAI, menanamkan kemandirian shalat, anak tunanetra

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENANAMKAN KEMANDIRIAN SHALAT PADA ANAK PENYANDANG TUNANETRA DI SLB N 1 BUKITTINGGI2020 · oai:ais:skripsi:6196

Publikasi terkait