Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini atas nama Titi Rukhmini, Nim 4315012, yang berjudul “Komunikasi Guru Dengan Murid Dalam Proses Tulis Baca Alquran Di MDA (Mu’izzatuddinul Ma’ruf) Aia Gadang”. Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, IAIN Bukittinggi, 2019. Komunikasi dalam proses pembelajaran sangat penting. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh proses pembelajaran tulis baca Alquran belum berjalan dengan baik. Dalam proses belajar tulis baca Alquran di MDA (Mu’izzatuddinul Ma’ruf) Aia Gadang penulis melihat murid tidak serius dan tidak fokus mengikuti pembelajaran. Seperti sibuk dengan sendiri, dengan temannya, dan bertengkar saat belajar. Hal tersebut akan membuat komunikasi antara guru dengan murid menjadi terganggu. Skripsi ini membahas permasalahan tentang proses komunikasi antara guru dengan murid dan hambatan dalam berkomunikasi. Teori yang digunakan yaitu Model Laswell banyak diaplikasikan dalam komunikasi massa. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif yaitu dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara terstruktur dan dokumentasi. Teknik analisa data memilih secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi, mana yang perlu atau yang tidak dibutuhkan, dan menyusun dalam bentuk uraian singkat, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami. Hasil yang di dapati dari BAB IV yaitu proses komunikasi antara guru dengan murid dalam proses tulis baca Alquran di MDA (Mu’izzatuddinul Ma’ruf) Aia Gadang masih kurang baik, karena ada beberapa hambatan yang membuat proses komunikasi terganggu. Pertama tidak adanya umpan balik apabila tidak ditunjuk oleh guru, kedua suara kendaraan, ketiga anak-anak yang berada diluar MDA, keempat mengobrol dengan teman sebelahnya saat guru menjelaskan materi, kelima pikiran murid yang bercabang, keenam bermain saat belajar dan bertengkar, serta suara guru yang lembut saat menjelaskan materi tidak terdengar jelas oleh murid sehingga murid tidak paham. Hambatan tersebut mengganggu jalannya proses komunikasi sehingga pembelajaran tulis baca Alquran tidak berlangsung dengan baik dan suasana belajar menjadi tidak efektif.