Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini berjudul tentang kontribusi Syekh Maulana Ibrahim Al-Khalidi Kumpulan Dalam Menyebarkan Islam (Tinjauan Historis). Ditulis oleh Ayu Nanda Mustika NIM 4415.001 Jurusan Sejarah Peradaban Islam Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan memakai metode penelitian sejarah dalam bentuk deskriptif naratif. Deskriptif naratif adalah bentuk deskripsi yang berusaha mengungkapkan bagaimana proses dari suatu peristiwa kesejarahan, bagaimana urutan fakta-fakta dalam suatu kejadian historis sebagai kesatuan proses dalam jangka waktu tertentu atau serialisasi fakta-fakta sesuai dengan dengan urutan kejadian yang sesungguhnya terjadi. Dari hasil observasi dan wawancara peneliti dengan khalifah-khalifah atau murid yang meneruskan ajaran Syekh Maulana Ibrahim Al-Khalidi Kumpulan bahwa Syekh Maulana Ibrahim Al-Khalidi Kumpulan lahir di Kumpulan waktu kecil ia bernama Abdul Wahab, dari seorang ibu yang melahirkannya bernama Putri aso dan bapaknya bernama Pahat, beliau lahir pada tahun 1764 M di Kampung Sawah Laweh Kenagarian Koto Kaciak Kecamatan Bonjol Kabupaten Pasaman. Syekh Maulana Ibrahim Al-Khalidi Kumpulan menuntut ilmu di Mekah selama 7 tahun pengajian dalam ilmu syariat dan ilmu tarikat di Jabal Qubis kepada Maulana Syekh Khalid Kudri. Setelah merasa cukup ilmu dalam syariat dan mendapatkan ijazah dalam tarekat Naqsyabandiyah, Syekh Maulana Ibrahim Al-Khalidi Kumpulan pulang kekampung halamannya di kampung Sawah Laweh Kumpulan. Keadaan masyarakat Kumpulan pada saat kepulangan Syekh Maulana Ibrahim Al-Khalidi Kumpulan dari Mekah, masyarakat Kumpulan masih terkontaminasi oleh kebiasaan adat istiadat yang bertentangan dengan ajaran Islam seperti keadaan berjudi, mabuk-mabukan dan mengadu ayam dan lain sebagainya. Langkah pertama yang dilakukan Syekh Maulana Ibrahim Al-Khalidi dalam menyebarkan Islam adalah mendirikan intitusi sebagai tempat beliau beraktifitas. Syekh Maulana Ibrahim Al-Khalidi mendirikan surau yang kemudian beliau nama surau Kaciak, sesuai dengan bentuk dan besarnya yang masih bersifat seadanya. Syekh Maulana Ibrahim Al-Khalidi Kumpulan menyebarkan agama Islam kepada masyarakat Kumpulan dalam bentuk ajar tarekat Naqsyabandiyah. Pengaruh pemikiran Syekh Maulana Ibrahim Al-Khalidi Kumpulan dalam menyebarkan Islam terhadap masyarakat sekitar, secara berangsur-angsur masyarakat Kumpulan mulai meninggalkan kebiasaannya seperti berjudi, mabuk-mabukkan dan mengadu ayam walaupun belum secara keseluruhan. Syekh Maulana Ibrahim Al-Khalidi Kumpulan meninggal dunia pada tahun 1914 M bertepatan pada 21 Zulqae’dah 1335 H. Beliau meninggal dunia setelah menderita sakit selama 15 Hari dalam usia lebih kurang 100 tahun.