Abstrak
Analisis Optimalisasi Produksi Petani Karet Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Dilihat Dari Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus di Kenagarian Koto Alam Kecamatan Pangkalan Koto Baru Kabupaten Lima Puluh Kota)” Di susun oleh Ika Listi Wardani Nim 3214.230. Skripsi mahasiswa jurusan Ekonomi Islam, Institut Agama Islam Negri Bukittinggi. Penelitian ini dilatar belakangi karena di Nagari Koto Alam masyarakatnya masih bergantung pada hasil pertanian/perkebunan terutama karet. Karet merupakan tanaman lahan kering yang memanfaatkan getah dari pohon karet. Rata-rata perkebunan yang dimiliki oleh masyarakat di Nagari Koto Alam sudah memasuki usia renta, fluktuasi harga yang terus terjadi mengakibatkan petani karet tidak bisa memenuhi kebutuhannya dan cuaca yang tidak menentu dapat menghambat aktivitas petani dalam memproduksi karet. Maka, dari factor inilah dapat kita lihat apakah produksi karet sudah optimal untuk mensejahterakan kehidupan petani karet di Nagari Koto Alam selama ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat Analisis Optimalisasi Produksi Karet Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Dilihat Dari Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus di Nagari Koto Alam Kecamatan Pangkalan Koto Baru Kabupaten Lima Puluh Kota). Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dan penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Adapun informan dalam penelitian ini adalah petani karet di Nagari Koto Alam. Berdasarkan hasil penelitian dinyatakan bahwa secara umum, optimalisasi produksi karet yang dilakukan oleh masyarakat di Nagari Koto Alam yang berprofesi sebagai petani dilakukan dengan menanam tanaman sela berupa tanaman musiman. Hal seperti pemupukan dan perawatan masih kurang optimal dilakukan karena terbatasnya sumber daya modal yang dimiliki oleh petani serta pengetahuan petani akan peremajaan dan teknologi belum ada. Tetapi secara ekonomi islam kesejahteraan yang dirasakan oleh masyarakat di Nagari Koto Alam sudah sesuai dengan syari’at yang ada, dimana seorang/sekelompok orang dapat memenuhi kebutuhan jasmani dan rohaninya.